Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

membesarkan anak Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/membesarkan-anak/ Berita Seputar Global Indonesia Wed, 30 Oct 2024 19:51:19 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://sp-globalindo.co.id/wp-content/uploads/2024/10/cropped-sp-1-32x32.png membesarkan anak Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/membesarkan-anak/ 32 32 2 Penyebab Korban Mom-Shaming Tidak Berani Melawan https://sp-globalindo.co.id/2-penyebab-korban-mom-shaming-tidak-berani-melawan/ https://sp-globalindo.co.id/2-penyebab-korban-mom-shaming-tidak-berani-melawan/#respond Wed, 30 Oct 2024 19:51:19 +0000 https://sp-globalindo.co.id/2-penyebab-korban-mom-shaming-tidak-berani-melawan/ JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Health Collaboration Center (HCC), Dr. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. Hal ini menunjukkan bahwa ada dua alasan mengapa ibu korban kekerasan tidak berani melawan. Mother-haming adalah menyalahkan atau mempermalukan ibu atas cara dia membesarkan anaknya....

Artikel 2 Penyebab Korban Mom-Shaming Tidak Berani Melawan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Health Collaboration Center (HCC), Dr. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. Hal ini menunjukkan bahwa ada dua alasan mengapa ibu korban kekerasan tidak berani melawan.

Mother-haming adalah menyalahkan atau mempermalukan ibu atas cara dia membesarkan anaknya.

Secara umum, kritik tidak membangun dan justru berdampak pada kesehatan mental dan fisik ibu. Mengapa ibu tidak berani melawan? Berikut alasannya : 1. Ibu saya dipermalukan oleh keluarga

Sebuah studi HCC baru yang dilakukan oleh HCC, berlangsung mulai Maret 2024 dan melibatkan 892 ibu di Indonesia sebagai peserta.

Dari ratusan peserta, 72 persen atau tujuh dari 10 ibu di Indonesia pernah mengalami mother-hametrics. Hanya 23 persen dari 72 persen yang berani melawan.

“Pertama, karena tidak ada dukungan untuk sistem nuklir,” kata Dr. Ray di Batavia, Senin (7/1/2024).

Sistem sentral yang dimaksud adalah sistem pendukung yang mencakup lingkungan ibu dan lingkungan tempat tinggalnya.

Namun, tidak semua ibu mendukung sistem di bidang ini.

Baca juga: Ibu-ibu yang Jatuh Korban Rasa Malu, Hanya 23 Persen Ibu-Ibu di Indonesia yang Melawan

“53 persen ibu di Indonesia, yaitu lima dari sepuluh, mengalami pemaksaan keibuan dari keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya,” kata Ray. Sebenarnya ini sangat penting.

Selanjutnya, 50,6 persen responden survei mengalami rasa malu sebagai ibu yang berasal dari anggota keluarga, dan 29 persen dari teman di lingkungan sekitar dan di tempat kerja.

“Perjuangan melawan rasa malu pada ibu sebenarnya didorong oleh laki-laki, sulit sekali secara hukum dan lingkungan karena dampaknya tidak hanya pada orang tua tetapi juga keharmonisan keluarga,” kata Ray. 2. Tidak ada akses untuk membantu

Alasan kedua mengapa para ibu tidak berani menghadapi mom-haming adalah kurangnya akses terhadap bantuan profesional yaitu konselor atau psikolog.

“Sumber daya ini seharusnya memberikan dampak yang besar. Namun aksesnya sangat terbatas, sangat terbatas, terutama bagi psikolog dan konselor parenting,” kata Ray.

Baca juga: Cara-cara Mempermalukan Ibu yang Umum Terjadi di Indonesia, Termasuk Komentar Pola Asuhnya.

Jadi, katanya, dua alasan inilah yang menentukan mengapa para ibu tidak berani melawan ibu dan mencari pertolongan.

“Dia hanya mendapat 11 persen dan dia aktif (menerima bantuan),” kata Ray.

Sebagai catatan, penelitian HCC menunjukkan bahwa kemarahan ibu berdampak signifikan terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan emosional mereka.

Sebab, pelaku atau pelaku yang mempermalukan ibu tersebut berasal dari lingkungan intinya sendiri yaitu keluarga, saudara, dan lingkungan tempat tinggalnya.

Sementara itu, peserta penelitian terlihat cukup berbeda dalam hal tingkat pendidikan terakhir, usia, profesi, status perkawinan, dan jumlah anak.

Baca juga: Saat Perilaku Prososial di Indonesia Pasangan dengan Ibu Dipermalukan di Dunia Parenting… Simak berita terhangat dan berita kami pilih langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda Akses saluran whatsapp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel 2 Penyebab Korban Mom-Shaming Tidak Berani Melawan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/2-penyebab-korban-mom-shaming-tidak-berani-melawan/feed/ 0
SP NEWS GLOBAL Korban Mom-Shaming Berpotensi Melakukan Hal yang Sama ke Ibu Lain, Mengapa? https://sp-globalindo.co.id/korban-mom-shaming-berpotensi-melakukan-hal-yang-sama-ke-ibu-lain-mengapa/ https://sp-globalindo.co.id/korban-mom-shaming-berpotensi-melakukan-hal-yang-sama-ke-ibu-lain-mengapa/#respond Sat, 26 Oct 2024 06:50:59 +0000 https://sp-globalindo.co.id/korban-mom-shaming-berpotensi-melakukan-hal-yang-sama-ke-ibu-lain-mengapa/ JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang ibu yang mengalami rasa malu sebagai ibu berpeluang besar menjadi ibu yang dipermalukan oleh ibu lainnya. Hal tersebut terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan Health Center (HCC) pada Maret 2024 dan melibatkan 892 orang tua di...

Artikel SP NEWS GLOBAL Korban Mom-Shaming Berpotensi Melakukan Hal yang Sama ke Ibu Lain, Mengapa? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang ibu yang mengalami rasa malu sebagai ibu berpeluang besar menjadi ibu yang dipermalukan oleh ibu lainnya.

Hal tersebut terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan Health Center (HCC) pada Maret 2024 dan melibatkan 892 orang tua di Indonesia sebagai responden.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa 72 persen atau tujuh dari 10 ibu Indonesia pernah mengalami kehamilan.

Direktur HCC, Dr. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. di Jakarta, Senin (1/7/2024).

Lanjutnya, seorang ibu yang bertemu ibu ke ibu dan tidak mendapat dukungan tiga kali lebih besar kemungkinannya untuk melakukan stigmatisasi terhadap ibu lainnya.

Mom-shaming adalah tindakan mengkritik atau mempermalukan seorang ibu atas cara dia membesarkan anaknya.

Baca juga: Benarkah Ibu yang Baru Pertama Kali Bertemu Ibu Lebih Banyak Kesempatannya?

Biasanya kritik yang diberikan tidak membangun dan justru berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Ray menjelaskan, penelantaran ibu terhadap orang tua merupakan salah satu bentuk kompensasi dalam ilmu perilaku.

“Ketika ada yang dirugikan, mereka ingin melihat ada pihak lain yang merasakan penderitaan yang sama,” jelas Ray.

Ini adalah bentuk kompensasi standar. Namun, yang tidak umum adalah ketika ibu yang melakukan kekerasan melakukan hal yang sama terhadap orang tua mereka. Alasan mengapa ibu yang melakukan kekerasan berperilaku serupa

Ray mengatakan ada dimensi moral yang sama dalam tindakan mempermalukan ibu terhadap korban ibu-ibu lain. Dia berharap orang tua lain merasakan hal yang sama.

“Mungkin dengan begitu dia bisa mencari cara baru untuk mendukung. Makanya dia butuh bantuan psikolog,” ujarnya.

Psikolog dapat membantu ibu yang mengalami kekerasan agar tidak melakukan hal yang sama kepada orang tua lainnya, dan mencari dukungan dari pihak lain.

Sayangnya, akses bantuan psikolog dan konselor untuk permasalahan rumah tangga masih sangat terbatas.

Oleh karena itu, masih banyak ibu-ibu yang dianiaya oleh ibu-ibu yang mempermalukan ibu kepada ibu-ibu lain sebagai sumbernya.

Ray berkata: “Penelitian kami menunjukkan masih ada orang tua yang ingin berbagi, atau ‘Saya ingin Anda mendengar ibu yang malu, kami akan mencari solusinya.’ “

Sekadar informasi, responden yang mengikuti penelitian HCC sangat beragam baik dari segi pendidikan, usia, pekerjaan, status perkawinan, dan jumlah anak.

Penelitian menunjukkan bahwa dampak rasa malu terhadap ibu sangat signifikan terhadap kesehatan mental dan emosional ibu.

Pasalnya, pelaku mother-shaming berasal dari lingkungan yaitu keluarga, saudara, dan tetangga di mana ia tinggal.

Baca juga: Kebanyakan pelaku mother-shaming di Indonesia adalah anggota keluarga. Dengarkan berita terkini dan pilih berita di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel SP NEWS GLOBAL Korban Mom-Shaming Berpotensi Melakukan Hal yang Sama ke Ibu Lain, Mengapa? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/korban-mom-shaming-berpotensi-melakukan-hal-yang-sama-ke-ibu-lain-mengapa/feed/ 0
SP NEWS GLOBAL Betulkah First-time Mom Berpotensi Lebih Tinggi Mengalami Mom-shaming? https://sp-globalindo.co.id/betulkah-first-time-mom-berpotensi-lebih-tinggi-mengalami-mom-shaming/ https://sp-globalindo.co.id/betulkah-first-time-mom-berpotensi-lebih-tinggi-mengalami-mom-shaming/#respond Sat, 19 Oct 2024 06:00:58 +0000 https://sp-globalindo.co.id/betulkah-first-time-mom-berpotensi-lebih-tinggi-mengalami-mom-shaming/ JAKARTA, KOMPAS.com – Ibu yang baru pertama kali menjadi ibu memiliki potensi lebih tinggi mengalami rasa malu sebagai ibu. Mother shaming adalah mengkritik atau mempermalukan seorang ibu atas cara dia membesarkan anaknya. Biasanya kritik yang dilontarkan tidak membangun dan justru...

Artikel SP NEWS GLOBAL Betulkah First-time Mom Berpotensi Lebih Tinggi Mengalami Mom-shaming? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Ibu yang baru pertama kali menjadi ibu memiliki potensi lebih tinggi mengalami rasa malu sebagai ibu.

Mother shaming adalah mengkritik atau mempermalukan seorang ibu atas cara dia membesarkan anaknya.

Biasanya kritik yang dilontarkan tidak membangun dan justru berdampak pada kesehatan fisik dan mental ibu.

“Peluang ibu yang baru pertama kali mengalami mother shaming. Kenapa? Karena tidak punya referensi (model parenting),” kata Ketua Health Cooperation Center (HCC), Dr. dr. Ray Vagiu Basrovi, MKK, FRSPH. Jakarta, Senin (1/7/2024).

Baca juga: Mengenal Mom-Shaming, Fenomena yang Terjadi di Kalangan Ibu di Indonesia

Sebagai orang tua baru, para ibu hanya memiliki ibu, ibu mertua, tetangga bahkan teman yang mengetahui cara terbaik dalam membesarkan anaknya.

Melalui pengalaman para wanita yang sudah menjadi ibu atau dikenal sebagai bagian dari support system, banyak hal yang bisa dipelajari oleh seorang ibu baru.

Sayangnya, hal ini hanya bisa berjalan mulus jika mereka mendukung pola asuh ibu baru.

“Parahnya kalau support systemnya tidak berfungsi. Dia depresi,” kata Ray.

Seorang ibu bisa saja merasa tertekan ketika orang-orang yang seharusnya menjadi pendukungnya malah mempermalukannya.

Ray tak memungkiri, ada pula yang menganggap “kritik” mereka sebagai bentuk dukungan terhadap sang ibu.

Faktanya, kritik apa pun bisa dikategorikan sebagai mother shaming.

Menurutnya, masyarakat Indonesia harus berpikir bersama bagaimana mengemas kritik sebagai dukungan.

Sebab, pola asuh orang tua bersifat subyektif karena setiap anak berbeda-beda. Jadi ibu butuh dukungan, bukan kritik.

Baca juga: Kebanyakan pelaku mother-shaming di Indonesia adalah keluarga

“Jadi ungkapan dan persepsinya harus diubah. Persepsi orang tua dan tetangga ‘harus menerima kritik’. Itu salah. Pola asuh orang tua tidak boleh dikritik, yang bisa didukung,” kata Ray.

Ray menjelaskan, ketika seseorang mengkritik suatu hal, kritik tersebut biasanya didasarkan pada pengalaman.

Artikel SP NEWS GLOBAL Betulkah First-time Mom Berpotensi Lebih Tinggi Mengalami Mom-shaming? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/betulkah-first-time-mom-berpotensi-lebih-tinggi-mengalami-mom-shaming/feed/ 0