Artikel Bukan Mobil Listrik, Kendaraan Dinas Pemerintah Pakai Lis Biru? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Berdasarkan Pasal 45 Ayat 2 Peraturan Polri atau Peraturan Nomor 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, pelat nomor kendaraan bermotor (TNKB) pada kendaraan elektronik memiliki garis berwarna biru.
Baca Juga: Ini Piring Khusus Anggota DPR
Peraturan tersebut menetapkan lima jenis pelat nomor kendaraan listrik yang berbeda. Salah satunya adalah warna dasar merah dan logo lis biru. Pelat ini digunakan untuk kendaraan dinas pemerintahan yang menggunakan kendaraan listrik.
Tujuan penggunaan lis berwarna biru ini adalah untuk memudahkan membedakan antara mobil listrik dan mobil yang masih menggunakan mesin konvensional. Aturan ini tetap tidak berlaku untuk kendaraan hybrid yang menggunakan mesin pembakaran dalam.
Redaksi Kompas.com menemukan kendaraan pemerintah berpelat nomor merah dengan garis merah di jalan Jakarta. Padahal, kendaraan yang digunakan adalah Mitsubishi Outlander PHEV (plug-in hybrid vehicle).
Baca Juga: Mitsubishi Outlander PHEV Dapat Facelift, Baterai Baru
Mobil tersebut masih berbasis mesin bensin 2.4L. Jika ingin mematuhi regulasi yang ada, pelat nomor Outlander PHEV tidak boleh diberi warna biru.
FYI, salah satu keuntungan menggunakan mobil listrik adalah bahkan gratis. Dengarkan berita langsung dan rangkuman berita di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda Kompas.com Saluran WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstal.
Artikel Bukan Mobil Listrik, Kendaraan Dinas Pemerintah Pakai Lis Biru? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Daftar Mobil yang Disuntik Mati di 2024 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Penyebabnya bermacam-macam, bisa jadi karena penurunan penjualan atau persiapan penggantian generasi terakhir. Berikut daftar mobil yang akan disuntik mati pada tahun 2024: Mitsubishi Outlander PHEV
Mitsubishi Outlander PHEV resmi pamit ke Indonesia pada Februari 2024. SUV tiga berlian merek tersebut tak lagi ada satu unit pun di pasaran. Oleh karena itu, MMKSI akhirnya menghentikan penjualan model Mitsubishi Outlander PHEV.
Mitsubishi Outlander PHEV resmi masuk ke Indonesia pada tahun 2019 bersama Mitsubishi Eclipse Cross. Namun, hanya sedikit klien di Indonesia yang mau melamar Anda.
Berdasarkan data penjualan dari pabrik ke dealer yakni hingga grosir yang diolah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Mitsubishi Outlander PHEV di dalam negeri hanya 10 unit pada 2022. Jumlah tersebut masih akan terus meningkat 2023 yang hanya terjual 3 unit.
Baca juga: Libur Natal, 309.437 Mobil Kembali ke Jabotabek
Toyota Sienta
Toyota Indonesia dipastikan tidak lagi memproduksi model Sienta pada Januari 2024 di pabriknya yang berlokasi di pabrik Karawang 2, Jawa Barat.
Kendaraan keluarga ukuran menengah (multi-tujuan vehicle/MPV) berkapasitas 7 penumpang dengan pintu geser ini resmi disuntik mati setelah berjuang selama delapan tahun di Indonesia.
Pada tahun 2016, Toyota berhasil mendistribusikan 17.931 unit Sienta dari pabrik hingga diler, mengutip data grosir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Lalu, pada tahun berikutnya, kita melihat penurunan Sienta. Pada tahun 2017, sebanyak 14.968 mobil dikirimkan. Jumlah tersebut turun drastis pada tahun 2018, ketika berhasil mencetak 5.113 unit.
Kompas.com memberitakan, distribusi Sienta dari pabrik hingga diler terus mengalami penurunan pada 2019 dan 2020, dengan penjualan sebanyak 1.030 dan 393 unit.
Selanjutnya pada tahun 2021, distribusi Sienta dari pabrik hingga diler meningkat namun tidak signifikan yakni sebanyak 841 unit karena adanya facelift dan kebijakan pemerintah mengenai insentif perpajakan atas penjualan barang mewah.
Selanjutnya, total pengiriman mobil ke diler Toyota pada Januari hingga Desember 2022 hanya 99 unit. Kemudian pada tahun 2023, penjualan Sienta hanya tercatat 1 unit yakni pada bulan Januari. Masih pada Januari 2023, Sienta menghilang dari situs resmi Toyota Indonesia.
SuzukiIgnis
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghentikan penjualan city car kecil Suzuki Ignis pada Juli 2024. Pasalnya, pabrikan mobil asal Jepang itu ingin lebih fokus pada kendaraan elektrifikasi.
“Sesuai dengan rencana perusahaan kami, secara bertahap kami akan lebih fokus pada produk elektrifikasi seperti XL7 Hybrid dan Ertiga Hybrid serta memperkuat kehadiran model dalam negeri,” kata Dhoni Ismi Himavan Saputra, Deputy General Manager Sales and Marketing 4W SIS.
Pada tahun 2018, Suzuki tercatat mendistribusikan 13.802 unit Ignis dari pabrik hingga diler, mengutip data grosir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Baca juga: Masih Ada Peningkatan Trafik Menuju Trans-Jawa
Kemudian terjadi penurunan tajam pada tahun berikutnya, dengan hanya terjual 5.138 unit mobil pada tahun 2019. Penurunan berlanjut pada tahun 2020, dimana Ignis hanya berhasil mencetak 1.893 unit.
Pada tahun 2021, penjualan Ignis sedikit meningkat menjadi 1.932 unit. Namun pada 2022, distribusi Ignis dari pabrik ke dealer turun menjadi 904 unit. Selanjutnya pada tahun 2023, penjualan Ignis kembali meningkat menjadi 1.252 unit. Dengarkan berita terkini dan berita utama kami langsung dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Daftar Mobil yang Disuntik Mati di 2024 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>