Artikel Potret Pesawat NC212i Buatan PT DI, Jagoan Landasan Pendek pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Pesawat produksi Anak Nasional ini diklaim laris di pasar domestik dan internasional.
“NC212i merupakan salah satu pesawat terpopuler di pasaran karena desainnya yang serbaguna, biaya pengoperasian yang rendah, serta kemampuannya lepas landas dan mendarat di landasan pendek,” ujar Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Sumber Daya Manusia PT DI. . Fortune, Maggie Sismandani, mengatakan dalam keterangannya, Senin.
Maggi mengatakan PT DI memproduksi 124 pesawat seri NC212.
Menurutnya, seluruh pesawat tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga dari beberapa negara di dunia.
Baca Juga: PT DI Serahkan Pesawat NC212i Part 6 ke TNI AU
“Keberhasilan PT DI mengekspor pesawat tersebut ke berbagai negara menjadi bukti nyata bahwa produk dalam negeri mampu bersaing di pasar global,” kata Megi.
Selain itu, ia mengatakan pengiriman pesawat 6-NC212i ini merupakan bentuk dukungan PT DI kepada pemerintah dalam meningkatkan kemandirian industri pertahanan.
Lalu apa saja fitur dan keunggulan pesawat NC212i milik PT DI? Baling-baling baru buatan Jerman
Berdasarkan keterangan PT DI, NC212i dilengkapi dengan baling-baling baru yang diproduksi oleh MT Propeller asal Jerman, European Aviation Safety Agency (EASA) bersertifikat MTV-27.
Mayor Pnb Syamsu Alam, pilot atau pilot pengirim yang memimpin kapal, menjelaskan, “Keunggulan MT Propeller adalah kini suara atau kebisingannya lebih sedikit, dan tidak ada kejutan saat mesin atas dihidupkan.” , kata PT DI dalam keterangannya.
Baca juga: PT DI bidik pakai mesin N219 yang populer di Bali Utara
Menurut Mayor Siamsu, baling-baling MTV-27 sebanding dengan mesin inboard, Honeywell TPE331, yang memberikan kinerja optimal dengan tingkat kebisingan dan getaran yang rendah selama pengoperasian.
Diharapkan kedepannya akan lebih banyak lagi pesawat produksi PT DI yang dikirimkan, tentunya dengan performa yang lebih baik.
“Kami berharap ini menjadi motivasi agar kedepannya kami dapat menerima kembali barang dalam kondisi yang lebih baik atau melakukan pengiriman pesawat baru PTDI,” kata Mayor Siamsu.
“Tentunya pesawat terbaru ini akan menjadi salah satu kekuatan Alutisme Skuadron 4. “Dari 9 pesawat (yang dipesan), sudah terkirim 6 pesawat atau sekitar 60 persen, dan kita berharap dalam waktu dekat bisa 100 persen.” – dikatakan.
FYI, sebelumnya PT DI mengirimkan lima pesawat NC212i ke TNI AU secara bertahap.
Baca juga: Perkembangan Penerbangan Sipil N219, PT DI: Kita Tahu Indonesia Negara Kepulauan
Dua pesawat dikirimkan pada tahun 2021, diikuti oleh satu pada tahun 2022 dan dua pada tahun 2023.
Rencananya, pesawat ke-7 akan dikirimkan pada Februari 2025. Simak berita terkini dan update langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda Kompas.com Saluran WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstal.
Artikel Potret Pesawat NC212i Buatan PT DI, Jagoan Landasan Pendek pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel PT DI Kirim Unit Ke-6 Pesawat NC212i untuk TNI AU pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Sumber Daya Manusia PT DI Megy Sismdany mengatakan, hal ini semakin menguatkan tekad PT DI untuk memperkuat semangat kewarganegaraan dan mendukung kemandirian negara melalui pemberian senjata ampuh (alutista).
“NC212i adalah salah satu pesawat paling populer di pasaran karena desainnya yang ramping, biaya pengoperasian yang rendah, serta kemampuan lepas landas dan mendarat yang singkat,” kata Meggie, Senin.
Baca juga: Detail Pesawat NC212i Hasil Kembangan Anak Negeri, Dikirim ke TNI AU Hari Ini
Megy menjelaskan, penyerahan pesawat NC212i keenam ini merupakan peran PT DI dalam mendukung pemerintah dalam meningkatkan kemandirian industri pertahanan negara.
Dikatakannya, seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, PT DI telah memproduksi 124 pesawat seri NC212 yang telah beroperasi di banyak negara, tidak hanya di Indonesia.
“PT DI telah mengekspor pesawat ini ke berbagai negara yang jelas menunjukkan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya.
Megy bersama Manajer Produksi PT DI Batara Silaban turut serta dalam evaluasi persiapan dan penerbangan kapal penyeberangan (pesawat pengirim senjata) pesawat NC212i yang akan dioperasikan TNI Angkatan Udara.
Baca juga: PTDI Kirim 6 Pesawat NC212i ke Filipina,
Nomor ekor atau tailplane NC212i adalah AX-2133. Pesawat tersebut menerima sertifikat kelaikan udara, atau persetujuan untuk terbang, pada 24 Oktober 2024.
Lima pesawat sebelumnya dikirimkan secara bertahap, yakni dua pada 2023, satu pada 2022, dan dua pada 2021. Sementara rencana, pesawat ketujuh akan dikirimkan pada Februari 2025.
Selain pengiriman pesawat kelima, NC212i dikirimkan hari ini dengan mesin baru yang dikembangkan oleh perusahaan Jerman MT Propeller, MTV-27, yang disetujui oleh European Aviation Safety Agency (EASA).
“Keunggulan mesin MT adalah tidak menimbulkan banyak kebisingan atau kebisingan, sehingga jika menggunakan satu mesin maka tidak akan terjadi ledakan,” kata pilot yang mengirim pesawat tersebut Mayor Pnb Syamsu Alam.
MTV-27 dilengkapi dengan motor internal (yaitu Honeywell TPE331) untuk memberikan kinerja yang lebih baik, lebih sedikit kebisingan, dan lebih sedikit getaran selama pengoperasian.
Baca juga: PT DI Serang Pesawat Amfibi N219 Arah Utara Bali
Syamsu Alam mengatakan, “Kami berharap hal ini menjadi dorongan agar kedepannya kami dapat menerima atau menyerahkan pesawat baru PT DI dengan kondisi yang lebih baik.”
Yang jelas pesawat terakhir ini akan menjadi salah satu keunggulan alutsista skuadron 4. Enam dari sembilan pesawat sudah terkirim, yaitu 60%, dan kami berharap bisa mencapai 100% dalam waktu dekat. berita dan pilihan utama kami langsung di ponsel Anda. Kunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Program telah diinstal.
Artikel PT DI Kirim Unit Ke-6 Pesawat NC212i untuk TNI AU pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>