Artikel Program Makan Bergizi Gratis Diyakini Merangsang Perekonomian Desa pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Pemimpin Nutrisi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan anggaran RP.
Selain itu, program ini merupakan bagian dari investasi utama pemerintah dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM).
Dadan mengumumkan, salah satu kelemahan ekonomi Indonesia terletak pada kurangnya likuiditas di daerah pedesaan. Dipercayai bahwa program ini dapat meningkatkan peredaran uang di daerah pedesaan.
Baca Juga: Susu Ikan Akan Ditinjau Sebelum Memasuki Menu Menu Gratis
Sementara likuiditas desa diperkuat dengan membeli bahan baku langsung dari koperasi dan bisnis milik desa (Bumdes).
“Melalui program investasi masa depan ini, likuiditas desa akan meningkat,” kata Dadan kepada BNI Daily Investor Daily Summit 2024 di Jakarta pada hari Selasa (8 Oktober 2024), seperti yang dikatakan Antara.
Tes awal program ini mencakup 3.000 anak di unit layanan yang membutuhkan sekitar 200 kg nasi, 350 kg ayam atau 3.000 telur, 350 kg sayuran dan 600 liter susu per hari.
Sejumlah kebutuhan dianggap mencerminkan potensi besar produk pertanian dari desa.
Baca Juga: Jadwal Nutrisi Gratis akan dibagi menjadi Level Sekolah 3
“Ini hanya untuk satu unit layanan. Jika program berjalan penuh, akan ada sekitar 30.000 unit layanan Indonesia yang melayani wanita hamil, ibu perawatan, bayi, anak -anak sekolah dari paud ke sekolah menengah, termasuk sekolah dan sekolah agama.”
Dadan yang menekankan bahwa pemilik bisnis Village (Bumdes) dan tim desa akan menjadi pemasok utama bahan baku untuk program ini.
Misalnya, jika unit layanan membutuhkan 350 kg sayuran, koperasi atau entitas bisnis di desa (bumdes) setiap hari mereka dapat mengoordinasikan petani untuk pertumbuhan sayuran, yang sejalan dengan kebutuhan ini.
Demikian pula, kebutuhan akan 600 liter susu per hari, setara dengan membuat 60 kepala sapi untuk satuan layanan.
Baca juga: Menantikan potensi lokal untuk menjadi bahan baku untuk diet bergizi gratis
Tujuan dari program nutrisi nutrisi gratis tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak -anak dan komunitas yang lemah, tetapi ada juga dampak ekonomi yang signifikan pada desa -desa Indonesia.
Program ini direncanakan akan diluncurkan pada Januari 2025, dengan uji coba yang lebih luas pada November 2024. Tinjau pesan dan pesan terbaru tentang pilihan kami secara langsung di ponsel Anda. Pilih Akses ke Saluran Saluran WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafpbpzrzrk13ho3d. Pastikan Anda menginstal WhatsApp.
Artikel Program Makan Bergizi Gratis Diyakini Merangsang Perekonomian Desa pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Tak Perlu Impor Susu Kalau Peternak Lokal Digdaya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Menjadi anggota tetap Koperasi SAE Pujon sejak 2009, Tatok memulai usaha peternakannya dengan delapan ekor sapi. Kini, pada tahun 2024, ia memiliki 24 ekor sapi. Seekor sapi Totok rata-rata menghasilkan 25,9 liter susu per hari.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berarti seekor sapi hanya menghasilkan 12-13 liter per hari. Melalui prestasi tersebut, Tatok menjadi role model dalam industri susu nasional.
Baca Juga: Tangki Pendingin: Trik Peternak Sapi Perah untuk Mendukung Pangan Bergizi Belajar dari Belanda
Kesuksesan Tatok tak lepas dari pengalamannya mengikuti pelatihan di Belanda melalui program Youth Partnership for Agriculture (YPFA) yang digagas oleh PT. Bendera Frisian Indonesia (FFI). Menurutnya, banyak subjek yang ia gunakan di tamannya.
“Pelatihan di luar negeri itu seperti studi banding. Cara beternak sapi di Belanda dan Indonesia hampir sama, hanya pengelolaannya saja yang berbeda,” kata Tatok saat dihubungi Kompas.com, Kamis (12/12/2024).
Lanjutnya, salah satu perubahan signifikan adalah diberlakukannya kandang khusus untuk melahirkan sapi. Sebelumnya, sapi dipelihara di kandang yang sama untuk makan, minum, dan melahirkan. Hal ini membuat proses melahirkan menjadi sulit dan mempengaruhi produksi ASI.
“Setelah ditempatkan di kandang khusus, proses melahirkannya lancar. Kalau kelahirannya lancar, produksi susunya juga tinggi,” tambah Tadok.
Selain itu, mereka juga mengubah pola makannya. Jika dahulu konsentrat diberikan lebih banyak, kini pakan menjadi komponen utama, konsentrat hanya menjadi hasil samping. Cara ini tidak hanya meningkatkan kesehatan sapi tetapi juga meningkatkan produksi susu.
Dadok juga menekankan pentingnya mengetahui pakan berdasarkan bobot badan sapi. “Ternyata ada ilmunya. Misalnya, seekor sapi dengan bobot tertentu memerlukan pakan dan konsentrat dalam jumlah yang terukur. Jadi, tiap sapi punya porsi yang berbeda-beda,” jelasnya.
Ia juga menggunakan mesin pemerah susu, yang kini menjadi alat yang sangat diperlukan di peternakan. Melalui koperasi SAE Pujon, petani dapat mencicil mesin tersebut tanpa bunga. Penggunaan mesin pemerah susu terbukti dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas susu yang dihasilkan. Terbatas pada peternak lokal
Dalam menjalankan usahanya, Tadok menghadapi tantangan antara lain penyakit mulut dan kuku (PMK).
Untungnya, berkat kerja sama para peternak, pendampingan dan penguatan pendanaan FFI, para peternak koperasi SAE Pujon mampu pulih dan menghasilkan susu yang lebih baik.
Menutup perbincangan, Dodok mengatakan, jika susu lokal diolah dengan baik, higienis, tanpa pemalsuan, dan cepat sampai di reservoir, tentunya akan menarik perhatian sektor pengolahan susu dengan membayar harga yang pantas.
Saat ini kebutuhan susu sapi nasional sebesar 4,7 juta ton, dan yang tersedia hanya 3 juta ton. Jika peternak seperti Tatok terus diberdayakan, Indonesia tidak perlu lagi bergantung pada impor susu untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Baca juga: Sarapan Sehat dan Susu, Bahan Penting Nutrisi Anak
Susu berkualitas baik dari peternak lokal dapat menjadi pilar peningkatan status gizi nasional. Perlu diketahui, berdasarkan Survei Status Gizi Anak Indonesia (SSGBI) tahun 2022, 21,6 persen penduduk Indonesia mengalami stunting.
Studi SEANUTS II yang diprakarsai oleh Friesland Combina bekerja sama dengan Universitas Indonesia menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia mengalami tiga beban yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro.
Di wilayah Jawa-Sumatera, stunting pada anak usia di bawah 5 tahun mencapai 28,3 persen. Angka tersebut masih jauh dari target WHO sebesar 20 persen, dan target pemerintah sebesar 14 persen pada tahun 2024. Dengarkan berita dan berita ujian langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Tak Perlu Impor Susu Kalau Peternak Lokal Digdaya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Video Viral Susu Sapi di Pasuruan Dibuang, Wakil Ketua DPR Minta Pemerintah Perhatikan Peternak Lokal pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal ini menyikapi para peternak di Pasuruan, Jawa Timur, yang membuang susu sapi perah karena kalah bersaing dengan susu impor.
“Kami berharap peternak atau peternak lokal, khususnya peternak sapi perah, tetap menjadi perhatian utama pemerintah,” kata Sang di Akademi Bela Negara Partai Nasdaq di Jakarta, Sabtu (11/9). /2024).
Baca juga: Kisah Sedih Pengusaha Boyolali Bagikan 500 Liter Susu Tak Terjual
Menurut Saan, pemerintah harus memberi perhatian khusus pada susu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Bahkan, jika memungkinkan, pemerintah diminta memprioritaskan pasokan susu lokal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Jadi jangan sampai susu peternak kita tidak laku bahkan bersaing dengan susu impor. Jadi penting untuk melindungi peternak lokal,” kata Saan.
Nanti sisa defisitnya berapa yang lokal, lalu impor berapa. Untuk memenuhi kebutuhan susu dalam negeri, imbuh Wakil Ketua Umum Partai Nasdem itu.
Baca Juga: Blusukan Beri Susu ke Tangerang, Kesang dan Anak Rebutan Jabat Tangan
Beberapa unggahan video viral di media sosial memperlihatkan seorang petani di Pasuruan membuang 500.000 liter susu sapi miliknya karena kalah bersaing dengan susu impor.
Dalam video tersebut tertulis “pabrik pengolahan lebih memilih impor, peternak membuang 500.000 liter susu segar”.
Video tersebut memperlihatkan bagaimana berliter-liter susu dialirkan ke sungai melalui selang.
Kejadian serupa tidak hanya terjadi di Pasuruan, tapi juga di Boyolali. Pemasok susu asal Kecamatan Sumuk Danang Eco Saputra membagikan susu sapi gratis kepada warga yang melintasi Simpang Lima, Boyolali, Jawa Tengah pada Jumat (8/11/2024).
Baca juga: Kementan usulkan Badan Pangan Nasional tak memaksakan susu dimasukkan dalam menu pangan gratis.
Tadi pagi Danang membagikan 500 liter susu sapi ke petani dan tidak dibuang begitu saja.
Da Nang mengatakan alasannya adalah industri pengolahan susu (MPI) tidak mengonsumsi ratusan liter susu.
“Situasi (industri) susu saat ini sangat buruk dan menyedihkan. Intinya tidak ada pengambilalihan dari IPS,” kata Da Nang seperti dikutip TribunSolo.com. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Video Viral Susu Sapi di Pasuruan Dibuang, Wakil Ketua DPR Minta Pemerintah Perhatikan Peternak Lokal pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>