Artikel Incar Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Gelar Ekspo hingga Senin Malam pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Pameran ini menawarkan berbagai produk dengan properti tinggi untuk majalah Serbong dan Paramount yang tinggi untuk Paramaound.
Warga Mattera, Grand Pasadeena Village, Mendeng Grand, New Mendeng, Desa Mendeng), Hampton East, Mendeng Studio Loft, The Hudson, Hudton Avenue, McGoor Signature dan lainnya.
Sementara itu, majalah Paramount Calico Grande, Lily, Gardenia, Gardenia Plus, Aster, Aster, New Aaster, dan Khanna baru menjadi tuan rumah.
Baca lebih lanjut: Akung Sedayu melakukan pameran properti dan mengikuti pik2
Direktur Penjualan dan Pemasaran Paramount Land Chrisandi Dave menjelaskan bahwa pameran ini adalah salah satu upaya perusahaan untuk mendekati masyarakat dan memberikan informasi lengkap tentang produk terbaik mereka.
Dengan pameran besar pada 5-10 Maret 2025, perusahaan menargetkan $ 450 miliar.
Co -Director dari Penjualan dan Pemasaran Land -feather Boot John S’s, pameran ini terbuka untuk umum, termasuk kemungkinan pelanggan dan agen real estat.
“Kami siap melayani konsumen untuk memberikan informasi produk yang lengkap. Kami membantu konsumen untuk membuat pilihan terbaik untuk melakukan transaksi penjualan sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Ferry pada hari Senin (10/3/2025).
Selain itu, ada berbagai iklan pembayaran yang fleksibel dengan uang keras, uang bertahap, CPR dan lainnya, dan konsumen bisa mendapatkan iklan tambahan jika mitra perusahaan diterjemahkan dengan bank.
Paramount Land 5-31 menawarkan iklan Ramadhan untuk Maret 2025, yang semuanya memilih surat kabar langsung di ponsel Anda, berita rem Semara Semara dan ponsel Anda. Pilih akses saluran utama Anda ke Compass.com. Pilih akses ke saluran whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafpbpppppsjjzrk13ho3d. Pastikan Anda menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Incar Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Gelar Ekspo hingga Senin Malam pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Pemerintah Akui Butuh Pengembang untuk Penyediaan Rumah pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal itu diungkapkannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Tahun 2024 di Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis (12/5/2024).
Rakernas tahun ini bertemakan “Sinergi REI dengan Pemerintah Melaksanakan Program 3 Juta Rumah” dan dihadiri lebih dari 1.000 anggota REI dari seluruh Indonesia.
Baca Juga: 79.925 Hektar Lahan Brownfield Bisa Digunakan untuk Program 3 Juta Rumah
Tahun depan disebutkan anggaran Kementerian PKP hanya Rp 5,2 triliun. Anggaran ini tidak akan mencukupi tanpa dukungan dan kerja sama pihak swasta, termasuk pengembang anggota REI.
“Pemerintah membutuhkan bapak dan ibu yang sedang berjuang membangun rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah, menengah, dan elit. Saya tahu, peran bapak dan ibu sangat penting. “Karena anggaran pemerintah untuk perumahan sangat terbatas,” ujarnya.
Menteri mengakui PKP REI sebagai organisasi besar yang diisi oleh orang-orang hebat dari seluruh Indonesia.
Ia berjanji akan meluangkan waktu 2 jam untuk mempersiapkan diri mendengar pendapat REI pada pertemuan minggu depan.
“Selain asosiasi pengembang lainnya, saya akan mendapatkan REI minggu depan. Sebagai organisasi terbesar di Indonesia, pada pertemuan nanti saya ingin menyampaikan permasalahan yang ada di industri ini, serta saran dan solusi terbaik apa yang bisa diambil pemerintah,” tegasnya.
Baca Juga: Pengembang anggarkan FLPP untuk bangun 350.000 rumah subsidi cair hingga Januari 2025
Sebagai fasilitator dan regulator, seharusnya peran pemerintah adalah memastikan kepentingan semua pihak, termasuk pelaku usaha, dapat membantu pengembang dengan perizinan yang mudah dan terjangkau.
“Saya siap memfasilitasi penyempurnaan regulasi sektor perumahan dengan instansi terkait seperti ATR/BPN, PLN, Kementerian BTN, Ditjen Pajak dan lain-lain,” jelasnya. Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Pemerintah Akui Butuh Pengembang untuk Penyediaan Rumah pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Melihat Potensi Pasar Hunian Lansia di Indonesia pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Banyaknya jumlah penduduk lanjut usia di negara ini mengakibatkan peluang yang relatif besar di pasar real estate.
Panti jompo merupakan solusi yang tepat bagi para lansia.
Sektor perumahan senior dapat menjadi peluang bagi investor untuk bermitra dengan operator berpengalaman.
Sektor ini masih belum begitu berkembang di Indonesia, sehingga bisa menjadi peluang emas bagi para pengembang.
Baca juga: Kenaikan Harga Rumah di Bogor Tertinggi di Jabodetabek dan Pulau Jawa.
Kepala Riset Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan pada tahun 2050, hampir seperempat penduduk Indonesia akan tergolong lansia.
Pada saat yang sama, pertumbuhan kelas menengah akan mendorong permintaan akan perumahan bagi warga lanjut usia dan menciptakan pasar baru untuk sektor ini.
“Investasi di sektor perumahan senior menawarkan banyak keuntungan, termasuk peluang pertumbuhan dan ketahanan terhadap pelemahan ekonomi, karena melayani pasar yang didorong oleh permintaan,” ujarnya dalam keterangan yang diperoleh Kompas.com.
Secara umum, perumahan lansia dapat diartikan sebagai komunitas eksklusif untuk lansia.
Baca juga: Penggunaan Ketiga Jenis Lantai Ini Dilarang Di Rumah Lansia.
Komunitas perumahan ini akan memberikan kesempatan kepada para lansia untuk menikmati hidup dengan dukungan sumber daya yang akan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Secara umum, fasilitas hidup lansia ini diperuntukkan bagi individu berusia 60 tahun ke atas dan menawarkan manfaat pensiun seperti layanan rumah tangga dan kegiatan komunitas.
Pasar perumahan bagi warga senior berpotensi besar. Anda akan melihat pengembang dan investor bekerja sama dan serius untuk mewujudkannya. Dengarkan berita bagus dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Melihat Potensi Pasar Hunian Lansia di Indonesia pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Menteri Ara Tetap Prioritaskan Program FLPP Tahun 2025 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Menurut Menkeu, program FLPP bernama Ara yang dijalankan sejak 2010 ini bermanfaat bagi konsumen, perbankan, dan pengembang.
“Dalam 1,5 bulan terakhir, saya telah mempelajari efektivitas FLPP dan saya yakin ini baik bagi konsumen, perbankan, dan pengembang perumahan berpendapatan rendah,” ujarnya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesia Riil 2024. Asosiasi Perusahaan Real Estate (REI), Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis (5/12/2024).
Baca Juga: Usulan FLPP CPR 2025: Kuota 800.000 unit dengan jangka waktu 30 tahun
Menteri Ara menegaskan, meski FLPP merupakan konsep yang lahir sebelum dirinya, namun ia mengaku tak segan-segan melanjutkan tujuan baik tersebut.
“Kita harus sportif. Itu (FLPP) sudah bagus dan akan lebih ditingkatkan lagi. Tahun 2025 kita sepakati FLPP dengan Kementerian Keuangan, dan anggarannya harus lebih ditingkatkan lagi,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (REI) REI Joko Suranto berharap anggaran FLPP tahun 2025 bisa dibayarkan pada minggu ke-3 Januari.
Usulan kami kepada menteri (Menteri Perumahan dan Cipta Karya Maruarar Sirait) dan kementerian lainnya adalah memastikan anggaran rumah subsidi tahun 2025 minimal 350.000 unit, kata Joko.
Baca Juga: 800.000 Rumah Punya Kuota FLPP, BTN Siapkan Rp 80 Triliun
FLPP merupakan fasilitas pembiayaan perumahan bersubsidi (SHF) bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan tarif yang ditetapkan pemerintah. Dapatkan berbagai berita dan update dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Menteri Ara Tetap Prioritaskan Program FLPP Tahun 2025 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Pengembang Properti Syariah Gandeng Pemasok Pintu Baja pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Oleh karena itu, rata-rata proyek dikelola tanpa pemangku kepentingan utama (main pemangku kepentingan) seperti bank dan investor.
Makanya memiliki pintu baja ini sangat bermanfaat karena harganya terjangkau sehingga memberikan diskon besar, kata Ketua Masyarakat Sipil ADPS Jati Prastovo dalam keterangannya, Selasa (18 Juni 2024).
Meski industri real estate diperkirakan akan mengalami pertumbuhan positif pasca pemilihan presiden (PillPress), Civic memperkirakan siklus bisnis real estate di Tanah Air saat ini stagnan.
Baca juga: Pintu Baja Benteng Kembali Raih Penghargaan Merek Terbaik
Menurut dia, kendala penjualan properti residensial primer banyak dipengaruhi oleh banyak faktor seperti masalah birokrasi, uang muka yang tinggi, dan masalah resesi ekonomi global.
“Banyak yang bilang pasar real estat kita suram.” Kondisi perekonomian tidak begitu menjanjikan tahun ini. Namun, properti syariah dari kue tersebut kecil, hanya 1 persen. Jadi peluang kami masih 99 persen. Presiden Jokowi mencanangkan target membangun satu juta rumah, namun tidak tercapai. Presiden yang baru terpilih mengumumkan 3 juta unit Tum. Jadi ini peluang besar bagi properti syariah,” imbuhnya.
Di sisi lain, Direktur Penjualan JBS Perkasa Hens Sumarao mengaku produknya tidak banyak terpengaruh fluktuasi sektor real estate.
Sebab, pertumbuhan ekonomi banyak yang fokus pada pendapatan berulang dan proyek properti baru, serta sektor real estate yang terus memberikan dampak positif terhadap industri bahan bangunan, ujarnya.
Ayam-ayam tersebut antusias dan yakin bahwa industri properti dan konstruksi di Indonesia akan menarik.
Ribuan anggota ADPS yang bekerja sama dengan JBS Percasa mempunyai peluang besar untuk memajukan industri pintu baja.
“Satu pengembang punya 5 proyek, kalau 1 proyek minimal membangun 10 rumah, 1 rumah butuh 5 pintu, bayangkan berapa pintu yang harus kita sediakan,” kata Hens. Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran favorit Anda Akses saluran WhatsApp Kompas.com: https://vvv.vhatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp Pastikan.
Artikel Pengembang Properti Syariah Gandeng Pemasok Pintu Baja pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Program 3 Juta Rumah Prabowo, Pengembang Besar Berpotensi Dilibatkan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>“Setelah kami teliti, ternyata tidak selalu 3 juta (rumah). “Kita maunya 3 juta setahun, jadi 5 tahun jadi 15 juta,” kata Hashima seperti dikutip Kompas.com, Senin (28/10/2024).
Hashim mengatakan, program pembangunan rumah 3 juta ini bisa menjembatani backlog yaitu kesenjangan antara jumlah rumah yang dibangun dengan kebutuhan perumahan masyarakat.
Baca juga: Pemprov Jateng Ambil Alih Pengelolaan Teknis Program Bantuan 3 Juta Rumah
Selain itu, program ini memberikan akses perumahan yang terjangkau bagi masyarakat dan menggairahkan perekonomian. Namun, lanjut Hashim, pendanaan menjadi hal yang perlu dipertimbangkan.
Beberapa perusahaan saat ini memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam program ini.
Mereka adalah: Agung Podomoro Land, Agung Sedayu Group, Alam Sutera Realty, Ciputra Development, Lippo, Pakuwon Jati, Paramount, Sinar Mas, Summarecon Agung dan Bumi Benowo Sukses Sejahtera (BBSS).
BBSS merupakan anak perusahaan Agung Alam Anugrah (AAA) Group yang mengoperasikan gudang dan toko.
Setelah Prabowo mengambil alih perusahaan tersebut, harga sahamnya naik dari Rp 71 menjadi Rp 240.
Sebagai perusahaan real estate, BBSS telah mengumumkan kesiapannya untuk menyediakan lebih dari 60 persen dari total kuota 1 juta kaki persegi pengembangan perumahan di perkotaan.
Saat ini BBSS memiliki total luas hampir 200 hektar di berbagai kota dan memiliki berbagai proyek real estate mulai dari pergudangan, residensial, komersial (pertokoan) hingga apartemen. Padahal, perseroan masih memiliki lahan seluas 15 hektare di Jakarta. Dengarkan berita dan pembaruan terkini kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran perpesanan favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Program 3 Juta Rumah Prabowo, Pengembang Besar Berpotensi Dilibatkan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Pengembang di Jakarta Masih Sulit Jualan Apartemen pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>“Jujur kalau untuk DKI, teman-teman (pengembang) yang punya apartemen, mereka hanya mengeluh. Jualannya kurang bagus, nasib re mi fa sol,” canda Arvin dalam pertemuan tiga anggota DPD REI di Tangerang Selatan, Rabu (12/6/). 2024).
Hal ini menjadi kendala bagi DPD REI Jakarta, belum lagi penambahan pembiayaan perbankan yang sulit mendapat persetujuan.
Untuk itu, Arvin menyarankan agar anggotanya yang saat ini masih dalam masa pemulihan dari pandemi Covid-19, fokus pada pembangunan untuk menghidupkan kembali industri properti.
Baca Juga: Beli Rumah di Tapera, Lokasi Tak Jelas, Pemerintah Rekomendasikan Apartemen
“Kemarin susah dijual selama tiga tahun hanya ketemu susah. Juga, kami memiliki anggota, semuanya adalah pengembara, semuanya ada di sini. Mulai dari apartemen, perumahan, bisnis, mall, hotel, industri juga susah jualnya,” tambah Arvin.
Makanya menurut saya ini harus digabungkan untuk mencari solusi dari persetujuan bank.
Pasalnya, persetujuan pengembang atas Kredit Properti Apartemen (KPA) dari bank melalui aplikasi yang diperkenalkan sendiri membuat penjual bisa menjualnya.
Jujur saja, saat kita pulih dari Covid-19, itu sangat perlu kita dukung, perbankan juga perlu mendukung kita para pengembang, itu salah satunya di DKI, katanya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Pengembang di Jakarta Masih Sulit Jualan Apartemen pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel GLOBAL NEWS Benarkah Apartemen Lebih Diincar ketimbang Rumah Tapak? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dari sisi regulasi, pemerintah terus mendorong pengembang untuk lebih banyak membangun rumah atau apartemen vertikal.
Kebijakan ini dinilai menjadi solusi tepat untuk memenuhi kebutuhan perumahan meski terdapat kendala lahan di perkotaan.
Pada saat yang sama, mereka mendapat kendala dari masyarakat akibat kenaikan harga rumah.
Namun timbul pertanyaan: apakah apartemen atau kondominium lebih populer dibandingkan rumah tapak?
Wakil Ketua Umum (Vaketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya pun menanggapi Kompas.com pada Selasa (16/07/2024).
Baca juga: Konsep Apartemen TOD Populer di Kalangan Masyarakat?
“Sebenarnya masyarakat lebih memilih rumah tanah,” tegas Bambang.
Namun sayangnya, harga rumah tanah di perkotaan atau lokasi strategis terlalu mahal atau tidak bisa diterima oleh sebagian orang.
Oleh karena itu, sebagian orang memilih apartemen atau kondominium karena harganya yang terjangkau.
Misalnya ada calon pembeli dengan budget 500 juta rupiah, jelas Bambang.
Jika ia membeli sebidang tanah, ia akan mendapat tempat yang jauh dari tempat kerja, karena letaknya di pinggiran.
Sekaligus dengan budget yang sama, Anda bisa mendapatkan apartemen pengembangan transportasi (TOD) di kawasan strategis dengan akses transportasi yang baik, ”tegas Bambang. Dengarkan berita terkini dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel GLOBAL NEWS Benarkah Apartemen Lebih Diincar ketimbang Rumah Tapak? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel NEWS INDONESIA Apersi Prediksi Kuota Rumah Subsidi Habis Juli pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat (DPP) APERSI Junaidi Abdillah, pengembang dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) merasakan kekhawatiran dan kekhawatiran tersebut.
“Kuota tahun ini sepertinya 160.000 unit (166.000 unit), prediksi kami dari Apersi kuota ini akan habis pada Juni-Juli,” jelas Junaidi di Jakarta, Jumat (3/5/2024).
Oleh karena itu, jika Pemerintah tidak menambah kuota rumah bersubsidi minimal sebanyak 250.000 unit pada tahun lalu, maka akan berdampak besar pada MBR.
Baca juga: Prototipe Baru Perumahan Subsidi Tahan Gempa Hingga Magnitudo 7
Dengan begitu, Apersi berharap tidak ada kesimpangsiuran persoalan ini di masa transisi Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) tahun ini.
“Sebenarnya komitmen Pak Jokowi sejuta rumah bisa dibagi 3 juta rumah. Jadi bukan tugas berat di masa transisi bagi Pak Jokowi untuk bertanggung jawab berbicara di masyarakat tentang kuota yang tidak mencukupi. ,” kata Junaidi.
Junaidi mengatakan terbatasnya kuota perumahan bersubsidi akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan sektor properti.
Hal ini kemudian dapat meningkatkan risiko kebangkrutan bagi pengembang yang tidak dapat memenuhi kewajiban perbankannya.
Lebih lanjut, hal ini juga berpotensi meningkatkan angka pengangguran di sektor real estate.
Oleh karena itu, Apersi menilai penting untuk membentuk organisasi khusus yang mengelola Kredit Properti Rumah (KPR).
Saat ini sudah ada alat yang disediakan pemerintah yaitu Badan Percepatan Penyediaan Perumahan (BP3).
“Harusnya tercipta karena Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah, PERPU (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang), dan Peraturan Presiden (Perpres) seperti yang sudah ada,” pungkas Junaidi di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel NEWS INDONESIA Apersi Prediksi Kuota Rumah Subsidi Habis Juli pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel GLOBAL NEWS Goldland Investasi Rp 1,5 Triliun, Bangun Rumah Milenial di Tangerang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Proyek ini mencakup lahan seluas 35 hektar yang mencakup tujuh cluster dan berencana membangun 3000 rumah.
Harga rumah dengan luas 31/50 meter persegi mulai dari 540 juta rubel.
Siapa Grup Goldland?
Diketahui, perusahaan ini telah banyak menciptakan klaster perumahan dan residensial.
Baca Juga: Gedbij, Trend Setter dan Penyeimbang Pertumbuhan Utama Kota Bandung
Di antaranya Taman Alpha Inda di Jakarta Barat, Palem Sami di Karawachi, Puri Beta di Ciledug, dan Puri 11 di Karang Tenga.
Presiden Goldland Group Hendry Wijaja mengatakan perseroan telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan lebih dari 10 bank untuk memberikan pembiayaan hipotek kepada nasabah.
“Dengan bunga KPR terendah 2,99 persen, fixed 1 tahun dan insentif pemerintah berupa potongan PPN, rumah ini ditujukan untuk kaum milenial,” kata Hendry dalam keterangannya kepada Kompas.com, Sabtu (22/6/). 2024).
GM Marketing Terranea Homes Rebecca Widjaja menambahkan, Terranea Homes dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian modern dengan lokasi strategis dan aksesibilitas luas.
Baca Juga: Astra Land dan Sinarmas Bangun Gedung Hunian Rp 2,6 Triliun di Cibubur
Lokasinya bersebelahan BSD dan dekat dengan Aeon Mall, The Breeze, ICE, Eka Hospital dan perkantoran BSD, kata Rebecca.
Dalam pemasaran proyek ini, Goldland Group berkolaborasi dengan perusahaan teknologi properti (PropTech) Lamudi Indonesia.
Direktur Komersial Lamud Indonesia Reno Ismail Melano mengatakan pemasaran ini akan memanfaatkan platform digital perusahaan yang kuat untuk menjangkau jutaan pencari properti di Indonesia.
Lamudi Indonesia menggunakan teknologi big data yang dapat menyasar calon pembeli dengan tepat sesuai target pasar.
“Melalui kerjasama ini, Lamudi akan menyasar calon pembeli yang sesuai dengan target pasarnya. Hal ini akan memungkinkan Goldland Group menjangkau calon pembeli yang lebih luas dan meningkatkan peluang penjualan,” tambah Renault.
Dengarkan berita dan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel GLOBAL NEWS Goldland Investasi Rp 1,5 Triliun, Bangun Rumah Milenial di Tangerang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>