Artikel 3 Alasan Mengapa Anda Harus Menggunakan Lantai Laminasi di Rumah pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Selain kayu dan ubin, alternatif jenis penutup lantai yang bisa Anda pilih adalah laminasi.
Berikut tiga alasan mengapa Anda harus menggunakan lantai laminasi di rumah.
Baca juga: Pelajari Perbedaan Lantai Kayu Solid dan Lantai Laminasi
Ketahanan
Hal utama yang harus Anda perhatikan saat memilih material penutup lantai adalah ketahanannya.
Karena memiliki lapisan atas aluminium oksida, lantai laminasi tahan terhadap goresan, penyok, pudar, dan noda.
Lantai laminasi memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda. Mulai dari AC 1 yang paling tidak tahan lama hingga AC 5 yang merupakan lantai laminasi dengan kualitas terbaik.
Baca juga: Bolehkah Membersihkan Semua Jenis Lantai dengan Cuka?
Instalasi sederhana
Pemasangan yang mudah adalah keunggulan lain dari laminasi. Lantai ini memiliki fitur floating interlocking, yang berarti papan-papan tersebut dipasang satu sama lain melalui lidah dan alur, bukan ke lantai bawah.
Sistem bebas lem ini sangat mudah dipasang dan memungkinkan pemasangan di hampir semua permukaan lantai.
Memuat
Kebanyakan konsumen memilih laminasi karena harganya yang murah, namun tetap memiliki tampilan yang elegan.
Lantai laminasi harganya lebih murah dibandingkan jenis lantai lainnya, namun bahannya dirancang agar tahan lama.
Meski murah, lantai laminasi memberi Anda tampilan kayu keras atau ubin yang realistis tanpa menghabiskan banyak uang. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel 3 Alasan Mengapa Anda Harus Menggunakan Lantai Laminasi di Rumah pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Jangan Gunakan Pel Uap di Jenis Lantai Berikut Ini! pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Namun tidak semua jenis lantai bisa dipel dengan uap karena dapat menyebabkan kerusakan.
Di bawah ini adalah berbagai jenis lantai yang tidak boleh dipel dengan uap, seperti tercantum di halaman HGTV.
Baca juga: Sebelum Menggunakan Lantai Mezzanine, Pikirkan Terlebih Dahulu.
Lantai kayu yang direkayasa
Meskipun lantai parket tahan lama, namun perlu direkatkan dengan perekat. Jika dibersihkan dengan alat pel uap justru akan mempengaruhi kualitas perekat yang digunakan.
Kelembapan dapat merembes ke sela-sela lapisan, melemahkan ikatan dan merusak lantai secara permanen.
Lantai kayu solid
Hindari menggunakan pel uap pada lantai kayu keras yang tidak terkena noda karena lebih sensitif dan mudah rusak karena kelembapan berlebih.
Baca juga: 5 Pilihan Lantai Terbaik untuk Penderita Alergi
Memecahkan dlm lapisan tipis
Menggunakan pel uap menimbulkan terlalu banyak kelembapan pada lantai laminasi, yang sering kali terbuat dari lapisan serat/papan chip yang dipadatkan.
Paparan uap dari alat pel dapat menyebabkan lantai membengkak dan melengkung.
Lantai marmer
Alat pel uap yang beroperasi pada suhu tinggi dapat merusak lantai marmer yang memiliki banyak pori-pori.
Anda tetap bisa menghilangkan kotoran pada marmer menggunakan alat pel uap, namun pastikan Anda menyetel alat pada suhu yang lebih rendah.
Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan WhatsApp sudah terinstal.
Artikel Jangan Gunakan Pel Uap di Jenis Lantai Berikut Ini! pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel 5 Pilihan Penutup Lantai Terbaik untuk Penderita Alergi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Jika Anda tidak membersihkan rumah dengan benar, hal ini dapat mencemari udara dalam ruangan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Selain itu, jamur dan lumut tumbuh subur di area lembap, termasuk lantai. Kuman jamur dan lumut dapat menyebabkan alergi atau gejala asma dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
Jika di rumah Anda terdapat penghuni yang menderita alergi, pertimbangkan untuk menggunakan bahan-bahan berikut ini sebagai bahan penutup lantai.
1. Lantai kayu
Lantai kayu menjadi pilihan terbaik bagi penderita alergi. Permukaan lantai kayu tidak mudah menampung debu dan kotoran sehingga mudah dibersihkan.
Namun sebaiknya gunakan deterjen lembut atau air hangat untuk menghilangkan noda, juga jangan gunakan pembersih lantai yang bersifat abrasif untuk mencegah kerusakan.
Baca juga: Mengapa Anda Harus Memilih Keramik Tekstur Kayu untuk Lantai Rumah Anda?
2. Lantai laminasi
Lantai laminasi sangat mudah dibersihkan sehingga menjadi pilihan yang cocok bagi penderita alergi.
Selain itu, lantai laminasi tahan terhadap noda atau tumpahan, sehingga mencegah terbentuknya kelembapan dan jamur.
Baca juga: Mengapa Lantai Terasa Lengket Setelah Digosok?
3. Lantai vinil
Lantai vinyl merupakan pilihan lantai yang mudah dibersihkan, termasuk debu dan kotoran yang membandel.
Namun, tidak ada celah saat memasang lantai vinyl sehingga mengurangi peluang tumbuhnya jamur.
4. Lantai batu alam
Dikenal karena daya tahan, ketampanan, dan pengerjaannya, lantai batu alam dianggap sebagai pilihan lantai hipoalergenik terbaik.
Namun, beberapa jenis batu alam yang pinggirannya kasar dapat mengandung partikel debu, serbuk sari, bahkan jamur. Oleh karena itu, pilihlah lantai batu yang dipoles seperti marmer.
5. Lantai linoleum
Lantai linoleum merupakan lantai yang terbuat dari bahan linen dan biasanya mudah pecah jika dibuang.
Meski tidak terlalu populer, permukaan lantai linoleum mudah dibersihkan dan dibersihkan dari debu, noda, dan kotoran. Dengarkan pilihan berita terkini dan berita utama kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel 5 Pilihan Penutup Lantai Terbaik untuk Penderita Alergi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>