Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

konsumsi gula berlebih Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/konsumsi-gula-berlebih/ Berita Seputar Global Indonesia Thu, 23 Jan 2025 19:30:53 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://sp-globalindo.co.id/wp-content/uploads/2024/10/cropped-sp-1-32x32.png konsumsi gula berlebih Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/konsumsi-gula-berlebih/ 32 32 Dokter: Konsumsi Gula Berlebih Tingkatkan Risiko Depresi https://sp-globalindo.co.id/dokter-konsumsi-gula-berlebih-tingkatkan-risiko-depresi/ https://sp-globalindo.co.id/dokter-konsumsi-gula-berlebih-tingkatkan-risiko-depresi/#respond Thu, 23 Jan 2025 19:30:53 +0000 https://sp-globalindo.co.id/dokter-konsumsi-gula-berlebih-tingkatkan-risiko-depresi/ KOMPAS.com – Asupan gula yang tinggi atau berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi dan gangguan mental lainnya. “Sayangnya, ternyata gula erat kaitannya dengan depresi. Beberapa orang berkata, ‘Saya depresi jadi ingin makan banyak minuman manis’, tapi situasi ini mungkin bukan...

Artikel Dokter: Konsumsi Gula Berlebih Tingkatkan Risiko Depresi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
KOMPAS.com – Asupan gula yang tinggi atau berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi dan gangguan mental lainnya.

“Sayangnya, ternyata gula erat kaitannya dengan depresi. Beberapa orang berkata, ‘Saya depresi jadi ingin makan banyak minuman manis’, tapi situasi ini mungkin bukan jawabannya. Saya mengerti.” klinik. Rozana Nurfitria Yulia, M. Gizi, Dokter Spesialis Gizi, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Sp.GK, Kamis (23/1/2024) Ditulis Antara.

Baca juga: Apakah Durian Naikkan Kadar Gula Darah?Ini Penjelasannya…

Ia menjelaskan, mengonsumsi gula dalam jumlah besar justru meningkatkan hormon kortisol.

Sebab, kadar gula yang tinggi menyebabkan peradangan dan pelepasan hormon stres kortisol.

“Kortisol sebenarnya meningkatkan kadar gula darah. Ini semacam non-interaksi karena justru meningkatkan kadar gula darah. Jika Anda terus minum gula saat Anda depresi, itu malah akan membuat Anda semakin depresi.” hormon stres kortisol yang akhirnya membuat Anda semakin tertekan,” ujarnya.

Rosana mengungkapkan, ada penelitian yang melibatkan 1,3 juta orang untuk menghitung asupan glukosa makanan.

Telah ditemukan bahwa orang yang mengonsumsi 100 gram gula setiap hari memiliki peluang hampir 28 persen lebih besar terkena depresi.

Rosana mengatakan masyarakat harus lebih memperhatikan asupan gula, terutama dari minuman yang belum diketahui kandungannya.

“Jadi kita perlu benar-benar menyadari bahwa hubungannya dengan penggunaan gula bukan hanya penyakit metabolik saja, tapi kita juga perlu memperhatikan kesehatan mental kita karena asupan gula kita yang tinggi,” ujarnya. Dikatakan.

Lebih lanjut Rozana menjelaskan, konsumsi gula berlebihan juga bisa berdampak langsung pada otak.

Gula merupakan produk yang diperoleh dari karbohidrat. Oleh karena itu, ketika karbohidrat diubah di dalam tubuh menjadi gula sederhana, salah satunya glukosa.

Sekitar 20% asupan karbohidrat, terutama glukosa, digunakan sebagai energi oleh otak sebagai sumber energi utamanya. Namun kadar glukosa dalam tubuh juga harus diperhatikan.

Baca juga: Apa saja obat alami untuk menurunkan kadar gula darah?

Rosana menjelaskan, konsumsi gula berlebih ada dampaknya, dan salah satu dampaknya adalah pada fungsi memori otak.

Kadar gula darah yang tinggi memicu pelepasan hormon bahagia dopamin, sehingga menimbulkan gejala ketagihan dan ketagihan.

Alhasil, ketika dia minum atau makan gula, hatinya menjadi bahagia dan kami merasa itulah solusi yang pada akhirnya membuatnya menginginkan lebih, ujarnya.

“Bahkan orang-orang di Amerika mengatakan bahwa sifat adiktif dari gula sebenarnya memiliki asosiasi dan manfaat yang sama buruknya dengan narkoba dan obat-obatan terlarang, karena gula bersifat adiktif. Jadi… Misalnya, satu sendok teh teh manis sudah cukup bagi saya hari ini.”Saya sekarang ketahuilah bahwa untuk menciptakan rasa penuh dopamin yang sama besok seperti yang saya lakukan kemarin, saya perlu menambahkan lebih dari satu sendok saja, ”ucapnya.

Selain itu, konsumsi gula yang berlebihan juga dapat mengganggu daya ingat, salah satunya menyebabkan sering lupa, tambah Rosana.

“Jadi orang yang banyak makan karbohidrat cenderung lupa karena jelas punya efek yang sama terhadap dopamin. Jadi kalau rawan lupa, usahakan jangan minum terlalu banyak gula,” ujarnya. Dengarkan berita terkini dan cerita yang dipilih dengan cermat langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda dan kunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel Dokter: Konsumsi Gula Berlebih Tingkatkan Risiko Depresi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/dokter-konsumsi-gula-berlebih-tingkatkan-risiko-depresi/feed/ 0
IDAI: Orangtua Perlu Ajak Anak Beraktivitas untuk Cegah Penyakit Gula https://sp-globalindo.co.id/idai-orangtua-perlu-ajak-anak-beraktivitas-untuk-cegah-penyakit-gula-2/ https://sp-globalindo.co.id/idai-orangtua-perlu-ajak-anak-beraktivitas-untuk-cegah-penyakit-gula-2/#respond Sat, 14 Dec 2024 19:01:13 +0000 https://sp-globalindo.co.id/idai-orangtua-perlu-ajak-anak-beraktivitas-untuk-cegah-penyakit-gula-2/ KOMPAS.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendorong para orang tua untuk lebih aktif mendorong anaknya melakukan aktivitas fisik guna melindungi dari risiko penyakit akibat konsumsi gula berlebihan, seperti diabetes. Anggota Unit Kerja Koordinasi Endokrin (UKK) IDAI, Prof Dr Siska...

Artikel IDAI: Orangtua Perlu Ajak Anak Beraktivitas untuk Cegah Penyakit Gula pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
KOMPAS.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendorong para orang tua untuk lebih aktif mendorong anaknya melakukan aktivitas fisik guna melindungi dari risiko penyakit akibat konsumsi gula berlebihan, seperti diabetes.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Endokrin (UKK) IDAI, Prof Dr Siska Mayasari Lubis, MKed(Ped), SpA(K), mengenang pentingnya peran orang tua sebagai role model dalam mengurangi konsumsi gula.

“Orang tua harus menjadi teladan, khususnya teladan dalam mengurangi konsumsi gula,” kata Siska dikutip Antara, Selasa (26/11/2024).

Baca juga: Pengobatan Diabetes: Tak Hanya Gula Darah, Tapi Juga Komplikasi Lainnya

Menurut Siska, orang tua yang baik harusnya mendorong anak untuk aktif.

Aktivitas fisik yang teratur tidak hanya membantu menjaga kesehatan, tetapi juga penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Untuk anak berusia antara tiga hingga lima tahun, orang tua dapat mengajaknya bermain aktif seperti melompat atau bersepeda.

Selain itu, anak usia enam hingga 17 tahun dianjurkan melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat minimal 60 menit sehari, termasuk aktivitas aerobik.

Sebagian besar dari 60 menit atau lebih sehari harus terdiri dari aktivitas seperti berjalan kaki, berlari, atau apa pun yang meningkatkan detak jantung mereka. Dia menambahkan: Setidaknya tiga hari seminggu harus mencakup aktivitas intensitas tinggi.

Selain itu, Siska juga menganjurkan agar anak memperkuat ototnya minimal tiga kali seminggu dengan aktivitas seperti memanjat atau mendorong, dan juga memperkuat tulang seperti melompat atau berlari, yang juga dianjurkan minimal tiga kali seminggu.

Di sisi lain, Siska menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pola makan anak di rumah.

Ingatkan mereka untuk membatasi jajanan manis yang dibuat di rumah agar anak tidak kecanduan gula.

Ia menambahkan, Sebaiknya ajak anak makan bersama di meja makan dan pilih makanan yang lebih sehat seperti sayur mayur, buah-buahan, dan makanan yang banyak mengandung protein.

Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan anak dapat tumbuh sehat, terhindar dari risiko penyakit terkait diabetes, dan mencapai perkembangan optimal dalam setiap aspek kehidupannya.

Baca juga: Apa Ciri-Ciri Orang dengan Masalah Gula Darah? Berikut daftar 12… Dengarkan berita terbaru dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel IDAI: Orangtua Perlu Ajak Anak Beraktivitas untuk Cegah Penyakit Gula pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/idai-orangtua-perlu-ajak-anak-beraktivitas-untuk-cegah-penyakit-gula-2/feed/ 0
IDAI: Orangtua Perlu Ajak Anak Beraktivitas untuk Cegah Penyakit Gula https://sp-globalindo.co.id/idai-orangtua-perlu-ajak-anak-beraktivitas-untuk-cegah-penyakit-gula/ https://sp-globalindo.co.id/idai-orangtua-perlu-ajak-anak-beraktivitas-untuk-cegah-penyakit-gula/#respond Wed, 27 Nov 2024 07:40:51 +0000 https://sp-globalindo.co.id/idai-orangtua-perlu-ajak-anak-beraktivitas-untuk-cegah-penyakit-gula/ KOMPAS.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mendorong anaknya aktif secara fisik guna melindunginya dari risiko penyakit akibat terlalu banyak mengonsumsi gula, seperti diabetes. Anggota Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi (UKK) IDAI Prof. Siska...

Artikel IDAI: Orangtua Perlu Ajak Anak Beraktivitas untuk Cegah Penyakit Gula pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
KOMPAS.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mendorong anaknya aktif secara fisik guna melindunginya dari risiko penyakit akibat terlalu banyak mengonsumsi gula, seperti diabetes.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi (UKK) IDAI Prof.

Siska seperti dikutip Antara, Selasa (26/11/2024), mengatakan, “Orang tua harus menjadi teladan, terutama dalam peran mengurangi konsumsi gula.”

Baca juga: Pengobatan Diabetes: Bukan Hanya Gula Darah, Tapi Masalah Lainnya

Menurut Siska, orang tua yang baik harusnya mendorong anak untuk bekerja keras.

Aktivitas fisik yang teratur tidak hanya membantu menjaga kesehatan, namun penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Bagi anak usia tiga hingga lima tahun, orang tua bisa mengajaknya bermain lebih aktif, seperti berlari atau bersepeda.

Saat ini, untuk anak-anak berusia antara enam dan 17 tahun, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik berat setidaknya 60 menit setiap hari, termasuk latihan aerobik.

“Mayoritas 60 menit atau lebih setiap hari harus mencakup aktivitas seperti berjalan kaki, berlari, atau apa pun yang membuat jantung mereka berdetak lebih cepat. Setidaknya tiga hari dalam seminggu harus mencakup aktivitas yang berat,” tambahnya.

Selain itu, Siska juga menganjurkan agar anak memperkuat ototnya minimal tiga kali seminggu dengan melakukan olahraga seperti jalan kaki atau lari, dan memperkuat tulang dengan lari atau lari yang dianjurkan dilakukan minimal tiga kali seminggu. Pekan.

Di sisi lain, Siska menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pangan anak di rumah.

Ia mengingatkan mereka untuk mengurangi jumlah makanan manis yang disajikan di rumah agar anak tidak terkena diabetes.

“Sebaiknya ajak anak makan bersama di meja makan dan pilih makanan sehat seperti sayur mayur, buah-buahan dan makanan yang banyak berprotein,” imbuhnya.

Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan anak dapat tumbuh sehat, terhindar dari risiko diabetes, dan berkembang secara optimal dalam segala aspek kehidupannya.

Baca juga: Apa Gejala Penderita Masalah Gula Darah? Berikut daftar 12… Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel IDAI: Orangtua Perlu Ajak Anak Beraktivitas untuk Cegah Penyakit Gula pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/idai-orangtua-perlu-ajak-anak-beraktivitas-untuk-cegah-penyakit-gula/feed/ 0