Artikel SHI Serukan Reformasi Peradilan Usai 3 Hakim yang Vonis Bebas Ronald Tannur Ditangkap pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Ini menanggapi penangkapan tiga hakim Pengadilan Distrik Sarabay (PN) mengenai suap Ronald Tannur.
“Kejadian ini mengingatkan orang bahwa keadilan harus terus meningkat untuk menjaga kejujuran mereka. Tembakan ini harus dipertahankan dan peradilan mengalami reformasi yang komprehensif,” kata Fauzan dalam pernyataan resmi dari Kamis (24/24/2024).
BACA JUGA: 3 Hakim Sabaya PN yang ditangkap oleh Kantor Jaksa Agung Jaksa Agung karena menerima putusan bebas Ronald Tannur
Foxan mengatakan Shiya penuh dengan semangat menghilangkan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan meningkatkan peradilan di Indonesia.
Fauzan menambahkan bahwa hakim sebagai penjaga keadilan harus mengikuti nilai kejujuran dan kejujuran.
Menurutnya, insiden dalam pendudukan Kantor Jaksa Agung sangat memperingatkan bahwa tidak ada tempat untuk korupsi di peradilan.
“Hakim harus ditiru bagi masyarakat untuk mempertahankan etika hukum,” katanya.
Dia melanjutkan: “Shi selalu menyerupai hakim di Indonesia untuk menjauh dari korupsi sambil melakukan tugas mereka.”
Baca juga: profil dan kekayaan tiga hakim Subaya PN, mereka tidak memiliki Ronald Tannur
Shi juga sepenuhnya mendukung upaya Mahkamah Agung dan Kantor Jaksa Agung untuk menghilangkan korupsi pengadilan, terutama yang melibatkan hakim dan lembaga pengadilan.
“Ini adalah langkah penting menuju keadilan yang lebih bersih dan transparan. Penghapusan korupsi bukan hanya tugas lembaga penegak hukum, tetapi juga tanggung jawab moral untuk semua elemen pengadilan.”
Untuk mendapatkan informasi, tiga hakim dari Surybay ditangkap oleh Kantor Jaksa Agung setelah dugaan menerima suap yang terkait dengan Ronald Tannur, yang merupakan hukuman gratis.
Tiga hakim dan penasihat hukum Ronald Tannur, Lisa Rahmat, kini telah ditunjuk sebagai tersangka.
Tiga hakim adalah Erintuah Damanik, Mangapul dan Hari Hanindyo. Mereka ditangkap dan ditahan kemarin oleh Kantor Jaksa Agung pada hari Rabu.
Baca juga: Fakt Ott Hakim PN Surabaya, tidak ada Ronald Tannur
Penyelidik jaksa jenderal menemukan lusinan pound saat mencari rumah dan apartemen tersangka.
Tiga hakim di Pengadilan Distrik Sarabay sebelumnya menjadi sorotan ketika mereka meninggalkan keputusan kontroversial untuk membebaskan Ronald Tannur dari semua aplikasi jaksa penuntut.
Putra seorang mantan anggota parlemen Indonesia, Edward Tannur, dianiaya, pacarnya Dini Sefra Africiyanti sampai kematiannya dituduh melakukan yang pertama, kedua atau ketiga. Periksa berita utama dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran utama untuk mengunjungi saluran whatsapp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafpbedbbppzzrk13ho3ddd. Pastikan Anda menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel SHI Serukan Reformasi Peradilan Usai 3 Hakim yang Vonis Bebas Ronald Tannur Ditangkap pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel IKAHI: Hakim Terjaring OTT Kasus Suap Mencoreng Integritas pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Tiga hakim ditangkap karena diduga mendenda putra anggota DPR Ronald Tannoor karena memukuli pacarnya hingga tewas.
Menurut Yazardin, kasus tersebut melemahkan integritas peradilan, apalagi saat Mahkamah Agung dan IKAHI berupaya menjamin keadilan dan kesehatan hakim di seluruh Indonesia.
“IKAHI sangat prihatin dengan kita PN Surabaya yang terjebak OTT, apalagi di tengah upaya MA dan IKAHI dalam mempersiapkan hakim untuk meningkatkan keadilan peradilan di Indonesia,” kata Yasardin kepada Kompas.com, Kamis (24). /10/2024).
Baca Juga: Begini Profil Aset 3 Hakim yang Putuskan Ronald Tannoor Capai Rp20 Miliar
Yazardin menambahkan, kasus tersebut berdampak buruk bagi seluruh hakim di Indonesia karena tidak ada hakim yang jujur.
Memang benar, katanya, lebih banyak hakim yang jujur dan jujur dibandingkan pengkhianat.
“Setiap hakim terkena dampak yang sama. “Memang banyak hakim yang jujur dan adil,” ujarnya.
IKAHI mendukung penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan sepanjang proses hukumnya diikuti.
“IKAHI mendukung penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat jika dilakukan dengan benar,” tambahnya.
Baca Juga: Akibat Suap Hakim yang Membebaskan Ronald Tanur, Sidang
Sebelumnya, pada Rabu (23/10/2024) OTT kejaksaan terkait kasus suap yang dilakukan tiga hakim Pengadilan Negeri Surabaya.
Gregorius Ronald Tannoor divonis bersalah dalam kasus suap. Ketiga juri tersebut adalah Erindua Damanik, Mangapul dan Hari Hanindeo.
Tak hanya ketiga hakim yang ditangkap, kejaksaan juga menangkap seorang pengacara bernama Lisa Rahmat.
Melalui putusan OTT tersebut, Kejaksaan Agung menyita uang senilai Rp20 miliar dan dokumen terkait suap. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih pesan yang ingin Anda akses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel IKAHI: Hakim Terjaring OTT Kasus Suap Mencoreng Integritas pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>