Artikel Arkeolog Minta Pengelolaan Benteng Pendem Ngawi Memperhatikan Sisi Cagar Budaya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>“Pendapat kami ke depan, untuk memutuskan Pelabuhan Pendam dikelola oleh pemerintah daerah (Pemda), mungkin itu yang harus kita pikirkan bersama,” ujarnya dalam Press Tour Pembangunan Infrastruktur Daerah Jawa Timur (Jetim). .
Saeed menjelaskan, banyak poin yang perlu dikolaborasikan oleh tim pembangunan, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Pelaksana Permukiman Daerah Jatim, BPCB dan Pemerintah Kabupaten Ngawi (Pamacab).
Apalagi kalau dibangun secara umum, gila-gilaan tanpa aturan, lalu (biasanya) menambah bangunan atau menambah hal-hal yang tidak memenuhi aturan, imbuhnya.
Misalnya, tidak mudah bagi wisatawan untuk khawatir menambahkan dekorasi dengan pemanggang atau pembatas ruangan.
Baca juga: Benteng Pandem Ngawi Berpotensi Jadi Teater
Selain itu, pihak pengelola Benteng Pandam Ngawi juga diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga kawasan budaya tersebut.
Hal ini menyusul penjelasan Bupati Ngawi Oni Anwar Harsono yang menjelaskan bahwa Benteng Pendam Ngawi akan dikelola oleh pemerintah setempat.
“Sekarang kami mengikuti pelayanan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kamendikbod), kami akan membangun sekolah atau sekolah,” kata Oni bersamaan.
Ia menambahkan, kemungkinan besar yang akan membentuk adalah Kementerian Pelayanan Umum (BLUD), Kementerian Daerah (BUMD), atau Badan Usaha Milik Daerah (UPT).
Namun manajemen lebih cenderung menggunakan bentuk BLUD karena lebih fleksibel dalam pengelolaan keuangan.
Baca juga: Daftar 14 Peraturan Perundang-undangan Kuil Baru di Ma Phi
Tanggung jawab pengelola juga mencakup penerbitan kebijakan mengenai biaya masuk dan kebijakan kunjungan.
Oni menjelaskan, sebaiknya kepala daerah menggunakan 10 persen dari total anggaran pembangunan tahun ini untuk pemeliharaan.
Oleh karena itu, kami juga menanyakan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kapan ditetapkan sebagai warisan budaya nasional, agar kami dapat membantu koreksinya, pungkas Oni. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih berita yang Anda suka untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Arkeolog Minta Pengelolaan Benteng Pendem Ngawi Memperhatikan Sisi Cagar Budaya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel GLOBAL NEWS Di Acara PKB, Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Alam Indonesia pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan sambutan dan instruksi pada Forum Sinergi Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sahid Jaya Grand Hotel, Kamis (10/10/2024).
“Saudara-saudara, di tengah kekayaan yang melimpah, harus kita akui bahwa sebagai bangsa kita mempunyai kekurangan dalam pengelolaan dan perlindungan kekayaan tersebut,” kata Prabowo.
Baca Juga: AHY Berharap Prabowo Menerima Cara Selesaikan Krisis SBY-JK
Selain itu, Prabowo menyampaikan perlunya evaluasi dan perbaikan untuk memastikan kekayaan yang melimpah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat.
“Kita harus berani mengakui bahwa terlalu banyak kekayaan kita yang bocor. “Kita harus berani mengakui bahwa sebagian besar kekayaan kita yang seharusnya dinikmati rakyat tidak sampai ke rakyat,” kata Prabowo.
Baca juga: Pesan SBY ke Prabowo: Jangan Takut Dikritik
Ia juga mengimbau seluruh elemen bangsa untuk lebih menjaga dan mengelola kekayaan negara agar kesejahteraan masyarakat secara umum dapat terwujud.
“Maaf, Anda mengundang saya untuk berbicara, saya akan berbicara apa adanya. Anda mungkin sudah paham dengan Prabowo Subianto. “Jika berani mengundang Prabowo Subianto, pasti berani mendengar hal yang tidak menyenangkan,” ujarnya. Dengarkan berita dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel GLOBAL NEWS Di Acara PKB, Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Alam Indonesia pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>