Artikel Kapolri Diminta Tak Terapkan “Restorative Justice” dalam Kasus Kekerasan Seksual pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Sari juga meminta untuk memperhatikan wanita dan anak perempuan dari bos dan wanita polisi nasional untuk menggunakan pemerkosaan.
“Saya tidak ingin solusi restoratif untuk pemerkosaan. Jika Anda resisten terhadap solusi restoratif untuk kekerasan seksual,” Sari, III Meet, Jakarta, Senin (11/11/24).
Partai Golkar ini telah memberikan contoh sol dalam politisi Purvoporho, dan 13 diperkosa oleh orang -orang tetangganya.
Baca juga: Wakil Presiden Gibran membantu, ada sekolah khusus untuk korban pemerkosaan
Tidak hanya satu, seorang saudara lelaki berusia 15 tahun, berusia 19, A. 19), 19) tersangka (19), disebut curiga, karena pengorbanan telah menyebabkan pengorbanan.
“Dua pengorbanan dipaksa untuk diam. Salah satu pengorbanan juga datang ke Siri dengan salah satu penjahat,” Sari.
“Bahkan salah satu pengorbanan memiliki seorang anak, bagian belakang kedua korban sangat berbahaya. Ayahnya meninggal, dan ayahnya meninggal,” tambahnya.
Sari telah meminta kepala polisi nasional untuk menjelajahi kepala desa untuk berdamai dengan pelanggar.
BACA: BACA: Benih terbuka dan anak laki -laki anak laki -laki
Selain itu, ia tidak memutuskan dengan salah satu korban untuk menikahi korban, tetapi menyebabkan masalah baru sebagai gantinya.
“Orang -orang terpaksa wajib, tenang.
Sari juga berharap bahwa para penjahat dalam pemerkosaan akan dimaksimalkan.
Dalam hal ini, ia mendesak semua kasus yang memberikan pemerkosaan kepada berbagai polisi.
“Oleh karena itu, masalahnya belum menikah, tetapi mereka harus dihukum di pelaku, dan pengorbanannya harus setia mungkin,” kata Sari lagi. Lihat pesan kejahatan dan pilih kami langsung di ponsel Anda. Pilih akses ke saluran whatsapp compas.com: https://www.whatsastp.com/channel/0029vafbedbpzzrk13ho3d. Periksa apakah Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Kapolri Diminta Tak Terapkan “Restorative Justice” dalam Kasus Kekerasan Seksual pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel PBB: Kelaparan, Penjarahan, dan Pemerkosaan di Jalur Gaza Meningkat pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Jumat (29 November 2024) Menurut Ajit Sanghai, Direktur Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB di Palestina, rakyat Palestina kini semakin menderita.
“Saya sangat prihatin dengan kelaparan yang melanda negara ini saat ini,” kata Sunghe pada konferensi pers di Jenewa.
Baca Juga: Setahun Israel Perluas Bantuan ke Bank Palestina
Ketertiban dan keamanan disebut terganggu akibat penjarahan dan perebutan sumber daya.
“Kerusuhan di Gaza yang kami peringatkan beberapa bulan lalu telah terjadi,” katanya, menyerukan situasi yang dapat diprediksi dan dihindari.
Banyak perempuan muda yang telah melarikan diri beberapa kali menyatakan kurangnya keamanan atau privasi di tenda darurat mereka, kata Sanghay.
“Yang lain mengatakan kasus kekerasan berbasis gender dan pemerkosaan, pelecehan anak dan kekerasan sosial lainnya meningkat di tempat penampungan,” katanya.
Hal ini merupakan dampak dari perang Israel-Hamas dan rusaknya penegakan hukum serta ketertiban umum di Jalur Gaza.
Tak hanya itu, ia juga menilai situasi di Gaza sangat buruk.
Baca selengkapnya: Rusia mengembalikan 502 tentara Ukraina yang tewas dalam perang
Pasalnya, ribuan orang harus mengungsi dan bersembunyi dalam kondisi yang tidak manusiawi.
“Mereka juga menghadapi kekurangan pangan yang parah dan sanitasi yang buruk,” jelasnya.
Ia melihat untuk pertama kalinya puluhan perempuan dan anak-anak di kawasan yang terkepung kini terdampar di tumpukan sampah yang sangat besar.
“Tingkat kehancuran di Gaza semakin buruk. Permintaan umum dari semua orang yang saya temui adalah menghentikannya. Akhiri. Cukup,” tegasnya.
Dia mengatakan PBB dilarang memberikan bantuan apa pun kepada 70.000 orang yang masih tinggal di Gaza utara karena berulang kali pemerintah Israel memblokir atau menolak konvoi kemanusiaan.
Kepala Hak Asasi Manusia PBB Jeremy Lawrence menyerukan gencatan senjata segera. “Pembunuhan harus diakhiri,” katanya.
“Para sandera harus segera dibebaskan dan tanpa syarat. Mereka yang ditahan secara sewenang-wenang harus dibebaskan,” imbuhnya.
Baca Juga: Banjir Malaysia-Thailand tewaskan 8 orang, diperkirakan lebih kuat dari tahun 2014
“Dan segala upaya harus dilakukan untuk segera menyediakan makanan, obat-obatan, dan bantuan penting lainnya yang sangat dibutuhkan ke Jalur Gaza,” jelasnya. Dengarkan berita terkini dan informasi pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel PBB: Kelaparan, Penjarahan, dan Pemerkosaan di Jalur Gaza Meningkat pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>