Artikel Proyek Apartemen Disetop Sementara, PAM Group Komitmen Tuntaskan Perizinan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Termasuk di dalamnya pengurusan izin sebagai syarat pembangunan Apartemen Shappire di Superblok Balikpapan dan lokasi pengembangan terpadu Green Valley 2 di Kalimantan Timur.
Hal ini menyusul usulan tim KHDR III Balikpapan untuk menghentikan sementara pengerjaan dua proyek perumahan.
Baca juga: Beli Apartemen? Cara mengelola sertifikat Lander
Proyek perumahan Shappire meminta penghentian sementara karena belum menyelesaikan izin terkait ketenagalistrikan seperti Sertifikat Fungsional Teknis (SLF) atau Sertifikat Kinerja Operasional (SLO).
Sedangkan apartemen Green Valley 2 belum memiliki site plan yang dikembangkan.
Sekretaris Perusahaan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk Alexsandro Martin Tiga membenarkan Balikpapan terbuka terhadap opini publik, termasuk rekomendasi KHDR III.
“Kami berkomitmen untuk mematuhi seluruh peraturan dan persyaratan. Kami juga meminta dukungan dari Pemerintah Kota Balikpapan terkait izin yang kami ajukan, khususnya izin yang sedang kami proses,” ujarnya. .com, Rabu (22/1/2025).
Proyek Perumahan Sapphire saat ini masih dalam tahap Persetujuan Kepatuhan Tindakan Penggunaan Ruang (PKKPR) atau Izin Prinsip, Izin Pengeboran Air Tanah dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Elevasi Bandara dan Site Plan Pdt. 6.
Baca juga: Saya sedang mencari properti! Simak apartemen murah di Depok mulai dari Rp 213 jutaan
Izin Zonasi, Kajian Teknis Lingkungan, Usulan Pembangunan Jalan, Usulan BPBD Kota Balikpapan dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kemudian diserahkan ke sistem SIMBG.
Alex juga menjelaskan, WBL saat ini sedang menyelesaikan sejumlah proses perizinan yaitu penambahan AMDAL dan izin penyempurnaan dari Konsultan yang saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan dengan target selesai pada kuartal I tahun 2025.
Alex menambahkan, Apartemen Sapphire dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian dengan berkembangnya Ibukota Negara Republik Indonesia (IKN) yang diharapkan dapat menjadi solusi penunjang kawasan hunian.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Karya Bersama Anugerah Tbk, Lacia Pipit memastikan seluruh peraturan dan persyaratan yang ditetapkan pemerintah daerah dan pemerintah pusat ditaati dalam pembangunan Green Valley 2.
Saat ini perusahaan mempunyai PKKPR. Izin lainnya masih dalam proses persetujuan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, seperti Trafik Amdal.
Pipit menambahkan, pihaknya saat ini sedang dalam proses pengurusan izin lokasi dan izin terkait pembangunan Green Valley 2.
“Untuk itu kami mohon dukungan dari Pemerintah Kota Balikpapan terkait izin-izin yang dikeluarkan, khususnya izin-izin yang sudah beroperasi,” kata Pipit.
Green Valley 2 merupakan Wali Kota Jalan Pol Zainal Arifin alias Jalan Beller, Balikpapan.
“Green Valley 2 merupakan salah satu apartemen yang dibangun untuk memenuhi tingginya permintaan pasca berkembangnya IKN,” kata Pipt Simak berita terkini dan update langsung di ponsel Anda Login ke Kompas.com WhatsApp Channel: https:// www .whatsapp . com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Proyek Apartemen Disetop Sementara, PAM Group Komitmen Tuntaskan Perizinan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel NEWS INDONESIA Hanya 1 Jam dari IKN, Apartemen The Shappire BSB Mulai Dipasarkan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal ini juga tercermin pada sektor real estate, dimana menurut riset grup Proptech 99, permintaan di Balikpapan meningkat sebesar 57,1 persen pada tahun lalu.
Sementara pertumbuhan permintaan di kota berjuluk “Beriman” itu bahkan melonjak hingga 149,8 persen secara tahunan (year-on-year).
Untuk itu, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) gencar memperkenalkan produk residensial terbarunya yakni The Sapphire di kompleks pengembangan terpadu mixed-use Balikpapan Super Block (BSB).
Baca juga: Paradise Indonesia akan mulai hotel di Balikpapan tahun ini senilai Rp 350 miliar
Chief Operating Officer PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) Tjia Daniel Wirawan mengatakan Sapphire dirancang untuk memenuhi tingginya permintaan akan hunian.
Apartemen yang terletak hanya satu jam dari Kawasan Pusat Pemerintahan (KIP) IKN ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk menunjang kawasan pemukiman di kota-kota tetangga.
“Minat masyarakat selalu datang, terutama di IKN. Banyak investor yang tertarik untuk membangun portofolio kita sebelumnya, seperti Aeropolis yang tinggal beberapa lagi,” kata Daniel menanggapi Kompas.com, Kamis (19/19) lalu. . 8/2024).
Menurut Daniel, pelanggan yang tercatat di database perseroan berasal dari berbagai kota di Indonesia, termasuk kota mitra IKN.
Selain Balikpapan, ada juga Samarinda, Sangatta, Tenggarong, Berau dan kota lainnya yang memiliki motif investasi.
“Para investor ini dominan karena menjadikan apartemen BSB ini sebagai sarana investasi,” tambah Daniel.
Baca juga: Jokowi: Balikpapan-IKN Hanya 30 Menit di Tol
Selain The Shappire, terdapat juga gym, infinity pool, ruang serba guna, taman bermain, dan ruang yoga.
Selain itu, unit apartemen dilengkapi dengan sistem smart home dan semi-furnished. Perusahaan berharap bisa menghasilkan penjualan Rp 500 miliar dari proyek ini.
BSB sendiri merupakan super blok dengan banyak fasilitas mulai dari mal eWalk dan Pentacity, Hotel Grand Jatra bintang 5, Hotel Pentacity bintang 4, dan Hotel Astara.
Kemudian hotel J.Icon bintang 2, sekolah internasional Bina Bangsa School, apartemen, tempat rekreasi air Aquaboom, pusat olah raga dan tempat hiburan pantai BSB.
Perseroan akan mengoperasikan Hotel Pentacity dengan 202 kamar pada tahun 2024.
Artikel NEWS INDONESIA Hanya 1 Jam dari IKN, Apartemen The Shappire BSB Mulai Dipasarkan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>