Artikel Penjualan Mobil 2024 Melebihi Target, tetapi Turun 13,9 Persen pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Laporan terakhir yang diperoleh Kompas.com, secara grosir, total kendaraan roda empat ke atas yang terdaftar sebanyak 865.723 unit sepanjang Januari hingga Desember 2024.
Penjualan ritel sedikit lebih tinggi yaitu 889.680 unit.
Baca juga: Saat Natal, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Meningkat 5%.
Namun kenyataannya pencapaian tersebut mengalami penurunan sebesar 13,9%. dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year-on-year/y/y).
Selama ini, jumlah mobil baru yang dikirim dari pabrik ke dealer (grosir) sebanyak 1.005.802 unit, meningkat 140.079 unit dibandingkan tahun 2024.
Sementara penjualan ritelnya mencapai 998.059 unit.
“Penjualan setahun penuh 2024 sedikit lebih cepat dari perkiraan,” kata CEO Gaikindo Y Jonki Sugiarta saat dihubungi, Rabu (1 Agustus 2025).
Dalam kesempatan tersebut, ia berharap penjualan mobil lebih berpeluang di tahun 2025, meski kendala dan gejolak pasar masih ada.
Baca juga: Bocoran Produk Baru Chery Tahun Ini, Ada 3 PHEV
Salah satu tantangan bagi industri ini adalah dampak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga 12 persen, serta opsi perpajakan yang berpotensi mempersulit penjualan mobil.
“Kami belum menentukan perkiraan tahun 2025, mengingat masih ada rencana beberapa kenaikan pajak yang mungkin menjadi kendala. Namun kami berharap pada tahun ini angkanya bisa kembali normal,” kata Jonki.
Secara bulanan, penjualan mobil pada Desember 2024 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
Penjualan grosir sebanyak 79.806 unit meningkat 6,6%. dibandingkan November 2024
Penjualan ritel serupa yaitu 82.094 unit, naik 7,4%. dibandingkan November 2024 yang berjumlah 76.473 unit. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Penjualan Mobil 2024 Melebihi Target, tetapi Turun 13,9 Persen pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Momentum Terakhir! Manfaatkan Insentif PPN Rumah Sebelum Naik pada 2025 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Skema PPN DTP terbukti memberikan dampak positif bagi sektor real estate. Febrio Nathan Kacaribu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, mengatakan skema tersebut mendorong pembelian 31.600 rumah pada akhir Oktober 2024.
“Kami perkirakan akan ada 54.000 rumah hingga akhir tahun ini. (Dengan demikian), capaian ini akan mendorong investasi dan menjaga ketahanan pertumbuhan ekonomi hingga tahun 2024,” lapor Kontan.co.id. Pada hari Jumat. (8.11.2024).
Insentif PPN DTP 100% untuk pembelian rumah merupakan bagian dari kebijakan yang diberikan pemerintah untuk mendukung sektor real estate. Hal itu diatur melalui Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2024 dan diperbarui dengan PMK Nomor 61 Tahun 2024.
Awalnya, insentif PPN TDP diberikan dalam periode terpisah sebesar 100 persen untuk rumah tangga pada 1 Januari hingga 30 Juni 2024 dan 50 persen untuk periode 1 Juli hingga 31 Desember 2024.
Namun untuk mendorong pesatnya pertumbuhan sektor real estate dalam empat bulan terakhir tahun 2024, pemerintah melalui PMK 61 Tahun 2024 kembali meningkatkan insentif menjadi 100% untuk periode 1 September hingga 31 Desember 2024.
Kebijakan ini berlaku untuk rumah atau apartemen dengan harga maksimal Rp 5 miliar, PPN maksimal Rp 2 miliar untuk DPP ditanggung pemerintah.
Promosi ini menjadi semakin penting mengingat tarif PPN nasional akan meningkat dari 11 persen menjadi 12 persen pada awal tahun 2025. Peningkatan ini pada UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) sebagai Bagian Reformasi Perpajakan.
Sekretaris Badan Pengembangan Terpadu Kawasan Perdagangan dan Properti Industri Indonesia Theresia Rustandi mengatakan, berdasarkan kajian sebelumnya, kenaikan PPN sebesar 1 persen kemungkinan akan menaikkan harga barang grosir. Pada industri real estate, efek domino semakin besar karena industri real estate saling berhubungan dengan 185 industri lainnya.
“Meski kenaikan 1 persen terkesan kecil, namun efek domino yang ditimbulkan bisa meningkatkan biaya distribusi dan harga bahan baku sehingga berdampak pada kenaikan harga properti,” dikutip Kompas.id, Jumat (12/6/2024). )
Hal senada diungkapkan Bambang Ekajaya, Wakil Ketua Umum Dewan Real Estate Indonesia (REI) Pusat.
Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, Selasa (17/9/2024), “Multiplier effectnya adalah biaya konstruksi meningkat, harga rumah naik, dan dikenakan PPN 12%,” ujarnya.
Kepala Riset Rumah123 Marisa Jaya menambahkan, kenaikan PPN kemungkinan besar akan berdampak pada keterjangkauan properti, terutama di pasar segmen menengah.
“Properti merupakan kebutuhan jangka panjang dan investasi penting bagi banyak orang, sehingga dampaknya sangat bergantung pada respon pasar dan insentif yang diberikan pemerintah,” ujarnya, dilansir Kompas.com, Selasa (11/12/2024). ) Skema Kepemilikan Rumah Khusus
Untuk menjawab tantangan tersebut, Sinar Mass Land menawarkan proyek “Tielsember: Special for Residential” sebagai kesempatan terakhir masyarakat untuk memiliki rumah dengan berbagai keuntungan.
Skema ini tidak hanya memberikan insentif PPN 100% yang masih berlaku, namun juga menawarkan tambahan penghematan hingga 22% dan diskon 1,5%.
Namun perlu diketahui bahwa tidak semua produk apartemen dan real estate Sinar Mass Land termasuk dalam promosi ini atau program DTP gratis PPN.
Meski begitu, skema Dielschamber merupakan solusi tepat bagi calon pembeli yang ingin mendapatkan rumah sebelum harga dan tarif pajak naik pada tahun 2025.
Khusus untuk rumah tinggal, Sinar Mas Land menawarkan berbagai pilihan hunian yang termasuk dalam skema PPN DTP. Kawasan BST City, Tangerang, Panten memiliki pilihan rangkaian hunian Freja, Imajihas dan Tanakayu yang terdiri dari Sava, Ziva, Swati, Swani dan Swasti. Masih di Kota BST ada Asathi dan New Alesha.
Pilihan hunian lainnya termasuk Albior dan Kota Deltamas di Tangerang, De Silva di Cigarang, Woodchester dan Savasa. Sedangkan di Surabaya tersedia North Garden Suite.
Bagi Anda yang mencari hunian vertikal, tersedia berbagai apartemen berkualitas. Di BSD City ada Agasa Pure Living, Casa de Barco dan Upper West. Di Jakarta Selatan, seri The Elements dan Southgate meliputi Alduvera, Prime dan Elegance. Sedangkan Jakarta Barat punya Areum Residence dan Surabaya punya Glaska Residence.
Sinar Mass Land juga menawarkan pilihan properti komersial dengan skema TDP PPN antara lain London Park Avenue di Surabaya, Virginia Arcade, The Loop BST dan The Savia di BST City.
Selain itu, program Dielschamber memberikan konsumen kesempatan untuk memenangkan hadiah utama berupa apartemen Southgate Altura. Jadi jangan sampai ketinggalan. Skema ini hanya berlaku hingga 31 Desember 2024 saja.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai skema Dielsember dan portofolio perumahan Chinar Mass Land, kunjungi website Chinar Mass Land atau hubungi 021 53159000.
Datang dan manfaatkan program Dealsember sebelum promosi berakhir dan tarif pajak naik!
Artikel Momentum Terakhir! Manfaatkan Insentif PPN Rumah Sebelum Naik pada 2025 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel PPN 12 Persen Hanya Sasar Barang Mewah, Bukan untuk Rakyat Kecil pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Kabar tersebut disampaikan petinggi DPR usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Kamis (12/5/2024).
Ketua Komisi XI DPR Misbahun mengatakan tarif PPN sebesar 12 persen untuk konsumen mewah merupakan hasil diskusi mereka dengan Prabowo.
“Itu berlaku selektif, selektif terhadap beberapa masyarakat, baik barang mewah lokal maupun impor. Jadi pemerintah hanya membebani konsumen yang membeli barang-barang mewah,” kata Misbahun dalam jumpa pers di Istana.
Baca juga: PPN 11% tetap berlaku untuk masyarakat kecil, PPN 12% – hanya untuk barang mewah
Misbahun mengatakan, tarif PPN sebesar 11 persen tetap berlaku bagi masyarakat kecil.
Pemerintah kemudian akan mempertimbangkan PPN yang tidak termasuk dalam tarif tetap ini.
“Masyarakat kecil akan tetap pada tarif PPN saat ini. Biar tidak masuk lagi, rencananya masih dikaji pemerintah untuk melakukan kajian lebih mendalam bahwa PPN tidak akan tarif tunggal,” jelasnya.
Misbahun mengatakan tarif PPN 12 persen akan tetap berlaku pada 1 Januari 2025. sesuai dengan amanat undang-undang.
Baca juga: Mengapa Ada Perbedaan Tarif PPN 11 dan 12 Persen Mulai 1 Januari 2025?
Meski demikian, Misbahun meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kebutuhan bahan pokok, pendidikan, kesehatan, dan layanan perbankan.
Pasalnya, pelayanan komunal dan umum belum dikenakan PPN.
“Pak Presiden juga berupaya membereskan banyak kasus ilegal untuk meningkatkan pendapatan pemerintah yang masih belum ditemukan,” tambah Misbahun.
Banyak pengecualian
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan banyak hal yang dikecualikan dari PPN.
Airlangga menegaskan, tidak semua barang dikenakan PPN, baik 11 persen maupun 12 persen.
“PPN akan dibahas dan diselesaikan, seperti yang saya katakan, pada pertemuan berikutnya. Saya sampaikan tidak semua barang kena PPN, baik itu PPN 11 persen, ada beberapa barang yang dikecualikan, terutama bahan pokok dan penting, sebagian besar gratis tanpa keringanan PPN,” kata Airlangga di Istana, Kamis.
Artikel PPN 12 Persen Hanya Sasar Barang Mewah, Bukan untuk Rakyat Kecil pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Cak Imin Sebut Tak Ada Bansos untuk Masyarakat Terdampak Kenaikan PPN pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>“Tidak ada (bansos bagi masyarakat terdampak PPN 12 persen), tidak ada,” kata Muhaimin di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (28/11/2024).
Namun pria yang akrab disapa Cak Imin itu belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait hal tersebut.
Baca juga: Cak Imin Ungkap Rencana Pemerintah Berikan Bansos kepada Warga Terdampak PPN 12 Persen
Bahkan, Chak Yimin sendiri yang menyoroti wacana pemberian bantuan sosial kepada kelas menengah pasca kenaikan PPN.
Hal tersebut diungkapkan Cak Imin yang mengatakan, perlu adanya pengawasan terhadap kelompok menengah dan rentan masyarakat miskin, sehingga perlu diberikan “bantalan” agar mereka tidak terkena dampak kenaikan PPN.
“Iya kelas menengah dan kelompok rentan miskin perlu diawasi hingga saat ini. Nah, tentang jenis dan bentuk, misalnya keringanan yang akan diberikan. Prosesnya terus berjalan,” kata Muhaimin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2024).
Namun, dia menegaskan pidato tersebut tidak dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Probov Subianta, Selasa lalu.
Baca juga: Ketimbang Bansos Kurangi Dampak PPN 12 Persen, Ekonom Sarankan
Hal serupa juga disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf yang mengatakan pemberian bansos kepada masyarakat kelas menengah akan dikaji terlebih dahulu.
Saifullah hanya menegaskan, keseragaman data penerima bantuan sosial yang saat ini sedang dibahas pemerintah harus diselesaikan terlebih dahulu.
“Nanti kita lihat, nanti kita lihat. Sekarang yang penting datanya konfirmasi dulu, kalau datanya sudah jelas, selanjutnya apa yang terjadi. Ini pertama kali, baru pertama kali buat saya. Belum, belum, belum, belum (kita bicara bansos untuk kelas menengah),” ujarnya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Cak Imin Sebut Tak Ada Bansos untuk Masyarakat Terdampak Kenaikan PPN pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>