Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Operasi Tangkap Tangan Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/operasi-tangkap-tangan/ Berita Seputar Global Indonesia Sun, 06 Apr 2025 02:20:56 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://sp-globalindo.co.id/wp-content/uploads/2024/10/cropped-sp-1-32x32.png Operasi Tangkap Tangan Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/operasi-tangkap-tangan/ 32 32 KPK Lakukan OTT di Pekanbaru https://sp-globalindo.co.id/kpk-lakukan-ott-di-pekanbaru/ https://sp-globalindo.co.id/kpk-lakukan-ott-di-pekanbaru/#respond Sun, 06 Apr 2025 02:20:56 +0000 https://sp-globalindo.co.id/kpk-lakukan-ott-di-pekanbaru/ Jakarta, Kompas.com – Disabilitas Komite Pertahanan SAD Anda mengatakan Zechar Riau, Senin (2/2024). “Sejujurnya adalah bahwa KPK menambahkan tangan Anda terhadap negara bagian Pekaranbar Ria,” Wakil Presiden KPK Nurul malam terakhir. Namun, Komite Senat – Dewan tidak mengungkapkan identifikasi penyihir...

Artikel KPK Lakukan OTT di Pekanbaru pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
Jakarta, Kompas.com – Disabilitas Komite Pertahanan SAD Anda mengatakan Zechar Riau, Senin (2/2024).

“Sejujurnya adalah bahwa KPK menambahkan tangan Anda terhadap negara bagian Pekaranbar Ria,” Wakil Presiden KPK Nurul malam terakhir.

Namun, Komite Senat – Dewan tidak mengungkapkan identifikasi penyihir yang terperangkap dalam bedah diam.

Baca Juga: Mengambil Halaman Ottre Ottre, KPK: Aktivitas Harta Karun

Ghufron mengatakan kelompok CPC juga memproses proses uji 1×24 berdasarkan undang -undang.

“Tolong buat pasien pertama setelah selesai, kami akan berbicara dengan daerah itu,” katanya. Lihat berita dan akun alternatif kami secara langsung di ponsel Anda. Pilih akses saluran utama Anda ke country.com whatsapp: httpspp.com/chtanel/0029vafpdbpzk13hox2hox.hox Pastikan untuk menginstal aplikasi OnHatAppp.

Artikel KPK Lakukan OTT di Pekanbaru pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/kpk-lakukan-ott-di-pekanbaru/feed/ 0
Kaleidoskop 2024: Noda Hitam KPK, Kasus Pungli Rutan hingga Kalah Praperadilan https://sp-globalindo.co.id/kaleidoskop-2024-noda-hitam-kpk-kasus-pungli-rutan-hingga-kalah-praperadilan/ https://sp-globalindo.co.id/kaleidoskop-2024-noda-hitam-kpk-kasus-pungli-rutan-hingga-kalah-praperadilan/#respond Thu, 09 Jan 2025 20:01:02 +0000 https://sp-globalindo.co.id/kaleidoskop-2024-noda-hitam-kpk-kasus-pungli-rutan-hingga-kalah-praperadilan/ JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2024 memiliki banyak titik hitam. Mengungkap kasus pungutan liar di Rutan KPK dan pelanggaran etik yang dilakukan pimpinan KPK merupakan suatu hal yang ironis karena KPK ingin menjadi organisasi yang bersih...

Artikel Kaleidoskop 2024: Noda Hitam KPK, Kasus Pungli Rutan hingga Kalah Praperadilan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2024 memiliki banyak titik hitam.

Mengungkap kasus pungutan liar di Rutan KPK dan pelanggaran etik yang dilakukan pimpinan KPK merupakan suatu hal yang ironis karena KPK ingin menjadi organisasi yang bersih dan berintegritas.

Di sisi lain, tindakan yang diambil Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2024 tampaknya tidak tegas, hal ini mencerminkan kurangnya penangkapan. KPK ditangkap karena pemerasan

Pada awal tahun 2024, 78 pegawai ASN KPK bersaksi melanggar etika dan membayar pajak ilegal (pungli) di Rutan KPK.

Komite Kewaspadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah memberikan hukuman tegas kepada 78 orang melalui amnesti langsung.

Baca juga: Terdakwa Pemerasan di Penjara KPK Teriakkan Anaknya Dibenci Anak Koruptor Besar

“Sanksi yang dijatuhkan sangat berat berupa permintaan maaf segera ke masyarakat,” kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Tumpak Hatorangan Panggabean.

Kasus dugaan pemerasan ini ditemukan Dewas KPK dengan penemuan awal sebesar Rp4 miliar sejak Desember 2021 hingga Maret 2023.

Transaksi panas diduga terkait penyelundupan uang dan alat komunikasi narapidana kasus korupsi serta menunjukkan tanda-tanda suap dan pemerasan.

Dewas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut jumlah uang pungli di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjumlah lebih dari Rp 6 miliar selama periode 2018-2023.

Baca juga: Jaksa dan Terdakwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mempertimbangkan keputusan hakim

Pada 13 Desember 2024, hakim Pengadilan Tipikor (PN) memvonis 15 mantan pegawai KPK dengan hukuman 4-5 tahun penjara.

Hakim menilai para terdakwa melanggar Pasal 12 huruf e UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. OTT tenang

Pada tahun 2024, Komisi Pemberantasan Korupsi hanya akan melakukan 5 kali operasi sanksi (OTT).

Pertama, OTT terkait Bupati Labuan Batu Erik Adtrada Ritonga.

Bupati Labuhanbatu ditangkap terkait kasus korupsi pengadaan barang/jasa yang diterima dari APBD.

Kedua, KPK menangkap 11 orang dalam OTT terkait kasus korupsi dan pemerasan Pemkot Sidoarjo, Jawa Timur.

Artikel Kaleidoskop 2024: Noda Hitam KPK, Kasus Pungli Rutan hingga Kalah Praperadilan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/kaleidoskop-2024-noda-hitam-kpk-kasus-pungli-rutan-hingga-kalah-praperadilan/feed/ 0
Anggota DPR Hasbiallah Ilyas Jelaskan Pernyataannya soal “KPK Telepon Dulu Pejabat Korupsi” https://sp-globalindo.co.id/anggota-dpr-hasbiallah-ilyas-jelaskan-pernyataannya-soal-kpk-telepon-dulu-pejabat-korupsi/ https://sp-globalindo.co.id/anggota-dpr-hasbiallah-ilyas-jelaskan-pernyataannya-soal-kpk-telepon-dulu-pejabat-korupsi/#respond Thu, 02 Jan 2025 22:40:59 +0000 https://sp-globalindo.co.id/anggota-dpr-hasbiallah-ilyas-jelaskan-pernyataannya-soal-kpk-telepon-dulu-pejabat-korupsi/ JAKARTA, KOMPAS.com – Hasbiallah Ilyas, Anggota Komisi III DPR RI dari Kelompok PKB, menjelaskan maksud pernyataan tersebut, ia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghubungi pihak yang diduga korupsi sebelum melakukan operasi penangkapan manual ( OTT). ). Husby menjelaskan pernyataannya sebagai...

Artikel Anggota DPR Hasbiallah Ilyas Jelaskan Pernyataannya soal “KPK Telepon Dulu Pejabat Korupsi” pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Hasbiallah Ilyas, Anggota Komisi III DPR RI dari Kelompok PKB, menjelaskan maksud pernyataan tersebut, ia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghubungi pihak yang diduga korupsi sebelum melakukan operasi penangkapan manual ( OTT). ).

Husby menjelaskan pernyataannya sebagai upaya untuk menekankan pencegahan sebagai sarana utama pencegahan korupsi.

Ia mengaku setuju dengan Operasi Penangkapan (OTT) namun menyarankan agar dilakukan tindakan preventif terlebih dahulu agar tidak merugikan dana masyarakat.

Maksud saya tujuan utama saya adalah pencegahan, bukan berarti tidak mau (OTT), bukan berarti tidak setuju dengan penangkapan, kata Hasbiallah usai dikonfirmasi, Senin (25). /11/2024).

“Saya setuju, saya bilang di awal saya setuju,” lanjutnya.

Baca Juga: Profil dan Harta Kekayaan Anggota DPR Hasbialla Ilyas. Dia menyarankan agar Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil aparat yang diduga korupsi, bukan OTT

Sebelumnya dalam uji kelayakan dan kebugaran calon Dewan Pengurus (Dewas) KPK, Hasby mengaku sependapat dengan mantan Menteri Perkapalan dan Investasi (Marwes) Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut OTT KPK adalah kampungan.

Bahkan, Hasbi meminta tanggapan dari calon Dewas KPK saat itu, Wisnu Barotho, agar OTT KPK dibubarkan.

Husby mengatakan, OTT PKC merupakan bentuk kerugian finansial dan pemborosan anggaran bagi pemerintah.

Hal ini karena korupsi telah terjadi dan negara akan kembali menderita kerugian karena membiayai operasi penangkapan PKT.

“Saya pernah bertanya kepada salah satu mantan pimpinan PKC untuk menerapkan OTT selama setahun, berapa dana yang harus kami keluarkan. Ini persoalan kita, kenapa KPK lebih banyak melakukan pemborosan? OTT dalam satu tahun, sudah setahun uang pemerintah hilang sebelum disita, katanya.

Baca Juga: Drama OTT Gubernur Bengkulu 3 Jam PKC Lecehkan Mercia Rohid

Untuk menghindari kerugian negara, dia kemudian menyarankan agar KPK menghubungi tersangka korupsi tersebut.

Dengan demikian, tidak terjadi korupsi dan tidak ada kerugian yang ditimbulkan pada negara.

“Kenapa kita tidak bisa, kalau nanti terpilih harus mengambil sikap ekstrem. Misalnya kita tahu ada pejabat pemerintah, gubernur, atau bupati yang melakukan korupsi atau ada tanda-tanda korupsi, paling tidak kita laporkan dan serukan, “Hei pak, jangan korupsi.” Saya memergoki Anda melakukan korupsi.” “Semua sudah siap, dana masyarakat tidak akan dirugikan,” ujarnya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses WhatsApp Kompas.com saluran: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

Artikel Anggota DPR Hasbiallah Ilyas Jelaskan Pernyataannya soal “KPK Telepon Dulu Pejabat Korupsi” pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/anggota-dpr-hasbiallah-ilyas-jelaskan-pernyataannya-soal-kpk-telepon-dulu-pejabat-korupsi/feed/ 0
Pj Wali Kota Pekanbaru Ditangkap, Eks Penyidik KPK Sebut OTT Efektif Bongkar Korupsi https://sp-globalindo.co.id/pj-wali-kota-pekanbaru-ditangkap-eks-penyidik-kpk-sebut-ott-efektif-bongkar-korupsi/ https://sp-globalindo.co.id/pj-wali-kota-pekanbaru-ditangkap-eks-penyidik-kpk-sebut-ott-efektif-bongkar-korupsi/#respond Fri, 27 Dec 2024 19:40:53 +0000 https://sp-globalindo.co.id/pj-wali-kota-pekanbaru-ditangkap-eks-penyidik-kpk-sebut-ott-efektif-bongkar-korupsi/ JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) UD Purnomo Harhap mengatakan Operasi Kuat (OTT) Wali Kota Eksekutif Pekanbaru, Riau, Risanander Mahiwa membuktikan OTT masih perlu dilaksanakan KPK. Yudi mengatakan strategi antikorupsi ini efektif memberantas korupsi dengan menelusuri aset...

Artikel Pj Wali Kota Pekanbaru Ditangkap, Eks Penyidik KPK Sebut OTT Efektif Bongkar Korupsi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) UD Purnomo Harhap mengatakan Operasi Kuat (OTT) Wali Kota Eksekutif Pekanbaru, Riau, Risanander Mahiwa membuktikan OTT masih perlu dilaksanakan KPK.

Yudi mengatakan strategi antikorupsi ini efektif memberantas korupsi dengan menelusuri aset yang tidak diketahui jenisnya dan menggunakan transaksi keuangan yang sulit diakses.

Hal ini semakin membuktikan bahwa OTT KPK sangat penting untuk menangkap pelaku korupsi yang menggunakan uang tunai saat menerima suap, gratifikasi, atau pemerasan, kata Yudi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/12/2024).

UD mengatakan penangkapan Risanander juga menjadi bukti OTT KPK sebelumnya, yakni Gubernur Bengkulu Rohidin Mercia dan Pemda Kalsel tidak mengkritik kepala daerah yang menyerah.

Baca Juga: Biografi dan Aset Pj Wali Kota Pekanbaru Risanander Mahiwa Terjaring OTT KPK

Menurut dia, pemerintah daerah sepertinya tidak takut korupsi karena penangkapan yang banyak membuat koruptor masuk penjara.

Perilaku ini terjadi karena kepala daerah hanya peduli bagaimana mendapatkan uang dari korupsi selama berkuasa, kata Yudi.

Mantan Ketua Forum Pekerja Komisi Pemberantasan Korupsi ini mengatakan, ada empat cara korupsi yang dilakukan kepala daerah, yakni suap untuk mendapatkan izin, oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), lelang, atau pembelian. dan menjual. Suap dari pengusaha dalam proyek pembelian hak milik, serta barang dan jasa.

Meski upaya pemberantasan korupsi telah dilaksanakan, kepala daerah tetap korup karena bertindak berdasarkan kebutuhan dan menggunakan kekuasaannya.

“Mekanisme pemerintahan yang dipimpinnya harus dijalankan dengan integritas dan tidak korup,” ujarnya.

Baca Juga: OTT di Pekanbaru, KPK Tangkap Wali Kota Penanggung Jawab

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Gufron dan Johannes Tanak membenarkan penyidik ​​KPK dan tim penyidik ​​melakukan OTT di Pekanbaru kemarin, Senin (2/12/2024).

Tanak mengatakan, salah satu petugas yang ditangkap adalah Wali Kota Pekanbaru Risanander Mahiwa.

Namun sejauh ini KPK belum membeberkan lebih lanjut mengenai dugaan kejahatan yang dilakukan Risanander dan bukti-bukti yang ditemukan. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

Artikel Pj Wali Kota Pekanbaru Ditangkap, Eks Penyidik KPK Sebut OTT Efektif Bongkar Korupsi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/pj-wali-kota-pekanbaru-ditangkap-eks-penyidik-kpk-sebut-ott-efektif-bongkar-korupsi/feed/ 0
Pimpinan KPK Sebut OTT Tak Mungkin Dihilangkan https://sp-globalindo.co.id/pimpinan-kpk-sebut-ott-tak-mungkin-dihilangkan/ https://sp-globalindo.co.id/pimpinan-kpk-sebut-ott-tak-mungkin-dihilangkan/#respond Tue, 24 Dec 2024 21:40:54 +0000 https://sp-globalindo.co.id/pimpinan-kpk-sebut-ott-tak-mungkin-dihilangkan/ JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Aleksander Marwada menegaskan, kegiatan berpegang tangan atau operasi tangkap tangan (OTT) yang biasa dilakukan penyidik ​​KPK tidak bisa dihilangkan. Aleksandar mengatakan, penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi penindakan yang merupakan salah satu...

Artikel Pimpinan KPK Sebut OTT Tak Mungkin Dihilangkan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Aleksander Marwada menegaskan, kegiatan berpegang tangan atau operasi tangkap tangan (OTT) yang biasa dilakukan penyidik ​​KPK tidak bisa dihilangkan.

Aleksandar mengatakan, penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi penindakan yang merupakan salah satu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Handholding itu bagian dari kasus. Jadi saya rasa tidak akan hilang. Juga ada perangkatnya. Mungkin Anda terlalu selektif ya,” kata Alex di Gedung Merah Putih PKC, Jakarta. Rabu (20 November 2024).

Alex mengamini istilah OTT tidak ada dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Baca juga: Johannes Tanak Ingin Hapus OTT KPK, Komisi III DPR Apresiasi

Namun, dia mengingatkan KUHAP memuat frasa “tertangkap basah”.

“Sebenarnya kata OTT itu tidak ada di KUHAP. Tidak ada di KUHAP. Buang saja karena sudah diatur undang-undang,” kata Alex.

Alex mengaku membenarkan pernyataan Johannes Tanaka yang ingin menghapuskan OTT PKC jika terpilih menjadi ketua umum PKC.

Tanak memberi tahu Alex bahwa tidak ada kata OTT dalam undang-undang.

“Tapi saya konfirmasi ke Pak JT (Johannis Tanak), Pak JT bilang tidak ada OTT atau penangkapan di UU KPK. “Ya, itu tidak disebutkan,” kata Alex.

Baca Juga: Johannes Tanak Ingin OTT PKC, ICV Dihapus: Menyesatkan

Sebelumnya, Johannes Tanak mengatakan ingin menghapuskan OTT jika terpilih menjadi presiden PKC di masa depan.

“Kalau boleh mohon izin, jadi ketua, saya tutup, tutup karena (OTT) tidak sesuai esensi KUHAP,” ujarnya seraya memberikan uji kelayakan dan kepatutan kepada KPK. . Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024) Calon Pimpinan.

Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari anggota Komisi III di seberang aula.

Dari segi makna, pembedahan dalam kamus bahasa Indonesia sama dengan pembedahan, dimana dokter dan tenaga kesehatan harus melakukan persiapan dan perencanaan yang matang sebelum melakukan suatu operasi.

Sedangkan menurut KUHAP, yang dimaksud dengan tertangkap basah adalah peristiwa yang terjadi seketika dan pelakunya ditangkap dan dijadikan tersangka, kata Tanak.

“Kalau ada pelakunya tertangkap basah pasti tidak ada perencanaan, kalau ada rencana, ada rencana, ada kejadian tiba-tiba tertangkap, ini tumpang tindih yang tidak patut,” kata Wakapolri. Komisi Pemberantasan Korupsi.

Baca Juga: Anggota Devas Benny Mamodo Ingin PKC Diatur UU OTT

Thanak mengaku sejak awal menilai OTT adalah kegiatan yang tidak pantas berdasarkan argumen tersebut.

Namun, ia kehilangan suara dari para pemimpin PKT lainnya yang setuju bahwa OTT adalah langkah penting untuk memberantas korupsi.

“Banyak yang bilang itu tradisi, apakah tradisi itu bisa diterapkan, saya tidak bisa membantahnya,” kata Tanak. Dengarkan berita terbaru dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://vvv.vhatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel Pimpinan KPK Sebut OTT Tak Mungkin Dihilangkan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/pimpinan-kpk-sebut-ott-tak-mungkin-dihilangkan/feed/ 0
Capim KPK Setyo Budiyanto: OTT Tak Perlu Banyak, Harus Selektif https://sp-globalindo.co.id/capim-kpk-setyo-budiyanto-ott-tak-perlu-banyak-harus-selektif/ https://sp-globalindo.co.id/capim-kpk-setyo-budiyanto-ott-tak-perlu-banyak-harus-selektif/#respond Sat, 14 Dec 2024 06:10:52 +0000 https://sp-globalindo.co.id/capim-kpk-setyo-budiyanto-ott-tak-perlu-banyak-harus-selektif/ JAKARTA, KOMPAS.com – Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) Setyo Budiyanto menilai KPK tidak perlu melakukan banyak operasi tangkap tangan (OTT), melainkan harus selektif berdasarkan skala prioritas. Setyo juga menegaskan, OTT dalam menjalankan tugasnya harus benar-benar memperhatikan kelengkapan alat...

Artikel Capim KPK Setyo Budiyanto: OTT Tak Perlu Banyak, Harus Selektif pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) Setyo Budiyanto menilai KPK tidak perlu melakukan banyak operasi tangkap tangan (OTT), melainkan harus selektif berdasarkan skala prioritas.

Setyo juga menegaskan, OTT dalam menjalankan tugasnya harus benar-benar memperhatikan kelengkapan alat bukti dan mengantisipasi risiko kesalahan.

“OTT tidak harus banyak, harus benar-benar selektif, prioritas, tapi tetap perlu waktu. Benar-benar selektif, menetapkan prioritas untuk mengantisipasi hal-hal, misalnya pemeriksaan pendahuluan dan sebagainya, kata Setio, Senin (18/11/2024) saat acara uji kelayakan pimpinan KPK di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Sehingga harus sangat selektif dan diterapkan secara ketat dan tertib, tanpa melakukan hal-hal yang tidak diperlukan. Minimalkan kesalahan, jangan melakukan hal-hal yang beresiko tapi bisa menimbulkan hal yang lebih besar, lanjutnya.

Baca Juga: Pimpinan KPK Setyo Budiyanto Akan Hapuskan Lift Khusus Pimpinan KPK

Mantan Direktur Investigasi BPK ini juga menegaskan, agar OTT tetap dilakukan oleh BPK.

Sebab, OTT kerap menjadi pintu gerbang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka kasus korupsi lebih besar.

“(OTT) diharapkan bisa mengungkap hal-hal yang bisa disampaikan nanti ya ikan besar,” ujarnya.

Hal ini disampaikan Setyo menanggapi pertanyaan Anggota Komite III DPR RI dari Fraksi Gerindra Bob Hasan yang menilai KPK terkesan mengutamakan OTT karena KPK selalu mencari celah hukum untuk menangkap tersangka. pelanggar korupsi. .

Baca Juga: Pimpinan Senior KPK Setyo Budiyanto Sebut Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Harus Diuji Mahkamah Konstitusi

Bob Hassan kemudian meminta Setio menjelaskan langkah yang akan diambil jika terpilih menjadi pimpinan KPK untuk mencegah dan memberantas korupsi.

Ia juga membahas tujuan pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberantas korupsi dan mengatasi kelemahan Kejaksaan (Kejagung) dan Polri dalam menangani permasalahan tersebut.

“Apakah KPK ke depan akan lebih banyak atau lebih banyak menangani persoalan operasi tangkap tangan (OTT) atau justru ingin melakukan penegakan hukum dengan menggunakan selongsong peluru seperti yang dilakukan Polri dan Kejaksaan?” Bob Hassan bertanya.

DPR akan melakukan tes bakat terhadap calon pimpinan KPK dan calon anggota Dewan Pengawas KPK selama empat hari mulai Senin hari ini hingga Kamis (21/11/2024).

Ada 10 calon pimpinan KPK dan 10 calon anggota Dewas KPK yang lolos uji kelayakan.

DPR akan memilih lima pimpinan KPK dan lima anggota Dewas KPK yang menjabat selama lima tahun ke depan. Dengarkan berita terkini dan pilihan berita langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel Capim KPK Setyo Budiyanto: OTT Tak Perlu Banyak, Harus Selektif pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/capim-kpk-setyo-budiyanto-ott-tak-perlu-banyak-harus-selektif/feed/ 0
OTT, Kejagung Tangkap 3 Hakim yang Bebaskan Ronald Tannur https://sp-globalindo.co.id/ott-kejagung-tangkap-3-hakim-yang-bebaskan-ronald-tannur/ https://sp-globalindo.co.id/ott-kejagung-tangkap-3-hakim-yang-bebaskan-ronald-tannur/#respond Thu, 07 Nov 2024 04:30:50 +0000 https://sp-globalindo.co.id/ott-kejagung-tangkap-3-hakim-yang-bebaskan-ronald-tannur/ JAKARTA, KOMPAS.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap tiga hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang membebaskan terdakwa Ronald Tanur dalam operasi (OTT) pada Rabu (23/10/2024). Benar (OTT ketiga hakim yang memvonis bersalah Ronald Tanur), kata Asisten Jaksa Penuntut Tindak Pidana Khusus Kejaksaan...

Artikel OTT, Kejagung Tangkap 3 Hakim yang Bebaskan Ronald Tannur pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap tiga hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang membebaskan terdakwa Ronald Tanur dalam operasi (OTT) pada Rabu (23/10/2024).

Benar (OTT ketiga hakim yang memvonis bersalah Ronald Tanur), kata Asisten Jaksa Penuntut Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Fabri Adrianyah kepada wartawan, Rabu.

Tiga hakim yang membebaskan Ronald Tanur adalah Erintua Damanik, Mangapul, dan Hari Hanindi.

Baca juga: MA melanggar permohonan hukuman Ronald Tan

Fabri enggan mengomentari kasus yang melibatkan tiga hakim tersebut.

Meski demikian, dia tak menampik penangkapan ini terkait dengan pembebasan Ronald Tan.

“Iya betul soal Ronald Tanour,” kata Febry.

Windu Sugiarto, Kepala Pusat Penerangan Hukum Jawa Timur, menambahkan ketiga hakim tersebut akan dimutasi ke Jakarta.

“Iya betul. Saat ini sudah ada tiga orang hakim yang diamankan dan sedang dalam perjalanan ke Kejaksaan Jatim sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Agung,” kata Windu.

Baca Juga: Hakim yang Memvonis Ronald Tanur Terima Suap Saat Memutuskan Kasus Kepailitan

Sekadar informasi, Gregorius Ronald Tanur merupakan anak mantan anggota DPR RI yang terlibat pembunuhan pacarnya Dini Serra Afrianti (29).

Pada tahun tersebut Dia diberhentikan pada Juli 2024. Putusan ini tidak memperhitungkan bukti-bukti yang dihadirkan di persidangan sehingga menimbulkan reaksi publik.

Komisi Yudisial juga merekomendasikan ketiga hakim tersebut diberhentikan sementara dari tugasnya karena melanggar kode etik berat. Dengarkan berita dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel OTT, Kejagung Tangkap 3 Hakim yang Bebaskan Ronald Tannur pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/ott-kejagung-tangkap-3-hakim-yang-bebaskan-ronald-tannur/feed/ 0