Artikel Momentum Terakhir! Manfaatkan Insentif PPN Rumah Sebelum Naik pada 2025 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Skema PPN DTP terbukti memberikan dampak positif bagi sektor real estate. Febrio Nathan Kacaribu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, mengatakan skema tersebut mendorong pembelian 31.600 rumah pada akhir Oktober 2024.
“Kami perkirakan akan ada 54.000 rumah hingga akhir tahun ini. (Dengan demikian), capaian ini akan mendorong investasi dan menjaga ketahanan pertumbuhan ekonomi hingga tahun 2024,” lapor Kontan.co.id. Pada hari Jumat. (8.11.2024).
Insentif PPN DTP 100% untuk pembelian rumah merupakan bagian dari kebijakan yang diberikan pemerintah untuk mendukung sektor real estate. Hal itu diatur melalui Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2024 dan diperbarui dengan PMK Nomor 61 Tahun 2024.
Awalnya, insentif PPN TDP diberikan dalam periode terpisah sebesar 100 persen untuk rumah tangga pada 1 Januari hingga 30 Juni 2024 dan 50 persen untuk periode 1 Juli hingga 31 Desember 2024.
Namun untuk mendorong pesatnya pertumbuhan sektor real estate dalam empat bulan terakhir tahun 2024, pemerintah melalui PMK 61 Tahun 2024 kembali meningkatkan insentif menjadi 100% untuk periode 1 September hingga 31 Desember 2024.
Kebijakan ini berlaku untuk rumah atau apartemen dengan harga maksimal Rp 5 miliar, PPN maksimal Rp 2 miliar untuk DPP ditanggung pemerintah.
Promosi ini menjadi semakin penting mengingat tarif PPN nasional akan meningkat dari 11 persen menjadi 12 persen pada awal tahun 2025. Peningkatan ini pada UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) sebagai Bagian Reformasi Perpajakan.
Sekretaris Badan Pengembangan Terpadu Kawasan Perdagangan dan Properti Industri Indonesia Theresia Rustandi mengatakan, berdasarkan kajian sebelumnya, kenaikan PPN sebesar 1 persen kemungkinan akan menaikkan harga barang grosir. Pada industri real estate, efek domino semakin besar karena industri real estate saling berhubungan dengan 185 industri lainnya.
“Meski kenaikan 1 persen terkesan kecil, namun efek domino yang ditimbulkan bisa meningkatkan biaya distribusi dan harga bahan baku sehingga berdampak pada kenaikan harga properti,” dikutip Kompas.id, Jumat (12/6/2024). )
Hal senada diungkapkan Bambang Ekajaya, Wakil Ketua Umum Dewan Real Estate Indonesia (REI) Pusat.
Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, Selasa (17/9/2024), “Multiplier effectnya adalah biaya konstruksi meningkat, harga rumah naik, dan dikenakan PPN 12%,” ujarnya.
Kepala Riset Rumah123 Marisa Jaya menambahkan, kenaikan PPN kemungkinan besar akan berdampak pada keterjangkauan properti, terutama di pasar segmen menengah.
“Properti merupakan kebutuhan jangka panjang dan investasi penting bagi banyak orang, sehingga dampaknya sangat bergantung pada respon pasar dan insentif yang diberikan pemerintah,” ujarnya, dilansir Kompas.com, Selasa (11/12/2024). ) Skema Kepemilikan Rumah Khusus
Untuk menjawab tantangan tersebut, Sinar Mass Land menawarkan proyek “Tielsember: Special for Residential” sebagai kesempatan terakhir masyarakat untuk memiliki rumah dengan berbagai keuntungan.
Skema ini tidak hanya memberikan insentif PPN 100% yang masih berlaku, namun juga menawarkan tambahan penghematan hingga 22% dan diskon 1,5%.
Namun perlu diketahui bahwa tidak semua produk apartemen dan real estate Sinar Mass Land termasuk dalam promosi ini atau program DTP gratis PPN.
Meski begitu, skema Dielschamber merupakan solusi tepat bagi calon pembeli yang ingin mendapatkan rumah sebelum harga dan tarif pajak naik pada tahun 2025.
Khusus untuk rumah tinggal, Sinar Mas Land menawarkan berbagai pilihan hunian yang termasuk dalam skema PPN DTP. Kawasan BST City, Tangerang, Panten memiliki pilihan rangkaian hunian Freja, Imajihas dan Tanakayu yang terdiri dari Sava, Ziva, Swati, Swani dan Swasti. Masih di Kota BST ada Asathi dan New Alesha.
Pilihan hunian lainnya termasuk Albior dan Kota Deltamas di Tangerang, De Silva di Cigarang, Woodchester dan Savasa. Sedangkan di Surabaya tersedia North Garden Suite.
Bagi Anda yang mencari hunian vertikal, tersedia berbagai apartemen berkualitas. Di BSD City ada Agasa Pure Living, Casa de Barco dan Upper West. Di Jakarta Selatan, seri The Elements dan Southgate meliputi Alduvera, Prime dan Elegance. Sedangkan Jakarta Barat punya Areum Residence dan Surabaya punya Glaska Residence.
Sinar Mass Land juga menawarkan pilihan properti komersial dengan skema TDP PPN antara lain London Park Avenue di Surabaya, Virginia Arcade, The Loop BST dan The Savia di BST City.
Selain itu, program Dielschamber memberikan konsumen kesempatan untuk memenangkan hadiah utama berupa apartemen Southgate Altura. Jadi jangan sampai ketinggalan. Skema ini hanya berlaku hingga 31 Desember 2024 saja.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai skema Dielsember dan portofolio perumahan Chinar Mass Land, kunjungi website Chinar Mass Land atau hubungi 021 53159000.
Datang dan manfaatkan program Dealsember sebelum promosi berakhir dan tarif pajak naik!
Artikel Momentum Terakhir! Manfaatkan Insentif PPN Rumah Sebelum Naik pada 2025 pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Berapa Harga Rumah Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Ada pula batasan harga maksimal perumahan bersubsidi yang diatur oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Peraturan tersebut adalah Keputusan Menteri PUPR No. 689/KPTS/M/2023 tentang pembatasan luas tanah, luas lantai dan pembatasan harga jual tanahsubsidi bantuan uang muka perumahan.
Dalam aturan tersebut, pemerintah menetapkan batas maksimal harga jual rumah subsidi pada tahun 2023 dan 2024 yang harus dipatuhi pengembang.
Baca juga: Ada Harapan Generasi Sandwich Bisa Punya Rumah Lewat Tapera
Berikut daftar harga rumah subsidi tahun 2024 di masing-masing zona daerah: Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi) dan Sumatera (kecuali Kepri, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai) = Rp 166.000.000; Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu) = Rp 182.000.000; Sulawesi, Bangka Belitung, Mentawai dan Riau (kecuali Kepulauan Anamba) = Rp 173.000.000; Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara, Jabodetabek dan Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Mahakam Ulu = Rp185.000.000; Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Dataran Tinggi, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan = Rp 240.000.000.
Sebagai catatan, batas maksimal harga jual rumah subsidi pada tahun 2024 seperti diuraikan di atas juga berlaku untuk tahun-tahun berikutnya. Dengarkan berita terkini dan pilihan berita kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Berapa Harga Rumah Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel KPA Mulai Dilirik untuk Metode Pembelian Apartemen pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Padahal, menurut Kepala Riset Colliers Indonesia Ferri Salanto, dulu membeli apartemen hanya bisa dilakukan secara tunai atau mencicil.
“Kalau soal metode pembayaran, sekarang banyak yang pakai KPA,” ujarnya dalam jumpa pers di Pasar Properti Jakarta, Rabu (2/10/2024).
Baca juga: Apartemen Dekat Jalur LRT Jakarta Kurang Populer
Saat ini, 43,2 persen pembeli rumah memilih membayar dengan KPA.
Sedangkan 30,4 persennya dibayar tunai atau penuh. Sisanya sebesar 26,4 persen memilih metode pembayaran tunai.
“Penggunaan KPA sudah menjadi dominan di industri perumahan saat ini. Jadi ketika kebanyakan orang membeli tanah, sama saja dengan cara mereka membeli,” kata Ferry.
Baca Juga: Tren Kondominium di Alam Sutera, Mirip Pondok Indah, Banyak Digemari Konsumen
Penyelesaian tunai adalah opsi untuk membayar sewa selama satu hingga tiga tahun selama konstruksi. Biasanya dibayarkan langsung ke pengembang.
Selain itu, biaya apartemen dibayar penuh secara tunai pada saat pembayaran. Dengarkan berita terkini dan berita terhangat di ponsel Anda. Pilih saluran perpesanan favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan WhatsApp sudah terinstal.
Artikel KPA Mulai Dilirik untuk Metode Pembelian Apartemen pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Hunian Compact dan Praktis Jadi Rahasia Kesuksesan Sutera Sawangan Gaet Milenial pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Meskipun kedua kriteria tersebut merupakan keunggulan kondominium, kenyataannya generasi milenial lebih memilih rumah dibandingkan rumah vertikal.
Hal ini juga sesuai dengan hasil survei yang dilakukan 99 Group pada paruh pertama tahun 2023. Survei tersebut menemukan bahwa 64,4% generasi milenial memilih rumah tapak, sementara 9,4% memilih apartemen.
Untungnya, generasi milenial kini bisa membeli rumah dan menjalani gaya hidup seperti apartemen. Salah satu contohnya adalah rumah yang diluncurkan PT Alam Sutera Realty melalui Sutera Sawangan.
Kepada Kompas.com, Head of Sales dan Marketing, Alam Sutera Vikhen Rusli mengatakan, “Sesuai dengan tagline ‘Your True Lifestyle’, Sutera Sawangan memenuhi keinginan generasi milenial untuk memiliki rumah tapak dengan apartemen kompak dan praktis. gaya hidup. “Rabu (24 April 2024).
Ada empat tipe rumah di Sutera Savangan. Yang pertama adalah Topaz, dengan luas kavling 84 m2 dan luas bangunan 75 m2, dengan dua kamar tidur dan dua kamar mandi. Yang kedua adalah “Delima”, dengan luas 96 meter persegi dan luas bangunan 103 meter persegi, dengan tiga kamar tidur dan tiga kamar mandi.
Baca juga: Jelajahi Cluster Basanta, Rumah Nyaman Fully Furnished di Tangerang
Ketiga adalah Ruby, dengan luas kavling 112 meter persegi dan luas bangunan 120 meter persegi, dengan empat kamar tidur dan satu kamar mandi. 4. Tipe opal, luas bangunan 85 meter persegi, luas tanah 84 meter persegi.
Keempat rumah dua lantai tersebut didesain dengan konsep kompak dan fungsional agar sesuai dengan gaya hidup milenial.
“Contohnya, ruang tamu, ruang makan, dan dapur bersifat open plan, tanpa sekat, sehingga terasa kompak. “Kesan kekompakan semakin kuat pada plafon Topaz yang memiliki plafon setinggi dua kali lipat, layaknya loteng modern. apartemen,” kata Vichen.
Lanjutnya, Alam Sutera menganut prinsip kepraktisan: konsep bangunan hunian tidak terlalu luas sehingga memudahkan perawatannya. Rumah juga memiliki dinding luar anti selip sehingga mudah dibersihkan.
Baca juga: Astha Cluster Karya Suvarna Sutera, Rumah Idaman Generasi Milenial
Untuk mencerminkan gaya hidup generasi milenial yang tidak ingin ribet, Alam Sutera bahkan meluncurkan Garnet Lavish tipe khusus yang fullfurnish baik parsial maupun fullfurnish.
“Denah lantai ini dilengkapi dapur, sofa, meja makan, wastafel, dan lemari TV yang dirancang oleh pemasok berpengalaman. “Generasi Milenial bisa langsung pindah ke rumahnya tanpa mengkhawatirkan furnitur,” kata Viken.
Lanjutnya, Sutra Sawangan juga dirancang dengan memperhatikan generasi milenial modern. Nuansa modern ini terlihat pada gaya industrial seperti bata dan abu-abu yang menjadi favorit generasi milenial.
Setiap hunian di Sutera Sawangan juga dilengkapi dengan fasilitas modern seperti smart door lock dan pemanas air tenaga surya, serta sistem keamanan satu pintu 24/7 dengan kamera lingkungan. Area tambahannya sangat lengkap
Vikhen mengatakan Sawangan Sutera berbeda dengan proyek Alam Sutera lainnya. Pasalnya cluster ini merupakan satu-satunya proyek residensial di luar Tangerang.
Artikel Hunian Compact dan Praktis Jadi Rahasia Kesuksesan Sutera Sawangan Gaet Milenial pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel PPN DTP 100 Persen Diperpanjang, Pembeli Rumah Paling Diuntungkan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Menurut Kepala Riset Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia Yunus Karim, ekspansi tersebut sebenarnya berdampak positif pada pasar real estat.
Hal itu diungkapkan Yunus pada Jakarta Property Market Review Triwulan III 2024 di Jakarta, Selasa (29 Oktober 2024).
“Sebenarnya kita lihat dari awal tahun 2021 (PPN DTP diberlakukan) sudah banyak dampaknya ke pasar. Jadi ketika diperpanjang ke tahun 2024, sektor real estate terkena dampak positifnya,” jelasnya. .
Yunus menjelaskan, bagian yang terkena dampak positif dari penerapan ini adalah rumah-rumah yang hampir selesai dibangun.
Baca Juga: Pertengahan 2024, Sekitar 13 Rumah Pedesaan Dijual di Jabodetabek Per Bulan
Namun dampak paling positif dari kebijakan ini dialami oleh rumah pedesaan.
Berdasarkan laporan Jakarta Property Market Review Triwulan III 2024 yang diterbitkan JLL Indonesia, aktivitas penjualan residensial di Jakarta pada triwulan III terutama didorong oleh proyek-proyek baru yang diluncurkan.
Misalnya dua Sudirman di kawasan CBD dan tower baru dari LRT Kota Tebet.
Manajer konsultan JLL Indonesia Vivin Harsanto menambahkan, pembeli lebih tertarik pada wilayah yang memiliki jaringan transportasi baik, khususnya di kawasan Bodetabek.
Insentif PPN DTP dari pemerintah semakin mendukung penjualan apartemen siap huni.
“Sehingga pembeli bisa memanfaatkan syarat pembelian yang menguntungkan,” tutupnya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel PPN DTP 100 Persen Diperpanjang, Pembeli Rumah Paling Diuntungkan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Kejar PPN DTP, Pengembang Pilih Bangun Rumah Dibanding Apartemen pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Tampaknya salah satu alasannya adalah memanfaatkan insentif pajak pertambahan nilai federal (PPN DTP).
Seperti diketahui, hingga Desember 2024 pemerintah akan memberikan diskon PPN sebesar 50 persen.
Baca selengkapnya: Pasar konstruksi lahan indah, pengembang asing tertarik dengan pengembang lokal
Promo PPN DTP diberikan untuk pembelian rumah dengan nilai maksimal Rp 5 miliar. Namun bantuan dari pemerintah hanya sebesar Rp 2 miliar.
Kepala Riset Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan banyak pengembang yang mulai enggan membeberkan rencana barunya.
Selain itu, sebagian besar pengembang real estat tidak hanya mengerjakan denah rumah, tetapi juga kavling rumah.
“Pengembang kini fokus membangun rumah di darat.” Salah satu alasannya karena lahannya bisa lebih cepat selesai,” kata Ferry dalam media briefing Pasar Properti Triwulan II-2024.
Karena bangunan tempat tinggal bisa cepat selesai, pengembang berpeluang mendapat insentif PPN DTP dari pemerintah.
“Misalnya berdiri sekarang, dalam beberapa bulan masa usahanya mereka masih bisa menikmati insentif PPN,” jelas Ferry.
Baca Juga: Sebagian Besar Rumah Baru di Jadebotabek, Tangerang Ada 9.019 Rumah Baru
Sekadar informasi, insentif PPN DTP yang diberikan pemerintah akan berakhir pada 31 Desember 2024.
Sebelumnya, pada Januari hingga Juni 2024, tarif PPN DTP sebesar 100 persen. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Kejar PPN DTP, Pengembang Pilih Bangun Rumah Dibanding Apartemen pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel GLOBAL NEWS Benarkah Apartemen Lebih Diincar ketimbang Rumah Tapak? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dari sisi regulasi, pemerintah terus mendorong pengembang untuk lebih banyak membangun rumah atau apartemen vertikal.
Kebijakan ini dinilai menjadi solusi tepat untuk memenuhi kebutuhan perumahan meski terdapat kendala lahan di perkotaan.
Pada saat yang sama, mereka mendapat kendala dari masyarakat akibat kenaikan harga rumah.
Namun timbul pertanyaan: apakah apartemen atau kondominium lebih populer dibandingkan rumah tapak?
Wakil Ketua Umum (Vaketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya pun menanggapi Kompas.com pada Selasa (16/07/2024).
Baca juga: Konsep Apartemen TOD Populer di Kalangan Masyarakat?
“Sebenarnya masyarakat lebih memilih rumah tanah,” tegas Bambang.
Namun sayangnya, harga rumah tanah di perkotaan atau lokasi strategis terlalu mahal atau tidak bisa diterima oleh sebagian orang.
Oleh karena itu, sebagian orang memilih apartemen atau kondominium karena harganya yang terjangkau.
Misalnya ada calon pembeli dengan budget 500 juta rupiah, jelas Bambang.
Jika ia membeli sebidang tanah, ia akan mendapat tempat yang jauh dari tempat kerja, karena letaknya di pinggiran.
Sekaligus dengan budget yang sama, Anda bisa mendapatkan apartemen pengembangan transportasi (TOD) di kawasan strategis dengan akses transportasi yang baik, ”tegas Bambang. Dengarkan berita terkini dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel GLOBAL NEWS Benarkah Apartemen Lebih Diincar ketimbang Rumah Tapak? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>