Artikel Serangan Israel ke Bangunan Tempat Tinggal di Barja Lebanon Tewaskan 20 Orang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>“Serangan yang dilakukan musuh Israel di Barja menewaskan 20 orang,” kata Kementerian Kesehatan Lebanon, seperti dikutip AFP.
Kota Barja dikenal sekitar 20 kilometer selatan ibu kota Beirut.
Baca juga: Israel Kembali Serang Beirut Selatan setelah Seruan Evakuasi Dikeluarkan
Kementerian Kesehatan Lebanon menambahkan bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung pasca serangan Israel.
Sementara itu, koresponden AFP di lokasi kejadian melaporkan bahwa api masih berkobar dari gedung tersebut pada Selasa malam ketika beberapa keluarga berusaha mengungsi dari lokasi tersebut.
Ini adalah serangan Israel kedua pada hari Selasa di daerah di luar kubu Hizbullah yang menjadi sasaran Israel sejak 23 September.
Sebelumnya, satu orang tewas dalam serangan terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di Jiyeh, dekat Barja.
Sumber keamanan mengatakan kepada AFP bahwa sebuah apartemen yang digunakan oleh Hizbullah menjadi sasaran.
Baca juga: Israel Serang Lebanon, Perintahkan Evakuasi, Lalu Serang Beirut Selatan
Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan WhatsApp sudah terinstal.
Artikel Serangan Israel ke Bangunan Tempat Tinggal di Barja Lebanon Tewaskan 20 Orang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Rumah Netanyahu Dihantam Drone, Israel Gempur Beirut dan Gaza Tanpa Ampun pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal ini dilakukan setelah kelompok bersenjata Lebanon menembakkan roket ke Israel utara.
Seorang juru bicara Israel mengatakan drone itu ditembak jatuh saat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang berlibur.
Baca juga: Netanyahu menghadapi tekanan untuk mengakhiri perang Gaza setelah kematian Yahya Sinwar
Menurut Reuters, Netanyahu tidak hadir pada saat itu. Juga tidak jelas apakah bangunan itu terkena serangan.
Namun, Israel mengatakan hal itu merupakan rencana untuk membunuh perwakilan Hizbullah di Iran dan menyebutnya sebagai kesalahan serius.
Langkah ini dilakukan ketika Israel bersiap untuk membalas serangan rudal Iran awal bulan ini.
Serangan itu juga terjadi ketika petugas medis dan media Hamas di Gaza mengatakan serangan udara Israel telah menewaskan lebih dari 100 orang di pinggiran pantai. Pengepungan tiga rumah sakit juga sedang berlangsung.
Kesepakatan antara Israel dan saingannya, Hamas dan Hizbullah, untuk melanjutkan pertempuran telah menghilangkan harapan bahwa kematian pemimpin Hamas Yahya Sinwar dapat mengakhiri pertempuran di Gaza dan Lebanon dan mencegah eskalasi di Timur Tengah.
Menjelang pemilu AS, Israel ingin menggunakan aksi militer besar-besaran untuk mencoba mengamankan perbatasannya dan memastikan saingannya tidak dapat melakukan demonstrasi lagi, kata para pejabat, diplomat, dan sumber lain.
Pada hari Sabtu, pesawat Israel menjatuhkan selebaran di selatan Gaza dengan foto Sinwar dan pesan: “Hamas tidak akan memerintah Gaza lagi.”
Baca Juga: AS Kirim Utusan Hadiri Masuknya Prabowo, Pengamat: AS Ingin Lebih Dekat Sambut Indonesia
Serangan Israel terhadap gedung tinggi di kota Beit Lahiya di Gaza utara pada hari Sabtu menewaskan sedikitnya 73 orang dan melukai banyak lainnya, dokter dan media Hamas melaporkan.
Militer Israel sedang menyelidiki laporan korban jiwa akibat serangan udara di Gaza utara, kata seorang pejabat Israel.
Baca Juga: Delegasi dari berbagai negara menghadiri pengambilan sumpah Prabowo Subianto, termasuk AS dan Rusia
Mereka menambahkan, pemeriksaan awal menunjukkan jumlah tersebut berlebihan dan tidak sesuai dengan informasi yang mereka terima.
Dengarkan berita terkini dan pilih berita di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Rumah Netanyahu Dihantam Drone, Israel Gempur Beirut dan Gaza Tanpa Ampun pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel NEWS INDONESIA Krisis Lebanon Jadi Kesempatan Pasukan Suriah Eksploitasi Pengungsi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Perjalanannya panjang dan berat, dan menurut mereka yang pernah melakukannya, biayanya semakin mahal.
DW melaporkan bahwa dibutuhkan waktu tujuh hari dan US$1.300 (setara dengan 20,3 juta rupiah) bagi seorang pria Suriah, Khaled Massoud, dan keluarganya untuk mendapatkan sedikit perlindungan di Suriah utara saat melarikan diri dari pemboman Israel di Lebanon. Keluarga Massoud yang beranggotakan enam orang, ditambah putrinya, kini berada di kamp pengungsi dekat Maarat Misrin, utara Idlib, di daerah yang dikuasai pasukan oposisi anti-pemerintah Suriah.
Baca juga: Serangan meningkat di Lebanon, pengungsi Suriah pun mengungsi mencari perlindungan
Massoud hanyalah satu dari banyak orang yang melakukan perjalanan ini. DW melaporkan bahwa minggu ini kepala badan pengungsi PBB, Filippo Grandi, mengatakan setidaknya 220.000 orang telah menyeberang dari Lebanon ke Suriah, setelah pemboman Israel, dan sekitar 80 persen di antaranya adalah warga Suriah.
Pihak berwenang Lebanon memperkirakan 400.000 orang telah melarikan diri ke Suriah.
Bagi warga Suriah yang kembali ke negaranya, melintasi perbatasan Lebanon bukanlah tugas yang mudah. Sejak 2011, Suriah dilanda perang saudara antara pemerintahan diktator Bashar Assad dan pasukan anti-pemerintah. Siapapun yang meninggalkan negaranya selama perang dipandang dengan kecurigaan, dianggap sebagai pengkhianat rezim Assad.
Organisasi hak asasi manusia melaporkan bahwa pria Suriah yang kembali kemungkinan besar akan ditahan, disiksa, dipaksa bergabung dengan tentara Suriah, atau dibunuh. Kasus-kasus ini sering terjadi.
Jadi bagi banyak warga Suriah, pergi ke wilayah yang masih dikuasai kelompok oposisi anti-pemerintah adalah pilihan yang lebih aman. Hampir setiap orang yang menuju ke sana melewati jalan pedesaan antar desa.
Untuk mencapai kamp oposisi di sekitar Idlib, sebagian besar pengungsi harus melewati tiga zona berbeda yang dikendalikan oleh tiga pasukan keamanan berbeda: zona milik pasukan pemerintah Suriah, zona pasukan sekutu Turki, dan zona pasukan keamanan Suriah-Kurdi, sebelum akhirnya masuk. . wilayah yang dikuasai oposisi Suriah.
Bahkan jika pengungsi Suriah melakukan perjalanan melalui jalan terpencil atau jalan tikus, masih ada pos pemeriksaan keamanan. Di setiap pos pemeriksaan, mereka harus membayar sejumlah uang agar bisa lolos. Itu sebabnya biaya perjalanannya lebih dari Rp 20 juta seperti yang dialami keluarga Massoud.
Artikel NEWS INDONESIA Krisis Lebanon Jadi Kesempatan Pasukan Suriah Eksploitasi Pengungsi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel NEWS INDONESIA Mesir dan Yordania Siap Dukung Lebanon dalam Hadapi Serangan Israel pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Menteri Luar Negeri Mesir dan Yordania, dua negara Arab yang telah berdamai dengan Israel, pada Selasa (8/10/2024) menyatakan solidaritasnya terhadap Lebanon dalam menghadapi meningkatnya serangan Israel.
Berbicara pada konferensi pers bersama di Kairo dengan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdlatty, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi menyerukan diakhirinya agresi Israel di tiga bidang.
Baca Juga: Nelayan Lebanon Tak Bisa Melaut Usai Israel Serang Hizbullah
Wilayah tersebut termasuk Jalur Gaza, Tepi Barat yang diduduki dan sekarang Lebanon.
“Kami mengutuk invasi Israel ke Lebanon, kami mengutuk serangan Israel ke ibu kota Lebanon, kami mengutuk pembunuhan Israel terhadap warga Lebanon,” kata Safadi seperti dikutip AFP.
Baik Yordania maupun Mesir telah berulang kali memperingatkan bahwa Timur Tengah berada di ambang perang habis-habisan.
Mereka menuduh Israel diberikan izin sewenang-wenang oleh sekutu Baratnya untuk secara sistematis melanggar hukum internasional.
“Anda mempunyai negara yang berada di atas hukum dan tidak dapat dimintai pertanggungjawaban,” kata Abdelatti.
Pada tanggal 23 September, Israel melancarkan gelombang serangan terhadap benteng Hizbullah di Lebanon.
Invasi Israel ke Lebanon sejak saat itu telah menewaskan sedikitnya 1.150 orang dan memaksa lebih dari 1 juta orang mengungsi.
Baca Juga: Israel Umumkan Peluncuran Operasi Darat di Lebanon Barat Daya Israel Ditargetkan Roket dan Rudal dari Lebanon dan Gaza Jelang Peringatan Satu Tahun Perang Peringati Serangan Hamas, 30 Serangan Israel Lagi Guncang Lebanon
Saat memerangi Hamas di Gaza, Israel telah berjanji untuk mengamankan perbatasan utaranya dengan Lebanon untuk memulangkan puluhan ribu warga Israel yang mengungsi akibat tembakan lintas batas Hizbullah untuk mendukung sekutu Palestinanya.
Dengarkan berita terkini dan cerita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel NEWS INDONESIA Mesir dan Yordania Siap Dukung Lebanon dalam Hadapi Serangan Israel pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>