Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Petisi copot Gus Miftah Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/petisi-copot-gus-miftah/ Berita Seputar Global Indonesia Wed, 15 Jan 2025 21:20:51 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://sp-globalindo.co.id/wp-content/uploads/2024/10/cropped-sp-1-32x32.png Petisi copot Gus Miftah Arsip - SP NEWS GLOBAL INDONESIA https://sp-globalindo.co.id/tag/petisi-copot-gus-miftah/ 32 32 Bilang “Rakyat Jelata” Saat Tanggapi Miftah Hina Pedagang Es Teh, Jubir PCO Adita Irawati Minta Maaf https://sp-globalindo.co.id/bilang-rakyat-jelata-saat-tanggapi-miftah-hina-pedagang-es-teh-jubir-pco-adita-irawati-minta-maaf/ https://sp-globalindo.co.id/bilang-rakyat-jelata-saat-tanggapi-miftah-hina-pedagang-es-teh-jubir-pco-adita-irawati-minta-maaf/#respond Wed, 15 Jan 2025 21:20:51 +0000 https://sp-globalindo.co.id/bilang-rakyat-jelata-saat-tanggapi-miftah-hina-pedagang-es-teh-jubir-pco-adita-irawati-minta-maaf/ Jakarta, Kompas. COM – Juru Bicara Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Aditya Irawati meminta maaf karena menggunakan kata “orang biasa” saat menyebut Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habib-ur-Rehman yang menghina Sinhaji, seorang penjual teh. Aditya merasa kata ‘normal’ yang ia gunakan...

Artikel Bilang “Rakyat Jelata” Saat Tanggapi Miftah Hina Pedagang Es Teh, Jubir PCO Adita Irawati Minta Maaf pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
Jakarta, Kompas. COM – Juru Bicara Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Aditya Irawati meminta maaf karena menggunakan kata “orang biasa” saat menyebut Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habib-ur-Rehman yang menghina Sinhaji, seorang penjual teh.

Aditya merasa kata ‘normal’ yang ia gunakan tidak tepat. Aditya sempat diejek netizen karena menggunakan kata tersebut.

“Pada titik ini, saya ingin mengklarifikasi pernyataan saya yang saat ini banyak dibicarakan publik. Menurut saya diksi yang saya gunakan dianggap kurang tepat. Untuk itu, saya pribadi meminta maaf atas kejadian yang menimbulkan kontroversi di masyarakat. kata Adita di Instagram resmi Kementerian Komunikasi Presiden, Kamis (5/12/2024).

Baca Juga: Profil 6 Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Preeta Laura dan Aditya Irvati

Kompas.com telah mendapat izin untuk mereproduksi pernyataan Adita.

Diakui Aditya, bukan itu maksudnya saat menyebut ‘normal’. Ia mengklaim hal serupa bisa terulang kembali karena makna “normal” telah berubah.

Menurutnya orang awam mempunyai arti yang sama dengan orang biasa, jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Kejadian ini sama sekali tidak disengaja dan sering kali terjadi karena perubahan makna yang saya gunakan dalam present tense,” ujarnya.

“Saya menggunakan kamus sebagaimana dimaksud dalam KBBI yang artinya rakyat jelata. Artinya kita semua orang Indonesia,” lanjut Adita.

Baca Juga: Suami Dihina Miftah Saat Jualan Es Teh, Yuli Fatima: Ayah Menangis, Anak Juga Menangis.

Jadi, kata Aditya, dia tak mau meremehkan siapapun.

Ia berjanji akan menganalisa diri dan lebih berhati-hati dalam memilih kata saat menjabat.

“Sekali lagi mohon maaf”, tambah Aditya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

Artikel Bilang “Rakyat Jelata” Saat Tanggapi Miftah Hina Pedagang Es Teh, Jubir PCO Adita Irawati Minta Maaf pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/bilang-rakyat-jelata-saat-tanggapi-miftah-hina-pedagang-es-teh-jubir-pco-adita-irawati-minta-maaf/feed/ 0
Ramai-ramai Minta Miftah Dicopot: Ada 7 Petisi, Ditandatangani Lebih dari 80.000 Orang https://sp-globalindo.co.id/ramai-ramai-minta-miftah-dicopot-ada-7-petisi-ditandatangani-lebih-dari-80-000-orang/ https://sp-globalindo.co.id/ramai-ramai-minta-miftah-dicopot-ada-7-petisi-ditandatangani-lebih-dari-80-000-orang/#respond Tue, 31 Dec 2024 05:11:01 +0000 https://sp-globalindo.co.id/ramai-ramai-minta-miftah-dicopot-ada-7-petisi-ditandatangani-lebih-dari-80-000-orang/ JAKARTA, KOMPAS.com – Petisi yang meminta Presiden Prabovo Subjanto mencopot Miftah Maulana Habiburrahman dari jabatan utusan khusus presiden untuk kerukunan umat beragama dan pengembangan lembaga keagamaan muncul sejak 2024. 4 Desember Pantauan Kompas.com, ada tujuh petisi yang diajukan di laman...

Artikel Ramai-ramai Minta Miftah Dicopot: Ada 7 Petisi, Ditandatangani Lebih dari 80.000 Orang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
JAKARTA, KOMPAS.com – Petisi yang meminta Presiden Prabovo Subjanto mencopot Miftah Maulana Habiburrahman dari jabatan utusan khusus presiden untuk kerukunan umat beragama dan pengembangan lembaga keagamaan muncul sejak 2024. 4 Desember

Pantauan Kompas.com, ada tujuh petisi yang diajukan di laman change.org yang menuntut pencopotan dan pengunduran diri Miftah Maulana.

Petisi kemudian diajukan untuk menolak Miftah Maulana karena dianggap suka mempermalukan orang lain.

Miftah diketahui langsung meminta maaf kepada penjual es teh bernama Sunhaji setelah video dirinya yang diduga mengejek penjual es teh di acara keagamaan viral di media sosial.

Namun tampaknya tak semua pihak puas dengan permintaan maaf tersebut dan membuat petisi yang ditujukan kepada Presiden Prabov untuk mencopot Miftah Maulana dari jabatan Utusan Khusus Presiden.

Baca juga: Kasus Miftah dan Langkah Pemerintah Memperbaiki Citra 50 Hari Kerja Lalu

Dari tujuh petisi, hingga Kamis (12/5/2024) pukul 18.50 WIB, satu diantaranya bahkan ditandatangani oleh 79.335 orang.

Petisi bertajuk “Copot Gus Miftah Sebagai Utusan Khusus Presiden” 2024 Desember 4 dibuat oleh Dick Prakasa.

Dika dalam alasannya mengatakan, tidak pantas seseorang yang banyak bicara tentang agama di depan umum mengucapkan kata-kata kasar kepada orang lain.

Selain itu, kata dia, Presiden Prabowo dalam pidatonya juga menegaskan bahwa dirinya sangat menghargai dan menghormati mereka yang berprofesi sebagai pedagang, pemotong, nelayan, dan sebagainya. karena mereka menghasilkan uang.

Oleh karena itu, menurut D., sikap atau tindakan Miftah Maulana terhadap penjual es teh tersebut secara tidak langsung telah mencoreng citra pemerintah. Karena itu, dia meminta agar Miftah segera dicopot dari jabatannya.

“Apa yang dilakukan Gus Miftah adalah cerminan karakternya.” Karena hal seperti itu terjadi beberapa kali. Oleh karena itu, agar rank kalian bisa menyamai ayah kalian, segera hilangkan Gus Mift! Tulis Dika dalam petisinya yang dikutip dari change.org.

Baca Juga: Miftah Dihina Penjual Es Teh Golkar: Orang Terkenal Sering Belajar dari Orang Kecil

Selain permohonan yang diajukan Dikka Prakasa, masih ada enam permohonan lagi yang substansinya hampir sama, menuntut pencopotan atau pengunduran diri Miftah Maulana.

Antara lain petisi “Menyerukan Gus Miftah atau Miftah Maulan Habiburrahman mundur.” Lalu petisi untuk mencopot Gus Miftah dari jabatan utusan khusus presiden!

Namun petisi yang dibuat Dika Prakasa lebih banyak mendapat tanda tangan publik. Namun jika dijumlahkan, ketujuh petisi tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 80.000 orang. DPR meminta Pemerintah menilai

Soal kontroversi Miftah Maulana, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasko Ahmad mengaku meminta pemerintah mengevaluasi aktivitas utusan presiden tersebut.

Artikel Ramai-ramai Minta Miftah Dicopot: Ada 7 Petisi, Ditandatangani Lebih dari 80.000 Orang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.

]]>
https://sp-globalindo.co.id/ramai-ramai-minta-miftah-dicopot-ada-7-petisi-ditandatangani-lebih-dari-80-000-orang/feed/ 0