Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Pemberedelan pameran Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/pemberedelan-pameran/ Berita Seputar Global Indonesia Thu, 13 Feb 2025 14:41:01 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://sp-globalindo.co.id/wp-content/uploads/2024/10/cropped-sp-1-32x32.png Pemberedelan pameran Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/pemberedelan-pameran/ 32 32 Amnesty: Sensor Karya Seni Biasanya Terjadi di Negara Otoriter https://sp-globalindo.co.id/amnesty-sensor-karya-seni-biasanya-terjadi-di-negara-otoriter/ https://sp-globalindo.co.id/amnesty-sensor-karya-seni-biasanya-terjadi-di-negara-otoriter/#respond Thu, 13 Feb 2025 14:41:01 +0000 https://sp-globalindo.co.id/amnesty-sensor-karya-seni-biasanya-terjadi-di-negara-otoriter/ Jakarta, Kompas.com – Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyesali pameran Superapto Yos di Galeri Nasional Indonesia. Selain itu, ia mengatakan penundaan pameran ini dikaitkan dengan keberadaan South Supperpto Five Paintings, yang dianggap sensitif, yang seperti presiden ke -7 Republik Indonesia,...

Artikel Amnesty: Sensor Karya Seni Biasanya Terjadi di Negara Otoriter pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
Jakarta, Kompas.com – Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyesali pameran Superapto Yos di Galeri Nasional Indonesia.

Selain itu, ia mengatakan penundaan pameran ini dikaitkan dengan keberadaan South Supperpto Five Paintings, yang dianggap sensitif, yang seperti presiden ke -7 Republik Indonesia, Joko Vidodo.

“Saya segera menyesali sensor karena negara meratifikasi kehendak internasional dalam hak -hak sipil dan politik. Pasal 19 Pasal 19 Perjanjian Hak -Hak Internasional Kewarganegaraan dan Hak -Hak Politik memastikan bahwa independensi ekspresi semua, termasuk seniman, ”kata Usman dalam diskusi berjudul” Seni sebagai kritikus rata -rata “di Sikin, Jakarta pada hari Minggu (Minggu ( 12 12/22/2024).

Baca juga: Menbud Fadley Zone menyebutkan bahwa superpto yos dari pameran tidak mencari

Usman mengatakan lingkungan seni adalah kebebasan intelektual dan kebebasan artistik.

Dia menambahkan bahwa pameran pameran seni biasanya hanya terjadi di negara -negara otoriter.

“Yah, biasanya sensor atau kecerahan karya seni hanya terjadi di negara -negara otoriter karena melanggar stabilitas politik, norma -norma agama dan norma sosial -ekonomi,” katanya.

Usman juga mengklaim bahwa demokrasi Indonesia termasuk dalam kategori yang tidak baik.

Menurutnya, ruang publik yang sempit diperhatikan untuk menyampaikan kritik dan protes, penurunan kebebasan partai politik terhadap oposisi, tetapi juga integritas pemilihan.

“Yah, jadi peristiwa ini seharusnya tidak lebih jauh untuk memperburuk demokrasi Indonesia untuk menjadi negara otoriter,” katanya.

Baca juga: Yos Suprapto menyangkal lukisannya yang berisi kelengkungan satu karakter

Berdasarkan hal ini, Usman berharap bahwa Galeri Nasional Indonesia dan Kementerian Kebudayaan akan meningkatkan politik, sehingga di pameran Superpto Disto Yos, lima lukisan terlarang masih dapat ditampilkan di pameran.

“Jadi, saya berharap bahwa Galeri Nasional dan Kementerian Kebudayaan akan mengubah dan meningkatkan kebijakan mereka, memungkinkan lima lukisan ditampilkan lagi, dan pameran akan memungkinkan publik untuk mengakses sebelum jadwal, yang sudah berakhir, yaitu di atas 19 2025, “katanya.

Sebelumnya, Pameran Solo Yos Superapto berjudul “Awakening: Earth Food Sovereignty” dirancang selama satu bulan pada 19 Desember 2024 hingga 19 Januari 2025.

Namun, Galeri Nasional mengumumkan proses pameran masalah ayam ini.

Menteri Budaya Indonesia Zona Fadley membantah keberadaan pameran yang dipaksakan.

“Tidak ada kumparan, kami tidak mendukung kebebasan pendapat,” kata Zones Fadley pada pembukaan pameran 130 tahun pithecanthropus erectus pada hari Jumat di Museum Nasional (10/20 /2024).

Artikel Amnesty: Sensor Karya Seni Biasanya Terjadi di Negara Otoriter pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/amnesty-sensor-karya-seni-biasanya-terjadi-di-negara-otoriter/feed/ 0