Artikel Hakim Singgung Harvey Moeis Tak Sebut Ke Mana Dana CSR Disalurkan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal itu diungkapkan Hakim Agung Sukartono saat membacakan pembahasan putusan kasus mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Amir Syahbana dan kawan-kawan.
Sukartono mengatakan Harvey Moeis meminta US$500 hingga US$750 per ton kepada beberapa pengelola smelter yang telah menandatangani perjanjian sewa dengan PT Timah yang diprakarsai olehnya.
Total nilai dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp420 miliar.
“Mengumpulkan dana jaminan seolah-olah merupakan biaya tanggung jawab sosial yang nilainya tinggi 500-750 AS per ton dihitung berdasarkan jumlah peleburan timah dengan PT Timah,” kata Hakim Sukartono di ruang sidang, Rabu (11/12). 2024).
Baca juga: Jaksa Sebut Harvey Moeis dkk. memperkaya mantan Kepala Sriwijaya Air Hendry Lie Rp 1 triliun
Beberapa pimpinan smelter swasta tersebut adalah pemilik CV Venus Inti Perkasa, Tamron alias Aon, Direktur PT Sariwiguna Binasentosa, Robert Indarto; pemilik PT Stanindo Inti Perkasa, Suwito Gunawan; dan pemasaran PT Tinindo Internusa, Fandy Lingga.
Hakim Sukartono mengatakan, uang tersebut diserahkan langsung kepada Harvey Moeis atau ditransfer ke rekening perusahaan penukaran uang milik pengusaha Helena Lim, PT Quantum Skyline Exchange.
Menurut Hakim Sukartono, Helena mengetahui uang tersebut bukan digunakan untuk tanggung jawab sosial, melainkan untuk kepentingan Harvey Moeis.
“Dalam persidangan, Harvey Moeis menyatakan tidak mencatat penggunaan uang yang diterimanya dan mengatakan uang tersebut digunakan untuk membantu bencana Covid-19 serta tidak bisa menyebutkan di daerah mana uang tersebut dibagikan,” kata hakim. Karton gula.
Baca juga: Objek Defensif Terkait Tuntutan Harvey Moei: Kerugian Negara Sangat Tinggi Rp 300 Triliun
Dalam persidangan, Harvey Moeis menolak pengumpulan dana CSR. Menurutnya, dia tidak pernah menyebut dana tanggung jawab sosial melainkan dana sosial.
Dia mengatakan, pengumpulan itu dilakukan setelah mendapat pesan dari Kapolda Bangka Belitung, Almarhum AKBP Syaiful Zachri, agar masyarakat dan lingkungan tidak boleh dilupakan.
Ia kemudian mengakhiri pesannya sebagai arisan.
Dalam penelitian terpisah, dokter anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Harvey Moeis memperkenalkan Rinawati.
Ia mengaku mendapat bantuan dana dari Harvey Moeis sebesar Rp15 miliar yang dicicil selama satu bulan untuk menambah kapasitas Intensive Care Unit (ICU) RSCM selama pandemi Covid-19 tidak dapat diatasi akibat ledakan tersebut. dalam jumlah pasien. Dengarkan berita dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Hakim Singgung Harvey Moeis Tak Sebut Ke Mana Dana CSR Disalurkan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Tangisan Harvey Moeis Ingat Sandra Dewi dan Anak-anaknya…. pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Harvey membantah dirinya terlibat korupsi pengelolaan wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk 2015-2022 yang kini menjadikannya terdakwa.
Ia mengatakan, dirinya, keluarganya, dan para terdakwa kasus timah lainnya belum pernah, melihat, dan menikmati uang suap senilai sekitar Rp 300 triliun itu.
Sebab, berdasarkan dakwaan penggugat, Harvey bersama Direktur PT Refined Bank Tin (RBT) Suparta dan Direktur Pengembangan Usaha PT RBT Reza Andriansyah disebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 300 miliar. .
“Uang itu (Rp 300 T) mungkin 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), jadi saya mohon izin untuk menjelaskan kepada masyarakat Indonesia bahwa kami tidak pernah senang dengan uang itu,” kata Harvey. Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) Jakarta, Rabu (18/12/2024).
Baca juga: Harvey Moeis: Anakku, Ayahku Tidak Koruptor.
Dalam pembelaan tersebut, suami Sandra Dewi pun mengaku bingung dengan sosok ahli Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait kerugian pemerintah dalam kasus korupsi.
Selain itu, menurut dia, ahli yang menghitung kerugian pemerintah bukanlah ahli yang dihadirkan dalam perkara audit di masa lalu.
Dia mengatakan ahli sudah bosan menjawabnya, penasehat hukum dan sekelompok hakim sedang mengkaji keterangannya dalam kasus tersebut.
Selain itu, pihaknya meminta hasil perhitungan para ahli ditinjau kembali. Saat itu lamaran otomatis ditolak.
Karena itu, Harvey mengaku sangat bingung dengan asal muasal angka kerugian pemerintah sebesar Rp300 triliun dalam kasus timah tersebut.
Bahkan, Harvey menilai inspektur, jaksa, dan masyarakat Indonesia terkesan dengan pakar tersebut.
Saya yakin juri tidak akan senang dengan para ahli, katanya.
Kirim pesan ke Sandra Dewi
Dalam acara tersebut, Harvey juga berpesan kepada istrinya untuk tetap ngotot menangani masalah korupsi yang kini disebut korupsi.
Sandra Dewi mengingatkan, mereka bersama di masa sulit dan bahagia.
Artikel Tangisan Harvey Moeis Ingat Sandra Dewi dan Anak-anaknya…. pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>