Artikel Baterai Motor Listrik, Lebih Cocok Lithium Ion atau LFP? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka saat mewawancarai cawapres nomor urut satu Muhaimin Iskandar, di mana tim pemenangannya kerap menyinggung keunggulan baterai LFP.
Baca juga: Alasan menderek kendaraan berat tidak selalu karena masalah mesin
Baterai LFP dikenal bebas nikel. Sedangkan Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Oleh karena itu, jika kita terus mendukung LFP, hal ini akan sangat mempengaruhi daya saing Indonesia di kancah dunia.
Sekadar informasi, saat ini terdapat berbagai jenis baterai untuk mobil listrik, mulai dari yang biasa yaitu lithium ion, kemudian lithium ferrophosphate atau LFP, dan lead acid atau SLA yang menggunakan cairan elektrolit berbasis asam.
Nah di antara ketiga jenis aki tersebut, aki manakah yang cocok untuk sepeda motor listrik?
Hedro Sutono, juru bicara Asosiasi Sepeda Motor Listrik mengatakan: “Kami sebenarnya belum bisa mengatakan mana yang (paling cocok) penggunaannya, umumnya tergantung dari sifat mobil itu sendiri karena berkaitan dengan kepadatan masing-masing.” (Kosmik), di Kompas.com, Senin (22/1/2024).
Baca Juga: Produsen Bahan Bakar Mengatakan Knalpotnya Dingin
Meski kata Hendro, harus diakui dari ketiganya kepadatan energi baterai SLA paling rendah, nomor dua atau menengah dari baterai LFP, dan yang tertinggi adalah baterai lithium ion yang menggunakan katoda berupa nikel. , kobalt, mangan atau NCM.
“Kepadatan energi adalah hubungan antara energi dan volume. Sesederhana itu, kapasitas kubiknya sama, misalnya dalam botol ada 1 liter air, sekarang energinya lebih banyak, seperti RON pada bensin”. katanya.
Dari kesimpulan tersebut, kata Hendro, jika bicara kapasitas, baterai lithium-ion saat ini cocok untuk sepeda motor listrik.
Katanya: “Karena untuk sepeda motor yang ruang baterainya sedikit lebih baik menggunakan lithium-ion karena ruang yang kecil pun bisa menyerap banyak energi, yang kita kenal dalam satuan baterai adalah ampere-jam (Ah).”
Baca juga: Warga Minta PO Bus Cerdas Gunakan Klakson Basuri
Baterai lithium-ion (NCM) untuk sepeda motor listrik mudah diberi peringkat, disusul LFP di posisi kedua, sedangkan SLA cocok untuk sepeda motor listrik mahal.
Dia berkata: “Baterai SLA memiliki konsumsi daya yang rendah, baterai SLA berukuran besar dan berat, tetapi konsumsi dayanya rendah.” Dengarkan berita terbaru dan pilih berita di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Baterai Motor Listrik, Lebih Cocok Lithium Ion atau LFP? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel GLOBAL NEWS Klaim Kelebihan Baterai LFP yang Dipakai Mobil Listrik BYD pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Ketiga model tersebut menggunakan baterai LFP (Lithium Iron-Phosphate) yang disebut Baterai Blade.
Baterai LFP yang digunakan BYD tidak memerlukan cadangan nikel dan memiliki keunggulan lebih aman dibandingkan jenis baterai lainnya, seperti nikel-mangan-kobalt-oksida (NMC) dan lithium ion.
Baca juga: Masalah Mesin Bukan Alasan Menderek Kendaraan Berat
Baterai LFP ini memiliki keunggulan jangkauan hingga 600 km, serta memiliki tingkat keamanan yang tinggi jika terjadi benturan atau kerusakan, serta tidak mengeluarkan api atau gas.
BYD juga melakukan pengujian baterai, dimana baterai NMC meledak dan terbakar ketika dipotong menjadi logam. Saat ini, baterai LFP tidak merespons pembatalan setrika.
“Baterai LFP sangat andal dan tahan lama. “Desain baterai yang unik memiliki kepadatan energi yang tinggi dan sangat andal untuk kendaraan listrik BYD,” kata CEO BYD Motor Indonesia Eagle Zhao baru-baru ini kepada Kompas.com.
Pada tahun 2022, BYD Group memutuskan untuk meluncurkan FinDreams Battery dan mendirikan bisnis manufaktur baterai independen.
Baca Juga: Ingat, Usia Minimal Pengendara Sepeda Listrik adalah 12 Tahun
FinDream memiliki dua fasilitas produksi, unit pertama berkapasitas 20.000 gigawatt yang mampu memproduksi 500.000 baterai, dan unit kedua berkapasitas 15.000 gigawatt yang mampu memproduksi 300.000 baterai.
Kedua fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi 850.000 baterai per tahun. FinDreams memproduksi baterai tidak hanya untuk kendaraan listrik, tetapi juga untuk perangkat elektronik lainnya. Dengarkan berita dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com, pilih saluran berita favorit Anda: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel GLOBAL NEWS Klaim Kelebihan Baterai LFP yang Dipakai Mobil Listrik BYD pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>