Artikel Kenapa Kondom Ada Rasanya? Berikut Manfaatnya dalam Bercinta… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dengan berbagai rasa seperti buah, coklat, kopi atau mint, kondom ini dirancang untuk membuat seks oral semakin menyenangkan dan nyaman.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai alasan penggunaan kondom beraroma dan manfaat yang bisa Anda peroleh, simak ulasan berikut ini.
Baca juga: Mengapa Pakai Kondom Sakit? Begini penjelasannya.. Kenapa kondom rasanya enak?
Awalnya, kondom yang digunakan saat berhubungan seks hanya berbau karet atau bahan kimia.
Namun seiring berjalannya waktu, kondom beraroma pun mulai diproduksi dan kini digemari banyak pasangan yang ingin menambah sensasi atau kenyamanan saat berhubungan seks, terutama saat melakukan seks oral.
Rasa pada kondom biasanya diperoleh dengan menambahkan rasa yang aman digunakan pada area sensitif tubuh.
Menurut Healthline, bahan yang digunakan untuk menambah rasa pada kondom biasanya aman dan telah teruji rasa makanannya, seperti gliserin dan aspartam.
Selain itu, beberapa kondom juga mengandung bahan tambahan seperti pelumas beraroma, untuk meningkatkan sensasi saat berhubungan seks.
Selain meningkatkan sensasi saat melakukan seks oral dan memberikan aroma saat menghirup, kondom beraroma juga menawarkan sejumlah manfaat, antara lain: Mengurangi ketidaknyamanan penggunaan kondom.
Beberapa orang merasa tidak nyaman menggunakan kondom karena berbau atau terasa tidak nyaman.
Kondom beraroma dapat membantu mengatasi masalah tersebut dengan aroma dan sensasi yang dapat menenangkan saat berhubungan seks.
Meskipun ini bukan segalanya dalam hal kenyamanan, ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang tidak menyukai kondom biasa.
Baca juga: Di Mana Kondom Digunakan? Begini penjelasannya… Mengatasi bau tidak sedap pada pelumas
Banyak kondom yang mengandung pelumas yang terkadang menimbulkan rasa atau bau yang tidak sedap.
Kondom beraroma menawarkan pilihan yang lebih menyenangkan yang mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh pelumas. Tingkatkan komunikasi dan keterbukaan dengan pasangan
Menggunakan kondom beraroma dapat membuka kemungkinan untuk mendiskusikan preferensi seksual Anda dengan pasangan dan bereksperimen dengan berbagai rasa atau jenis pelumas.
Artikel Kenapa Kondom Ada Rasanya? Berikut Manfaatnya dalam Bercinta… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Kenapa Pakai Kondom Sakit? Berikut Penjelasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Keluhan yang ditimbulkan akibat penggunaan kondom misalnya vagina terasa nyeri atau sangat kering, dan penis terasa keras. Mengapa menggunakan kondom itu menyakitkan?
Baca juga: Bolehkah Kondom Dipakai Dua Kali? Ini penjelasannya…
Dari Verywell Health dan Planned Parenthood, berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks dengan kondom: Alergi lateks
Kondom yang tersedia di pasaran terbuat dari lateks atau karet.
Pria dan wanita yang alergi terhadap lateks berisiko mengalami masalah dalam penggunaan kondom.
Tubuh mereka tidak bereaksi terhadap rasa gatal, gatal, terbakar dll. Tidak ada lemak
Sebelum berhubungan seks menggunakan kondom, sebaiknya pasangan terlebih dahulu melakukan foreplay atau pemanasan agar penis tidak mengering.
Jika penis kering, wanita berisiko mengalami nyeri bahkan luka pada alat kelamin saat berhubungan.
Pasangan juga bisa menggunakan pelumas pada kondom tahan air untuk mencegah gesekan dan rasa sakit.
Baca juga: Amankah Masuk Dalam dengan Kondom? Ini penjelasannya…
Hipersensitivitas terhadap spermisida
Beberapa kondom mengandung antibiotik seperti nonoxynol-9, yang dapat mengiritasi vagina dan membuat hubungan seks terasa menyakitkan pada beberapa orang. Menggunakan kondom yang salah
Kondom yang terlalu ketat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau menyulitkan penis. Untuk itu pilihlah kondom yang ukurannya sesuai dengan organ reproduksi Anda.
Penting untuk diingat bahwa kondom sebaiknya selalu digunakan saat melakukan hubungan seksual, baik secara vagina maupun anal, terutama jika pasangan Anda terlambat memiliki anak atau tidak ingin melahirkan.
Penggunaan kondom setiap berhubungan seks juga dapat mencegah penyebaran penyakit menular seksual, seperti gonore, sifilis, kusta, kutil kelamin, hepatitis B, dan HIV/AIDS.
Kondom sebaiknya dipakai sebelum penetrasi atau sebelum penis menyentuh vagina untuk mencegah sperma yang dapat menyebabkan ejakulasi. Dengarkan berita dan cerita terkemuka yang kami pilih langsung di ponsel Anda. Pilih saluran favorit Anda untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Kenapa Pakai Kondom Sakit? Berikut Penjelasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Kapan Kondom Digunakan? Berikut Penjelasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Sepasang suami istri menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi setiap kali melakukan hubungan seksual, baik secara vagina, anal, maupun oral.
Baca lebih lanjut di ulasan tentang kapan harus memakai dan melepas kondom.
Baca juga: Bisakah saya menggunakan kondom dua kali? Berikut penjelasannya… Kapan sebaiknya menggunakan kondom?
Menurut Planned Parenthood, kondom sebaiknya digunakan setiap kali berhubungan seks, terutama jika pasangan Anda menunda melahirkan atau tidak ingin memiliki anak.
Menggunakan kondom setiap berhubungan seks dapat membantu mencegah penyebaran penyakit menular seksual seperti gonore, sifilis, klamidia, kutil kelamin, hepatitis B, dan HIV/AIDS.
Waktu pemakaian kondom adalah sebelum penis bersentuhan dengan vagina atau organ lainnya. Artinya, kondom bisa digunakan saat foreplay atau pemanasan.
Namun saat memakai kondom, pastikan penis dalam posisi ereksi penuh agar tidak melorot. Kondom yang menyusut meningkatkan risiko kebocoran dan memungkinkan sperma masuk ke dalam vagina.
Kondom mulut atau kondom lidah juga harus dimasukkan saat foreplay. Maka sebaiknya jangan memasukkan area genital ke dalam mulut jika kondom bersentuhan dengan alat kelamin untuk mencegah risiko infeksi.
Ingatlah bahwa pasangan sebaiknya menggunakan kondom pria, wanita, dan buluh yang masih segar dari kemasannya, tidak kadaluwarsa atau rusak, dan memiliki izin BPOM.
Dengan cara ini, pasangan bisa menggunakan kondom dengan lebih efektif. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kondom yang dipasang dengan benar dapat mencegah 98 persen kehamilan dan meningkatkan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
Baca juga: Amankah Masuk Rumah Pakai Kondom? Ini penjelasannya…
Kapan waktu terbaik melepas kondom?
Kondom sebaiknya segera dilepas setelah pria ejakulasi atau setelah seluruh sperma dikeluarkan.
Melepas kondom segera setelah ejakulasi penting dilakukan untuk mencegah kondom terlepas karena akan mengembalikan ukuran alat kelamin menjadi normal.
Cara melepas kondom yang paling aman adalah dengan memegang ujung selang kondom dengan jari Anda. Kemudian jauhkan penis Anda dari vagina.
Selanjutnya, lilitkan kondom di sekeliling pangkal penis, ikat di bagian bawah agar sperma tidak bocor dan menodai permukaannya. Kondom kemudian bisa dibuang ke tempat sampah.
Baca juga: Apa Gejala Kondom Bocor? Berikut 6 daftarnya… Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Kapan Kondom Digunakan? Berikut Penjelasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>