Artikel Pangeran Saudi Kecam Genosida Israel, Minta Trump Bawa Perdamaian ke Timur Tengah pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Pangeran Turki al-Faisal, yang menjabat sebagai kepala intelijen Arab Saudi selama lebih dari dua dekade, juga menyatakan harapannya agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan hadir di hadapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Komentar Pangeran Turki pada konferensi Dialog Manama di Bahrain menyusul pernyataan lebih keras dari pejabat Saudi setelah pembicaraan normalisasi dengan Israel gagal menyusul pecahnya perang Gaza.
Baca juga: Usai Pemilu AS, Qatar Kembali Bahas Gencatan Senjata di Jalur Gaza.
“Israel saat ini, menurut kelompok hak asasi manusia internasional, bukan hanya negara kolonial apartheid, tapi juga negara genosida,” kata Pangeran Turki. “Israel melakukan genosida terhadap rakyat Gaza.”
“Sudah waktunya bagi dunia untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengadili mereka yang didakwa oleh Pengadilan Kriminal Internasional,” tambahnya, menurut AFP.
Bulan lalu, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Galant, yang diduga melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang.
Pemimpin de facto Arab Saudi Putra Mahkota Mohammed bin Salman juga menuduh Israel melakukan genosida pada pertemuan Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam di Riyadh bulan lalu.
Amnesty International melontarkan tuduhan serupa dalam sebuah laporan baru minggu ini, yang ditolak Israel karena dianggap dibuat-buat dan didasarkan pada kebohongan.
Perang di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, setelah serangan Hamas di Israel selatan menewaskan 1.208 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan Agence France-Presse berdasarkan data resmi.
Serangan balasan militer Israel di Jalur Gaza telah menewaskan sedikitnya 44.612 orang, sebagian besar warga sipil, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di wilayah tersebut, yang dianggap dapat diandalkan oleh PBB.
Baca juga: Genosida di Gaza. Amnesty International dan 14 negara siap menuntut Israel.
Pangeran Turki, yang juga mantan duta besar Saudi untuk Amerika Serikat, mengatakan mandat kuat Trump di kalangan pemilih Amerika memungkinkan dia memberikan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan dunia.
“Negara-negara sahabat di kawasan ini berharap Tuan Trump akan melanjutkan apa yang telah dia mulai di masa lalu – membawa perdamaian ke Timur Tengah dengan huruf kapital P,” katanya.
Baca juga: Israel Paksa WNI Relawan MER-C Keluar Rumah Sakit di Gaza Utara
“Sekarang adalah waktunya bagi Amerika, di bawah kepemimpinan Anda, untuk mengubah arah kawasan yang bermasalah ini,” tambahnya. Dengarkan berita dan favorit kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp. .
Artikel Pangeran Saudi Kecam Genosida Israel, Minta Trump Bawa Perdamaian ke Timur Tengah pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel PBB: Perang Israel di Gaza Penuhi Kriteria Genosida pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Pernyataan ini muncul bersamaan dengan laporan Human Rights Watch (HRW) yang menuding penggusuran paksa warga Gaza yang dilakukan Israel sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Israel menolak klaim HRW, dengan menyatakan bahwa upayanya hanya terfokus pada pembongkaran kemampuan teror Hamas, bukan populasi Gaza.
Baca juga: Mohammed Shabat, Mantan Dokter Indonesia, Meninggal di Gaza Saat Menjalani Misi Kemanusiaan.
Namun Israel tidak menanggapi laporan Komite Khusus PBB tersebut.
Laporan dari AFP, Komite PBB menyoroti banyaknya korban sipil dan kondisi kehidupan yang mengancam yang sengaja dikenakan pada warga Palestina.
Komite juga mencatat bahwa pengepungan, blokade bantuan, dan serangan yang ditargetkan terhadap warga sipil melanggar mandat PBB dan Mahkamah Internasional, yang bertujuan untuk menyebabkan kematian, kelaparan, dan cedera serius.
“Praktik perang Israel di Gaza sesuai dengan karakteristik genosida,” kata pernyataan Komite Khusus PBB, yang menandai pertama kalinya istilah tersebut digunakan oleh PBB dalam konteks perang saat ini di Gaza.
Selain itu, Israel dituduh menggunakan kelaparan sebagai alat perang dan memberikan hukuman kolektif terhadap penduduk Palestina.
Laporan HRW juga menyatakan bahwa pemindahan paksa yang terjadi di Gaza menunjukkan kebijakan yang disengaja oleh negara Israel yang dapat memenuhi definisi pembersihan etnis.
Baca juga: HRW menuduh Israel melakukan kejahatan perang karena warga Gaza terus terpaksa mengungsi.
HRW meminta Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut atas tuduhan tersebut. Dengarkan berita terkini dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel PBB: Perang Israel di Gaza Penuhi Kriteria Genosida pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>