Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Latiao Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/latiao/ Berita Seputar Global Indonesia Sun, 08 Dec 2024 09:51:07 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://sp-globalindo.co.id/wp-content/uploads/2024/10/cropped-sp-1-32x32.png Latiao Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/latiao/ 32 32 Infeksi Bakteri Bacillus Cereus Menyebabkan Penyakit Apa? Ini Ulasannya… https://sp-globalindo.co.id/infeksi-bakteri-bacillus-cereus-menyebabkan-penyakit-apa-ini-ulasannya/ https://sp-globalindo.co.id/infeksi-bakteri-bacillus-cereus-menyebabkan-penyakit-apa-ini-ulasannya/#respond Sun, 08 Dec 2024 09:51:07 +0000 https://sp-globalindo.co.id/infeksi-bakteri-bacillus-cereus-menyebabkan-penyakit-apa-ini-ulasannya/ KOMPAS.com – Bacillus cereus ditemukan pada sampel makanan ringan asal China, latiao, berdasarkan laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Jumat (11/1/2024). BPOM menguji 73 produk latiao yang beredar di Indonesia, empat di antaranya ditemukan mengandung bakteri Bacillus cereus....

Artikel Infeksi Bakteri Bacillus Cereus Menyebabkan Penyakit Apa? Ini Ulasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
KOMPAS.com – Bacillus cereus ditemukan pada sampel makanan ringan asal China, latiao, berdasarkan laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Jumat (11/1/2024).

BPOM menguji 73 produk latiao yang beredar di Indonesia, empat di antaranya ditemukan mengandung bakteri Bacillus cereus.

Infeksi bakteri Bacillus cereus berbahaya karena dapat menyebabkan keracunan makanan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan kontaminasi bakteri menyebabkan banyak orang mengalami gejala keracunan makanan, antara lain sakit perut, pusing, mual, dan muntah.

Selain keracunan makanan, ada gangguan kesehatan lain yang disebabkan oleh infeksi Bacillus cereus. Hal ini akan dibahas dalam artikel ini.

Baca Juga: Belajar dari Latiao Ingat BPOM: Apa Itu Bacillus Cereus? Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Bacillus cereus

Perhatikan bahwa Bacillus cereus adalah bakteri yang sangat kecil yang membentuk spora yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop.

Menurut Klinik Cleveland, Bacillus cereus atau B. cereus menghasilkan zat atau racun berbahaya yang dapat membuat orang sakit.

Dampak dari penyakit mikroskopis bakterial ini tidak hanya dapat menyerang saluran pencernaan (saluran lambung), namun juga bagian tubuh lainnya.

Infeksi Bacillus cereus pada saluran pencernaan dapat menyebabkan gangguan kesehatan sebagai berikut: Diare.

Menurut WebMD, Anda mungkin mengalami diare akibat infeksi bakteri umum B. cereus karena enterotoksin.

Enterotoksin adalah zat berbahaya bagi sistem pencernaan yang dihasilkan oleh bakteri tertentu.

Keracunan makanan biasanya terjadi 6-15 jam setelah mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri, dalam hal ini latiao, terinfeksi bakteri Bacillus cereus. membersihkan

Efek samping umum lainnya jika saluran pencernaan terinfeksi bakteri B. cereus muntah, atau yang disebut muntah.

Anda mungkin muntah 1-6 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi.

Selain terkontaminasi latiao, makanan yang paling banyak terinfeksi B. cereus dan menyebabkan muntah nasi.

Baca juga: Infeksi virus mematikan meningkat di Jepang, kata para ahli …

Artikel Infeksi Bakteri Bacillus Cereus Menyebabkan Penyakit Apa? Ini Ulasannya… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/infeksi-bakteri-bacillus-cereus-menyebabkan-penyakit-apa-ini-ulasannya/feed/ 0
Belajar dari Penarikan Latiao oleh BPOM: Apa Itu Bakteri Bacillus Cereus? https://sp-globalindo.co.id/belajar-dari-penarikan-latiao-oleh-bpom-apa-itu-bakteri-bacillus-cereus/ https://sp-globalindo.co.id/belajar-dari-penarikan-latiao-oleh-bpom-apa-itu-bakteri-bacillus-cereus/#respond Sun, 17 Nov 2024 02:21:02 +0000 https://sp-globalindo.co.id/belajar-dari-penarikan-latiao-oleh-bpom-apa-itu-bakteri-bacillus-cereus/ KOMPAS.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (BPOM) menghentikan sementara pengiriman makanan “spicy strip” dari China karena terkontaminasi Bacillus cereus. Penghentian sementara peredaran mie pedas di pasaran merupakan respon BPOM setelah mendapat laporan adanya kejadian keracunan makanan khusus (KLBKP)...

Artikel Belajar dari Penarikan Latiao oleh BPOM: Apa Itu Bakteri Bacillus Cereus? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
KOMPAS.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (BPOM) menghentikan sementara pengiriman makanan “spicy strip” dari China karena terkontaminasi Bacillus cereus.

Penghentian sementara peredaran mie pedas di pasaran merupakan respon BPOM setelah mendapat laporan adanya kejadian keracunan makanan khusus (KLBKP) usai mengonsumsi mie pedas di banyak tempat.

Wilayah KLBKP meliputi Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangsel, Bandung Barat, dan Pamikasan.

Baca juga: BPOM hentikan distribusi produk Latioa setelah ditemukan keracunan makanan

Sebelumnya, Antara pada Minggu (7/7/2024) menyebutkan 16 siswa SDN Cidadap I Kecamatan Sukaraja keracunan setelah mengonsumsi produk La Tiao, La Tiao Tiao, dan La Tiao Latiru Pedas.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, BPOM menemukan bukti adanya Bacillus cereus pada kandungan Latio, dilansir Antara, Jumat (11 Januari 2024).

BPOM menganalisis 73 produk tie-down yang beredar di Indonesia, empat di antaranya ditemukan mengandung Bacillus cereus.

Direktur Jenderal BPOM Taruna Ikrar mengatakan, virus menular tersebut menyebabkan korbannya mengalami gejala keracunan, antara lain sakit perut, sakit kepala, mual, dan muntah.

Dari penarikan kembali produk tie-bar BPOM, kita dapat mengetahui beberapa informasi tentang Bacillus cereus. Artikel dibawah ini akan menjelaskan hal tersebut.

Baca Juga: 12 Masalah Keracunan Makanan yang Perlu Diwaspadai Apa Itu Bacillus cereus?

Bacillus cereus, atau Bacillus cereus, adalah mikroorganisme yang menghasilkan racun (racun) berbahaya, menurut Klinik Cleveland.

Bacillus cereus yang menyerang usus dapat menyebabkan keracunan makanan. Pemulihan dari penyakit ini terjadi dengan cepat dalam waktu 24 jam.

Makanan yang biasa menyebabkan keracunan makanan bila terkontaminasi Bacillus cereus antara lain: Ikan Kaldu Susu Sayuran Nasi Keju Keju Kue Kering Kentang Sushi

Baca juga: 15 Jenis Keracunan Makanan yang Perlu Diwaspadai

Namun, infeksi yang lebih serius dapat terjadi jika infeksi terjadi di area tubuh selain saluran cerna (parenteral B. cereus).

Apalagi jika daya tahan tubuh Anda lemah atau Anda pernah terluka akibat operasi atau trauma.

Infeksi yang lebih serius yang disebabkan oleh bakteri parenteral Bacillus cereus termasuk bakteremia, endophthalmitis, abses, meningitis, dan pneumonia.

Bacillus cereus parenteral umumnya ditemukan pada debu, kayu, tanah dan air. Bakteri tersebut kemudian menyerang mata, saluran pernapasan, dan luka.

Baca Juga: 6 Cara Mengobati Keracunan Makanan di Rumah

Artikel Belajar dari Penarikan Latiao oleh BPOM: Apa Itu Bakteri Bacillus Cereus? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/belajar-dari-penarikan-latiao-oleh-bpom-apa-itu-bakteri-bacillus-cereus/feed/ 0
BPOM Hentikan Peredaran Produk Latiao setelah Temuan Keracunan Makanan https://sp-globalindo.co.id/bpom-hentikan-peredaran-produk-latiao-setelah-temuan-keracunan-makanan/ https://sp-globalindo.co.id/bpom-hentikan-peredaran-produk-latiao-setelah-temuan-keracunan-makanan/#respond Wed, 13 Nov 2024 03:20:53 +0000 https://sp-globalindo.co.id/bpom-hentikan-peredaran-produk-latiao-setelah-temuan-keracunan-makanan/ KOMPAS.com – Latio food asal China dihentikan sementara setelah adanya laporan keracunan di beberapa daerah. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghentikan sementara seluruh peredaran produk Latio untuk melindungi kesehatan masyarakat. Kepala BPOM Taruna Ikrar saat jumpa pers di Jakarta,...

Artikel BPOM Hentikan Peredaran Produk Latiao setelah Temuan Keracunan Makanan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
KOMPAS.com – Latio food asal China dihentikan sementara setelah adanya laporan keracunan di beberapa daerah.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghentikan sementara seluruh peredaran produk Latio untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Kepala BPOM Taruna Ikrar saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (11/11/2024) berbicara tentang racun Latio, produk pangan olahan China dari tujuh wilayah China: Lampang, Sukabumi, Wonosobo, Tangsel. Pesan yang diterima. Bandung Barat dan Pamekasan.

Antara mengutip Taruna Iqrar mengatakan, “Hasil uji laboratorium berdasarkan pengujian yang dilakukan terhadap produk penyebab KLBKP (kejadian darurat keracunan makanan) menunjukkan adanya tanda-tanda kontaminasi bakteri Bacillus cereus.”

Baca Juga: Apa Itu Intoleransi Laktosa? Apa itu Bacillus cereus?

Menurut Klinik Cleveland, Bacillus cereus (B. cereus) merupakan bakteri yang menghasilkan senyawa berbahaya (racun) yang dapat membuat Anda sakit.

Ada dua jenis bakteri dan masing-masing menyerang bagian tubuh yang berbeda, yaitu usus dan bagian tubuh lain selain usus.

Bakteri B. cereus yang menyerang usus dapat menyebabkan keracunan makanan.

Keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri ini biasanya cepat sembuh tanpa memerlukan pengobatan khusus.

Namun, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau lemah dapat mengalami penyakit yang lebih serius.

Baca Juga: 5 Gejala Keracunan Ayam Negebul Gejala Keracunan Bacillus Cereus Menurut Dokter

Bakteri Bacillus cereus menghasilkan senyawa berbahaya yang bersifat racun bagi tubuh.

Para taruna mengalami beberapa gejala keracunan Bacillus cereus, antara lain sakit perut, pusing, mual, dan muntah.

Saat ini, lanjutnya, terdapat 73 produk Latio yang beredar dan empat produk terbukti mengandung bakteri tersebut.

Pihaknya juga meninjau fasilitas distribusi, khususnya gudang importir dan distributor. BPOM bertekad tidak mematuhi Cara Distribusi Pangan Olahan yang Baik (CperPOB).

Langkah yang mereka lakukan adalah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menghentikan penjualan Latio secara online serta menghapus dan memusnahkan produk yang dikaitkan dengan KLBKP.

“Kami meminta importir segera melaporkan proses penyitaan dan pemusnahan ini kepada Badan POM dan pelaksanaannya akan terus kami monitor,” ujarnya.

Selain menghentikan sementara distribusi Latio, pihak tersebut juga menghentikan sementara pendaftaran dan impor produk tersebut sebagai tindakan pencegahan sementara kasus tersebut diselidiki lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Taruna Iqrar mengingatkan masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dan selalu memantau keamanan pangan yang dikonsumsi.

Taruna mengingatkan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui untuk menghindari konsumsi makanan olahan pedas dan memilih makanan yang aman dan berkualitas.

BPOM akan terus memperkuat pengawasan pra pasar dan pasca pasar terhadap produk pangan yang beredar di masyarakat, ujarnya. Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel BPOM Hentikan Peredaran Produk Latiao setelah Temuan Keracunan Makanan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/bpom-hentikan-peredaran-produk-latiao-setelah-temuan-keracunan-makanan/feed/ 0
Belajar dari Penarikan Latio oleh BPOM: Apa Itu Bakteri Bacillus Cereus? https://sp-globalindo.co.id/belajar-dari-penarikan-latio-oleh-bpom-apa-itu-bakteri-bacillus-cereus/ https://sp-globalindo.co.id/belajar-dari-penarikan-latio-oleh-bpom-apa-itu-bakteri-bacillus-cereus/#respond Sun, 03 Nov 2024 03:00:54 +0000 https://sp-globalindo.co.id/belajar-dari-penarikan-latio-oleh-bpom-apa-itu-bakteri-bacillus-cereus/ KOMPAS.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghentikan sementara peredaran makanan asal China, “latiao” karena terkontaminasi bakteri Bacillus cereus. Penghentian sementara peredaran latiao di pasaran merupakan respons BPOM setelah mendapat laporan adanya kejadian khusus keracunan makanan (KLBKP) di banyak...

Artikel Belajar dari Penarikan Latio oleh BPOM: Apa Itu Bakteri Bacillus Cereus? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
KOMPAS.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghentikan sementara peredaran makanan asal China, “latiao” karena terkontaminasi bakteri Bacillus cereus.

Penghentian sementara peredaran latiao di pasaran merupakan respons BPOM setelah mendapat laporan adanya kejadian khusus keracunan makanan (KLBKP) di banyak tempat usai mengonsumsi latiao.

Wilayah KLBKP meliputi Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangsel, Bandung Barat, dan Pamekasan.

Baca Juga: BPOM Hentikan Distribusi Produk Latioa Setelah Ditemukan Keracunan Makanan

Sebelumnya, dikutip Antara, Minggu (7/7/2024), 16 siswa SDN Cidadap I Kecamatan Sukaraja keracunan akibat memakan produk Latiao, Latiao Strip, dan Latiru Pedas Pedas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, BPOM menemukan indikasi adanya bakteri Bacillus cereus pada kandungan latiao, seperti dilansir Antara, Jumat (11/1/2024).

BPOM menganalisis 73 produk Latiao yang beredar di Indonesia, empat di antaranya ditemukan mengandung bakteri Bacillus cereus.

Direktur BPOM Taruna Ikrar mengatakan, virus menular tersebut menyebabkan korbannya mengalami gejala keracunan seperti sakit perut, sakit kepala, mual, dan muntah.

Dari penarikan kembali produk Latiao oleh BPOM, ada sesuatu yang bisa kita pelajari tentang bakteri Bacillus cereus. Artikel ini akan menjelaskannya.

Baca juga: 12 Masalah Keracunan Makanan yang Harus Diwaspadai Apa Itu Bakteri Bacillus cereus?

Menurut Klinik Cleveland, Bacillus cereus atau B. cereus merupakan organisme mikroskopis yang menghasilkan racun berbahaya (toksin).

Bakteri B. cereus yang menyerang usus menyebabkan keracunan makanan. Penyakit ini pulih dengan cepat dalam waktu 24 jam.

Makanan yang biasa menyebabkan keracunan makanan bila terkontaminasi bakteri Bacillus cereus antara lain: Ikan Produk susu Daging Sup Sayuran Nasi Keju Pasta Kue Kering Kentang Sushi

Baca juga: 15 Jenis Keracunan Makanan yang Harus Diwaspadai

Namun, Anda mungkin mengalami infeksi yang lebih serius jika infeksi terjadi di bagian tubuh selain saluran pencernaan (B. cereus non-intestinal).

Apalagi jika daya tahan tubuh lemah atau Anda mengalami cedera akibat operasi atau trauma.

Infeksi yang lebih serius yang disebabkan oleh bakteri nonintestinal B. cereus termasuk bakteremia, endophthalmitis, abses, meningitis, dan pneumonia.

B. cereus non-usus banyak ditemukan pada debu, kayu, tanah, dan air. Kemudian bakteri tersebut menyerang mata, saluran pernapasan, dan luka.

Baca juga: 6 Cara Mengobati Keracunan Makanan di Rumah

Artikel Belajar dari Penarikan Latio oleh BPOM: Apa Itu Bakteri Bacillus Cereus? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/belajar-dari-penarikan-latio-oleh-bpom-apa-itu-bakteri-bacillus-cereus/feed/ 0