Artikel Bertemu di Brasil, Puan dan Ketua Parlemen Turkiye Bahas Pembentukan Forum bagi Palestina pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dalam pertemuan tersebut, keduanya dikabarkan membahas rencana pembentukan forum kemerdekaan Palestina.
Terkait persoalan Palestina, DPR RI akan terus bekerja sama dengan parlemen Turki untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Tragedi kemanusiaan di Gaza harus kita akhiri, kata Puan dalam keterangan resmi, Sabtu (9/11/2024). ).
“Bersama-sama, kita harus mendesak gencatan senjata segera di Gaza, menyediakan akses bantuan kemanusiaan; dan mendukung realisasi solusi dua negara,” katanya.
Baca Juga: Di Forum Parlemen G20, Lady Peringatkan Israel Agar Tidak Mengindahkan Seruan Dunia Untuk Mengakhiri Perang
Ia mendorong pengurangan kekerasan di Timur Tengah, termasuk perdamaian di Lebanon.
Mudah-mudahan semua pihak bisa menghindari tindakan-tindakan yang meningkatkan kekerasan di Timur Tengah, kata Puan.
Dalam pertemuan tersebut, DPR dan parlemen Turki sepakat untuk membentuk forum kursi parlemen negara sahabat Palestina untuk membantu mendorong perdamaian di Gaza.
Forum ini tidak hanya terbatas pada negara-negara Muslim, namun juga terbuka bagi negara-negara mayoritas non-Muslim jika ingin bergabung. Tujuan dibentuknya Forum Pimpinan Parlemen adalah untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
Baca juga: Belanda Rusuh, Perdana Menteri Malu Saat Pendukung Israel Bentrok di Amsterdam
Kepada Numan Kurtulmus, ia menyampaikan harapannya agar kedua negara dapat memperkuat kerja sama, termasuk kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan global.
Ia mengatakan, Indonesia dan Turki dapat terus saling mendukung di forum internasional, berkontribusi terhadap perdamaian dan kesejahteraan dunia.
“Dalam konteks hubungan bilateral kedua negara, saya mendorong untuk mendorong beberapa agenda strategis, termasuk kerja sama pemberantasan kejahatan transnasional dan pemberantasan terorisme,” kata politikus PDI Perjuangan itu.
Dalam pertemuan dengan Numan Kurtulmus dan jajaran, Puan didampingi Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Irene Usiana Roba Putri, Wakil Ketua Komisi XII DPR Donny Meriadi dan Anggota Komisi III DPR. Dewan Perwakilan Rakyat Geelang Dhielafarej.
Selain pimpinan Parlemen Turki, Puan sebelumnya juga menggelar pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Singapura Seh Kian Peng yang digelar di sela-sela KTT P20 di Brazil.
Nyonya dan delegasi DPR dikabarkan sempat berbincang santai dengan Ketua Parlemen Portugal José Pedro Aguirre-Branco dan Ketua Parlemen Inggris Lindsay Hoyle dalam pertemuan informal. Dengarkan berita terkini dan berita pemilu kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita yang ingin Anda akses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Bertemu di Brasil, Puan dan Ketua Parlemen Turkiye Bahas Pembentukan Forum bagi Palestina pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Hadiri P20 di Brasil, Puan Singgung Perlunya Reformasi di Tubuh PBB pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Puan meyakini masyarakat internasional, khususnya PBB, harus memastikan tatanan global saat ini mampu mengatasi tantangan abad ke-21.
Menurut Puan, tata kelola dunia pada abad 21 harus lebih representatif, efektif, demokratis, dan bertanggung jawab.
Oleh karena itu kita perlu memperbarui Dewan Keamanan PBB, Majelis Umum PBB, dan lembaga keuangan internasional, kata Puan seperti dikutip dalam keterangan resmi, Sabtu (9/11/2024).
“Dalam situasi seperti ini, DPR harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di tingkat nasional dan internasional,” lanjutnya.
Baca juga: Perang di Gaza, PBB: Hampir 70 persen korban tewas adalah perempuan dan anak-anak
Hal ini mengingat kiprah PBB sebagai organisasi internasional yang bertujuan menjaga perdamaian dan keamanan dunia, mendorong kerja sama internasional, dan mengatasi berbagai permasalahan global seperti kemiskinan, konflik bersenjata, perubahan iklim, dan pelanggaran hak asasi manusia.
“Agar lebih relevan, PBB harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas Puan.
“Para pemilih kami ingin PBB berkontribusi dalam mengatasi kenaikan harga pangan dan listrik serta meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.
Puan mengatakan permasalahan internasional antara lain pemanasan global yang memberikan dampak buruk bagi masyarakat global.
Beliau menghimbau parlemen seluruh negara di dunia untuk sangat aktif menjadi bagian dari solusi karena pemerintah saja tidak cukup untuk menyelesaikan tantangan dunia saat ini.
“Parlemen harus membantu membangun kepercayaan yang diperlukan untuk mengubah tatanan dunia. Parlemen harus menegaskan kembali komitmennya terhadap hukum internasional dan Piagam PBB sebagai pedoman hubungan antar negara,” jelas Puan.
Baca juga: 6 Pasukan Penjaga Perdamaian PBB asal Malaysia Terluka dalam Serangan Israel di Lebanon
Pada tahap ini, Puan mengatakan diplomasi parlemen bisa lebih berperan dalam membawa kepentingan masyarakat ke kancah dunia.
Diplomasi juga dianggap sebagai kemampuan untuk bekerja sama dengan pemerintah.
Puan mengatakan, hal ini penting untuk membangun kepercayaan terhadap strategi mengatasi diskriminasi antar negara.
“Kedutaan Besar DPR harus berkontribusi terhadap perdamaian dengan menolak penggunaan senjata untuk menyelesaikan konflik,” jelas politikus PDI Perjuangan itu.
Di hari terakhir konferensi tingkat tinggi (KTT) forum parlemen negara-negara G20, Puan kembali menyinggung isu Israel mengabaikan seruan dunia dan hukum internasional untuk menghentikan serangan terhadap Gaza, Palestina.
Faktanya, eskalasi perang di Wilayah Palestina telah menyebabkan banyak orang menjadi korban.
“Ini yang kita lihat di Gaza, seruan masyarakat internasional untuk mengakhiri perang diabaikan oleh Israel,” lanjutnya. Dengarkan berita dan berita pilihan kami langsung di saluran WhatsApp seluler Anda: https://www .whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Hadiri P20 di Brasil, Puan Singgung Perlunya Reformasi di Tubuh PBB pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Puan Temui Ketua Parlemen Chili, Bahas Penguatan Hubungan Bilateral pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Pertemuan yang berlangsung pada Senin (4/11/2024) malam waktu setempat itu digelar untuk mempererat hubungan Indonesia dan Chile.
“Kunjungan ini penting karena menunjukkan betapa pentingnya DPR RI ingin menjalin kerja sama dengan berbagai negara, walaupun jauh, asalkan banyak manfaatnya bagi masyarakat Indonesia dan negara sahabat, maka itu akan kami lakukan,” ujarnya. . Puan dalam pengumuman resminya, Selasa (5/11/2024).
Baca juga: Setelah Gabung G20, Kenapa Indonesia Mau Daftar BRICS? Berikut pernyataan Menteri Luar Negeri Sugiono
Dalam pertemuan tersebut, Puan menyampaikan kepada Karol bahwa Indonesia memiliki kabinet pemerintahan dan anggota DPR RI baru untuk periode 2024-2029.
Tentu saja saya akan mendorong pemerintahan baru ini untuk memperkuat hubungannya dengan negara-negara Amerika Selatan, termasuk Chile, kata Puan.
Hingga saat ini, kata Puan, Indonesia dan Chile memiliki sejarah hubungan bilateral yang panjang.
Kerja sama kedua negara terus berkembang, tidak hanya di bidang ekonomi dan perdagangan.
Menurut Puan, kerja sama Indonesia dan Chile juga mencakup aspek sosial budaya, pengurangan bencana, pariwisata, dan pendidikan.
Saya mendorong parlemen kedua negara untuk mendukung berbagai rencana peningkatan hubungan kedua negara, kata Puan.
Baca juga: Soal Masuknya PDI Perjuangan ke Kabinet Merah Putih, Puan: Nanti kita bahas.
Ia juga berharap DPR RI dan Parlemen Chile terus bekerja sama dan membahas isu-isu penting untuk mempererat hubungan antar negara.
Puan pun mengajak Karol untuk sering berdiskusi sebagai adik presiden perempuan.
“Saya senang parlemen Chile membentuk Chile-Indonesia Interparlamentarrios Grupos. Kita bisa bertukar pikiran tentang pelaksanaan kerja parlemen di bidang parlemen, anggaran, dan pengawasan,” kata Puan.
Dia melanjutkan dengan mengatakan, “Sebagai perempuan anggota parlemen, kita dapat berbicara untuk memberdayakan perempuan dalam politik di negara kita, dan di seluruh dunia.”
Baca Juga: Pekan Depan, Prabowo Akan Hadiri G20 dan APEC
Pertemuan para pemimpin parlemen negara G20 yang akan digelar di Brazil akan berlangsung selama 3 hari yaitu 6-8 November 2024.
Forum ini diciptakan untuk lebih melibatkan anggota parlemen, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam implementasi hasil yang dicapai kelompok G20, sebagai kelompok negara-negara kuat secara ekonomi di dunia.
Terdapat 62 delegasi dari 35 negara yang akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Selain itu, ada 7 perwakilan lembaga internasional yang diundang, antara lain United Nations (PBB) dan Inter-Parliamentary Union (IPU) yaitu majelis internasional. Dengarkan berita dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Puan Temui Ketua Parlemen Chili, Bahas Penguatan Hubungan Bilateral pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>