Artikel Mengapa Bukalapak Tutup Layanan Marketplace Produk Fisik? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Kini, Bukalapak akan fokus menjual barang virtual, seperti token elektronik, pulsa prabayar, voucher, dan lain-lain.
Alasan penutupan bisnis yang fokus pada produk fisik adalah karena perusahaan sedang melakukan transformasi bisnis.
“Kami informasikan bahwa Bukalapak akan menjalani transisi dalam upaya fokus pada Barang Virtual,” tulis Bukalapak di blog resminya. Sebagai bagian dari langkah ini, kita harus berhenti berjualan ke Body Shop di Marketplace Bukalapak.” .
Penutupan ini adalah bagian dari perubahan besar yang dilakukan perusahaan. Bukalapak berencana mengalihkan fokus bisnisnya ke penjualan virtual.
Baca juga: Sejarah Bukalap, 15 Tahun Dibangun hingga Layanan Bisnis Ditutup
Pada tahun 2021, Bukalapak menyatakan telah mulai melakukan perubahan pada bisnis barang virtual, game, belanja, investasi, dan Mitra Bukalapak.
Rencana tersebut disebut-sebut telah diumumkan melalui Informasi Publik yang dipublikasikan pada Oktober 2024 tahun lalu.
“Kami yakin dengan fokus pada layanan barang virtual, Bukalapak dapat memperkuat posisinya di ekosistem digital dan memberikan layanan terbaik kepada pengguna,” tulis Bukalapak dalam keterangan yang diterima KompasTekno, Rabu (1 Oktober 2025).
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk tetap relevan dan kompetitif di pasar,” tambah Bukalapak.
Sementara penjualan jenazah harus dihentikan secara bertahap. Pengguna masih bisa memesan produk hingga Kamis 9 Februari 2025 pukul 23.59 WIB.
Mulai 1 Februari 2025 akan ditutup khusus penambahan produk baru. Seluruh pesanan yang tidak dilakukan sebelum tanggal 2 Maret 2025 akan dibatalkan dan sejumlah pesanan akan dikembalikan kepada pembeli BukaDompet.
Sekadar informasi, meski terjadi perubahan bisnis, aplikasi dan website Bukalapak tetap bisa diakses seperti biasa. Dulunya merupakan pasar terbesar ketiga
Selama 15 tahun beroperasi, Bukalapak berhasil menorehkan banyak prestasi dari pelayanannya di pasar. Salah satunya terjadi pada tahun 2021, ketika Bukalapak menjadi bisnis ketiga yang paling banyak dikunjungi di Indonesia.
Kemacetan saat itu didorong oleh peralihan perilaku konsumen ke belanja online di masa pandemi Covid-19.
Berdasarkan data Same Web, pada Februari 2021 Bukalapak mencatatkan traffic share sebesar 8,23 persen dengan total kunjungan bulanan sebanyak 13,58 juta.
Artikel Mengapa Bukalapak Tutup Layanan Marketplace Produk Fisik? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Ketika Bukalapak Kini Tutup Lapak Produk Fisik… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dengan langkah tersebut, Bukalapak tidak lagi menjual berbagai produk fisik seperti pakaian, elektronik, dan kosmetik.
Sebaliknya, platform ini berfokus pada penjualan produk tertentu, termasuk voucher, pulsa, dan token listrik.
Perubahan bisnis ini dilakukan setelah 15 tahun beraktivitas.
Berbagai prestasi selama itu dibukukan Bukalpak, seperti menjadi unicorn pertama pada tahun 2018 dan menempati posisi ketiga sebagai pasar dengan trafik tertinggi di Indonesia pada tahun 2021.
Namun perjalanan Bukalpak sejak awal penuh permasalahan.
Baca juga: Kenapa Bukalapak Tutup Layanan Pasar Produknya?
Bukalapak didirikan pada tahun 2010 oleh Ahmed Zaki dan dua rekannya, Fajarin Rasheed dan Nogrohu Harochino.
Mereka menciptakan Bukalapak sebagai pasar tempat para penjual bisa berjualan secara online.
Namun masa awal pertumbuhan Bucklapak sulit.
Dikutip dari Antara News, platform ini tidak memiliki pengunjung saat mulai beroperasi. Sebagian besar pengguna pada tahun 2010 masih asing dengan pasar belanja online.
Selain itu, Bukalapak juga kesulitan mencari penjual yang bersedia berjualan di platform tersebut.
Diambil dari Kr Asia, salah satu dari lima bisnis yang ingin mencoba berjualan di Bookpack saat itu. Krisis keuangan melanda Bucalpec pada tahun 2011, baru berumur satu tahun.
Meski populer di kalangan pengguna sepeda dan mampu mencatatkan 8,7 juta page views per bulan, namun pendapatan dari iklan masih rendah, dari 6 juta menjadi 10 juta.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Bukalapak mendapat investasi sebesar Rp 2 miliar dari pemodal ventura asal Jepang, Takeshi Ebihara.
Seiring berjalannya waktu, Bukalapak berhasil mencatatkan pertumbuhan yang signifikan.
Artikel Ketika Bukalapak Kini Tutup Lapak Produk Fisik… pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>