Artikel FGD Ke-4 Dompet Dhuafa Dorong Generasi Muda untuk Bangun Kepemimpinan Profetik lewat Budaya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Melalui seni dan nilai-nilai luhur, acara tersebut mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam mengembangkan budaya dan membentuk kepemimpinan yang inspiratif.
Ahmed Juvaini, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republic, mengatakan Dompet Dhuafa mengutamakan transformasi budaya sebagai metode pemberdayaan masyarakat.
Ia percaya bahwa pendekatan berbasis budaya akan memberikan dampak yang lebih dalam, alami, dan mendarah daging.
Baca juga: Pertunjukan seni dan video call pengurus partai di KPU Kepulauan Riau
Ahmed mengatakan dalam siaran pers yang diterima Kompas: “Selain sebagai ekspresi budaya, acara ini juga merupakan tontonan seni yang tidak hanya menampilkan kekayaan tradisi tetapi juga melambangkan peran nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. life.com, Jumat (22 November 2024).
“Kami berharap melalui semangat gotong royong, saling menghormati dan keberagaman, kita dapat mengembangkan kepemimpinan profetik yang menguatkan masyarakat,” lanjutnya pada acara FGD Kebudayaan keempat, Rabu. Kebudayaan mendorong kemajuan nasional
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Bina Trubus Swadaya Emilia Setyowati berharap FGD budaya dapat memberikan dampak yang signifikan di Indonesia, khususnya mereka yang berada di bawah garis kemiskinan.
Ia mengibaratkan kepemimpinan seperti akar pohon. Jika akarnya kuat, maka negara akan kuat.
Baca juga: KemenKopUKM dan Aisyiyah Gandeng Tingkatkan Peran Perempuan dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Emilia menginginkan pemimpin yang memberdayakan dan menginspirasi rakyatnya, bukan pemimpin yang menipu.
“Kita sangat menginginkan pemimpin yang inspiratif, yang baik untuk rakyat, yang memberdayakan rakyat, bukan memberdayakan rakyat,” ujarnya.
Emilia juga menyoroti besarnya pengaruh budaya Korea Selatan atau K-pop yang menjadi acuan gaya hidup generasi muda saat ini.
Ia menekankan pentingnya memajukan budaya Indonesia. Emilia menilai budaya bangsa ini memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan budaya populer luar negeri.
Baca juga: Indonesia penyumbang kunjungan wisman terbesar kedua ke Singapura
“Kebudayaan kita seperti ketoprak Kediri yang dipentaskan hari ini lebih kaya dan bermakna. Inilah budaya yang bisa membawa kemakmuran dan kejayaan bagi bangsa Indonesia,” ujarnya. Budaya dan pemberdayaan menjadi landasan utama
Sedangkan Sultan Hamun Kubuwono
Ia meyakini, hal ini tidak hanya bertujuan untuk membentuk angka-angka ekonomi, tetapi juga untuk menciptakan peradaban yang adil dan makmur.
Artikel FGD Ke-4 Dompet Dhuafa Dorong Generasi Muda untuk Bangun Kepemimpinan Profetik lewat Budaya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel NEWS INDONESIA Pameran 75 Tahun Persahabatan Indonesia-Yunani, Seniman Kedua Negara Kolaborasi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Pameran yang digelar dalam rangka memperingati 75 tahun persahabatan Indonesia dan Yunani ini mempertemukan seniman dari kedua negara dan memamerkan karya seni dari masing-masing negara.
Indonesia menawarkan Lama Sinta, patung kayu zaitun yang diukir dengan sangat detail oleh seniman Bali I Made Sumantra dan I Made Suparta.
Baca juga: Yunani akan mengenakan pajak wisatawan dari kapal pesiar
Sementara dari Yunani, dipamerkan patung marmer “Mekanisme Antikythera” karya George Kontonicolaou.
Ada juga lukisan kolaborasi seniman berbakat Indonesia Naufal Abushar dan seniman Yunani Caroline de Sousa dan Pavlina Bechrakis.
Menurut Dr. Nugraha Janjunan, Duta Besar Indonesia untuk Yunani, pameran ini tidak hanya memperingati hubungan politik dan ekonomi yang telah terjalin lama, namun juga berfokus pada ikatan budaya yang tumbuh dan berkembang selama puluhan tahun antara Indonesia dan Yunani.
“Dengan bangga kami persembahkan kolaborasi seni ini sebagai simbol kuat dan abadinya persahabatan kedua negara kita sejak tahun 1949 dan sebagai wujud terima kasih Indonesia kepada Yunani atas dukungannya terhadap kemerdekaan tahun 1945,” jelasnya dalam keterangan tertulis. Kompas.com menerima pernyataan tersebut.
Sementara itu, Christian Hadjiminas, pendiri dan CEO THEON INTERNATIONAL PLC, menyoroti pentingnya pencapaian budaya ini, mengingat kembali masa lalu hubungan Indonesia-Yunani dan menatap masa depan.
“Seni dan teknologi dapat melampaui batas dan mendorong pemahaman dan kerja sama yang lebih baik,” kata Hadjiminas.
Ia juga menyoroti pertumbuhan pengaruh geopolitik Indonesia sebagai kekuatan teknologi dan ekonomi baru dan sangat memuji keberhasilan kerja sama THEON dengan industri Indonesia dalam produksi sistem penglihatan malam.
Baca juga: 75 Tahun Hubungan RI-Yunani Dirayakan di Expo Indonesia 2024.
Seniman Bali I Made Sumantra dan I Made Suparta menceritakan tantangan yang mereka hadapi saat menyelesaikan ‘Rama Sintha’ dalam waktu terbatas.
Kita juga berbicara tentang makna simbolis dari pohon zaitun yang melambangkan kekuatan dan keabadian.
“Kami berharap kerjasama ini dapat mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Yunani serta semakin mendorong pertukaran seni dan budaya di masa depan,” jelas mereka.
Seniman Yunani George Kontonicolaou menjelaskan arti dari patung marmer “Mekanisme Antikythera” dan mengatakan bahwa itu merupakan penghormatan terhadap ilmu pengetahuan Yunani kuno dan mewakili seni dan budaya Yunani.
“Karya ini merupakan simbol persahabatan kita selama 75 tahun dan memberikan landasan bagi pertukaran budaya yang berkelanjutan di masa depan,” ujarnya.
Artikel NEWS INDONESIA Pameran 75 Tahun Persahabatan Indonesia-Yunani, Seniman Kedua Negara Kolaborasi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>