Artikel ICC Akan Perintahkan Tangkap Pemimpin Militer Myanmar Min Aung Hlaing pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Rencana penangkapan tersebut dibatalkan karena dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap etnis Rohingya.
Sebuah panel yang terdiri dari tiga jaksa ICC akan memutuskan apakah mereka setuju bahwa Min Aung Hlaing bertanggung jawab secara pidana atas deportasi dan penganiayaan terhadap Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh.
Baca juga: Konflik di Myanmar menghambat proyek ambisius Tiongkok
Belum diumumkan kapan keputusan tersebut akan diambil, namun biasanya diperlukan waktu sekitar tiga bulan hingga surat perintah dikeluarkan.
Juru bicara junta Myanmar tidak membalas telepon Reuters ketika dimintai komentar.
Surat perintah penangkapan tersebut dikeluarkan setelah dilakukan penyelidikan menyeluruh, independen dan imparsial oleh Kejaksaan. Permintaan mandat lainnya akan menyusul.
Lebih dari 730.000 warga Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari operasi militer Myanmar, yang menurut PBB bertujuan untuk melakukan genosida.
Myanmar membantah tuduhan genosida terhadap etnis minoritas dan selalu menegaskan bahwa pihaknya tidak menargetkan warga sipil. Mereka mengklaim itu adalah operasi militer melawan teroris.
Baca juga: Strategi ASEAN Atasi Krisis Myanmar Krisis Ekonomi Myanmar, Lonjakan Ekspor Obat
Myanmar bukan anggota ICC, namun hakim mengatakan dalam putusannya pada tahun 2018 dan 2019 bahwa ICC memiliki yurisdiksi atas dugaan kejahatan lintas batas, beberapa di antaranya terjadi di negara tetangga, anggota ICC, Bangladesh.
Akibatnya, jaksa dapat membuka penyelidikan formal.
Jaksa ICC mengatakan: “Ini adalah pertama kalinya kantor ini mengajukan permintaan surat perintah penangkapan terhadap pejabat senior Pemerintah Myanmar. Permintaan lebih lanjut akan menyusul.”
BACA JUGA: Warga negara bagian Rakhine mengecam penyiksaan yang dilakukan junta militer Myanmar Dengarkan berita terkini dan pilihan terbaik kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel ICC Akan Perintahkan Tangkap Pemimpin Militer Myanmar Min Aung Hlaing pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel GLOBAL NEWS Ledakan Terjadi di Konsulat China di Myanmar pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka, menurut pemberitaan media setempat yang menyebutkan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh alat peledak.
Dilaporkan kantor berita AFP, ledakan terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Gedung konsulat Tiongkok berada di pusat Mandalay, di selatan Istana Kerajaan.
Baca Juga: Konflik Myanmar Hambat Proyek Ambisius China
Junta Myanmar pada Sabtu malam (19/10/2024) menuduh teroris berada di balik ledakan yang sedang diselidiki bersama pejabat konsulat.
Keamanan gedung segera meningkatkan pengamanan pasca ledakan.
“Sekitar dua kaki (0,6 meter) ubin tanah liat di atap bangunan dua lantai itu rusak,” kata junta.
Pejabat Myanmar di Mandalay mengonfirmasi kepada AFP bahwa insiden tersebut terjadi di konsulat Tiongkok di Mandalay pada larut malam.
Baca juga: Saat Myanmar Surut, Jalan Australia Semakin Banyak Banjir… Banjir Besar Myanmar Tewaskan 226 Orang
“Tidak ada yang terluka,” kata pejabat itu, tanpa menjelaskan secara spesifik kejadian tersebut.
Media Irrawaddy memberitakan, sebuah granat dilemparkan ke kompleks yang biasanya dijaga aparat keamanan Myanmar.
Surat kabar Voice of Myanmar melaporkan bahwa konsulat dilanda ledakan yang tidak diketahui penyebabnya. Belum ada informasi lebih lanjut dari siaran pers mereka.
Sementara itu, Kedutaan Besar Tiongkok di Yangon belum menanggapi pertanyaan AFP.
Tiongkok adalah sekutu utama dan pemasok senjata bagi junta Myanmar, namun Tiongkok juga memiliki hubungan dengan kelompok perlawanan etnis di negara bagian Shan, Myanmar utara.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi dan mengambil alih kekuasaan pada tahun 2021.
Baca juga: Puluhan WNI Diduga Disiksa di Myanmar Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel GLOBAL NEWS Ledakan Terjadi di Konsulat China di Myanmar pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>