Artikel Buntut Kasus Penembakan Siswa SMK 4 Semarang, Kapolrestabes: Saya Siap Dievaluasi, Saya Siap Menerima Konsekuensi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>The Grun meninggal karena Brigade R.
“Saya siap untuk mengerti, jenis bahasa yang saya bersedia menerima hasil dari ini,” (32024).
Irvan mengungkapkan kebahagiaan yang mendalam dan kematian karena kurangnya kerugian dengan timnya.
Dia juga meminta keluarga untuk menjadi keluarganya dan menyatu untuk kasus ini.
Baca juga. Petugas “Seman” memanggil partai untuk melihat sepeda motor sebelum mereka dianiaya sebelum mereka menembak
Seminari menyetujui petugas polisi dan timnya ceroboh dan pistol (Senff.).
“Dan untuk semua praktik tim saya yang mengabaikan kekuasaan, tanggung jawab, saya melihat situasi dalam perawatan.
Seperti diketahui bahwa ia dikenal, D die R. melukai risiko Summang Barat ini pada hari Minggu 01.00.
Penjahat adalah Brigadir R, Sararenj. Dia mendesak tiga untuk marah mereka, terutama di A.
Dilaporkan dibunuh oleh penembakan. Mereka yang terlibat dalam korban cedera, tetapi mereka selamat.
Baca juga. Anggur Semorang Kacam ke keluarga terendah
Polisi menjelaskan dalam serangan antara Serah dengan tempat itu. Polisi mengatakan bahwa para korban ini akan ditempatkan di area sudut.
Penjahat itu dengan cara yang sama, dia melihat pertarungan dan kemudian mencoba untuk istirahat. Namun orang -orang muda mengatakan mereka berjuang, atau berlari dua kali.
Namun, sekolah memperkirakan bahwa dia sedang berjuang. Siswa praktis dipanggil dalam pekerja di Pakibra Smkbra 4 Semiranang.
Dengan neneknya di Kyrbangar, barat ketika ibunya meninggal. Sang ayah yang tinggal di tengah Java Center.
Sekolah dibaca sebagai kelas sains yang baik dan kualitasnya bagus.
Ketua SMAK 4 Semorand Acrvirantin mengatakan bahwa mereka masih mencari insiden itu.
Agus mengatakan: “Siswa adalah siswa yang terkenal siswa. Kami masih menunggu pekerja keluarga dan polisi,” Astra. Periksa kerusakan opsi kami di ponsel kami. Pilih menu jaringan Anda di saluran whatsapp kompas.com. Https://www.hatsatsapp.com/chanel/0029vafpbedbzrzr13ho3d. Pastikan aplikasi WhatsApp diinstal.
Artikel Buntut Kasus Penembakan Siswa SMK 4 Semarang, Kapolrestabes: Saya Siap Dievaluasi, Saya Siap Menerima Konsekuensi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Sidang Kode Etik Polisi Penembak Siswa SMK 4 Semarang Ditunda Besok pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>AIPDA Robig Pelanggaran, yang memfilmkan SMK Negeri 4 Semarang pada awal Kepala Kepolisian Regional Java Aris Superono, GR Alias Gamma (17), dijadwalkan untuk dijalankan kembali pada hari Rabu (12/12/2024).
“Para penjahat hanya menunggu pertemuan Kode Etika yang harus kami lakukan hari ini. Kami akan melakukannya pada hari berikutnya,” kata Alice pada pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat III pada hari Selasa (3/12/2024).
Menurut ARIS, AIPDA Robig melanggar peraturan Kepala Kepolisian Nasional pada tahun 2009 mengenai penggunaan kekuatan dalam tindakan polisi.
Selain itu, propam polisi regional Java tercatat dalam Bagian 1 (pp) No. 2003 Peraturan Pemerintah tentang Pemberhentian Kepolisian Nasional Indonesia. AIPDA Robig didirikan dalam Pasal 1 (pp) Pasal 13 Pasal 1.
Baca Juga: Staf Polisi Pusat Jawa Pusat Aipda Robig memecat siswa dan mengalahkan aturan di Semark
Alice menjelaskan: “Kami juga menjelaskan bahwa Peraturan Polisi No. 7 tentang Undang -Undang Etika Polisi tahun 2022.”
Aris sebelumnya menjelaskan bahwa tindakan penembakan Semark oleh AIPDA Robig bukanlah upaya untuk menyelesaikan konflik. Fakta -fakta datang setelah AIPDA Robig, ditinjau oleh Propam Polisi Distrik Java.
Alice menjelaskan: “Penembakan oleh penjahat tidak ada hubungannya dengan pembubaran konflik sebelumnya.”
Faktanya, Aris mengatakan fakta bahwa motif AIPDA Robig memecat korban karena mengejar sepeda motor yang dilihatnya. Pada saat kecelakaan itu, Aipda Robig sedang dalam perjalanan pulang kerja.
“Faktanya, anggota kembali dari kantor dan bertemu kendaraan yang dikejar oleh tiga kendaraan (mis.) Digambarkan oleh kepala polisi,” kata Alice.
Peras, Aipda Robig akhirnya mencoba mengejar mereka, menunggu kelompok sebelum menembak.
Baca Juga: Setelah Kasus Fotografi Mahasiswa Profesional, Kapolrestabes Semark: Saya Siap Mengevaluasi, Saya Siap Menerima Hasilnya
“Insentif oleh pelanggar yang mencurigakan adalah karena mereka memiliki kendaraan untuk pergi ke jalan untuk menghabiskan waktu pulang. Pelaku yang dicurigai Peppett dan akhirnya terdakwa sedang menunggu tiga. Alice menyimpulkan bahwa ada lebih atau kurang penembakan.
Harap dicatat bahwa GR ditembak mati oleh AIPDA Robig Zaenudin pada hari Minggu pagi (11/24/204). Polisi mengatakan GR adalah argumen.
Namun, ini ditolak oleh keluarga dan sekolah. Mereka dipindahkan, GR adalah siswa terkemuka dan tidak memiliki masalah.
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pita mengatakan SMKN 4 Semark, siswa GR yang ditembak dan dibunuh adalah siswa yang baik. Dia mengatakan GR bukan bagian dari kelompok konflik.
Piga (2 Februari 2024) dari Istana Presiden di Jakarta Tengah mengatakan, “Staf saya melaporkan kepada saya dan para siswa yang ditembak mati bukanlah kelompok, mereka adalah siswa yang baik.”
“Dia masih harus memastikan dan ingin menyelesaikan kasus yang adil,” kata Pica. Dia lebih lanjut mengatakan Departemen Hak Asasi Manusia tidak terlibat langsung dalam kasus Saman.
“Jika saya tidak membingungkan laporan yang datang kepada saya, itu belum. Dan kami percaya proses ini harus diselesaikan agar dapat melibatkan keadilan sosial.”
“Saya belum melakukan kasus ini. Kementerian kami tidak ada hubungannya dengan pengadilan. Silakan periksa berita dan berita langsung di ponsel Anda tentang pilihan kami. Pilih akses saluran utama ke kompas.com. Pastikan Anda telah menginstal program WhatsApp.
Artikel Sidang Kode Etik Polisi Penembak Siswa SMK 4 Semarang Ditunda Besok pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Kapolrestabes Minta Maaf, Akui Anggotanya Teledor Tembak Siswa SMK 4 Semarang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Kepala polisi mengakui bahwa Brigadir dan Seni (pengangguran) telah diabaikan.
“Untuk semua pergerakan anggota saya, Brigadir R, yang mengabaikan kebijakan penggunaan energi, diabaikan dalam penilaian situasi, mengambil langkah -langkah yang tidak perlu dan tambahan untuk menggunakan senjata,” kata House of Representative Commission III Iwan, “, Jakarta , Selasa (3/12/2024).
Erawan mengklaim bahwa anggota anggota bertanggung jawab atas tindakan. Dia juga siap untuk penilaian
“Saya bertanggung jawab penuh, saya siap untuk mengevaluasi, tidak peduli bahasa apa pun yang siap menerima konsekuensi dari acara ini,” katanya.
Baca lebih lanjut: DPR Panggilan Kepala Penembakan Polisi Semrang untuk Siswa, Polisi Regional Java Tengah Menolak Komentar
Erwan meminta maaf kepada Semarang dan terutama kepada keluarga GR.
Kali ini, kepala polisi Semarang menyatakan belasungkawa karena kematian GR.
“Semarang -Police Kepala mendukung polisi untuk kematian Anand Gama karena profesionalisme anggota kami,” katanya.
Diketahui bahwa penembakan itu terjadi pada hari Minggu di Paramount House di West Semprang 01.00 WIB.
Penyebabnya adalah Brigadir R, Unit Investigasi Narkotika Polisi Semrang. Dia menembak untuk mengalahkan tiga orang dengan nama GR, S dan a
Dilaporkan bahwa tembakan GR sudah mati. Korban terluka dalam tembakan S dan senapan tetapi masih hidup.
Baca Selengkapnya: DPR SMK Memanggil Kepala Polisi Semrang untuk Siswa Menembak
Polisi menjelaskan bahwa ada perselisihan antara band bendungan sudut terhadap band serosa. Polisi mengatakan korban GR dilaporkan dimasukkan dalam bendungan sudut geng.
Arz, yang kembali ke rumah, mencoba berpisah pada akhirnya setelah melihat perselisihan. Namun, RZ mengambil langkah dua kali dalam bentuk penembakan karena remaja dikatakan bertarung.
“Ketika dua kelompok gangster dalam perselisihan, seorang petugas polisi hadir. Kemudian istirahat diadili.
Namun, sekolah memperkirakan bahwa GR tidak dapat terlibat dalam perselisihan apa pun. GRK dinamai siswa yang luar biasa dan anggota aktif Paskah SMKN4 Semrang.
Setelah kehilangan ibunya, dia tinggal bersama neneknya di Kambangaram, Semrang Barat. Ayah tinggal di Shragen di Jawa Tengah.
Sekolah menggambarkan GRK sebagai siswa model dengan gelar akademik yang baik dan kepribadian yang positif.
SMKN4 Semarang, Wakil Profesor Urusan Mahasiswa Agus Riswantini mengatakan timnya masih mencari kejelasan dalam kronologi insiden tersebut.
“Para korban adalah siswa yang mendapatkan superioritas. Kami masih mengharapkan informasi resmi dari keluarga dan polisi,” kata ACT. Lihat berita favorit kami di ponsel Anda secara langsung tentang berita break -up. Ambil saluran fundamental utama Anda di Compass.com WhatsApp Canal: https://www.whatsapp.com/channel/0029vppbedbpzzrk13ho3d. Pastikan Anda telah menginstal program WhatsApp.
Artikel Kapolrestabes Minta Maaf, Akui Anggotanya Teledor Tembak Siswa SMK 4 Semarang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Kementerian HAM Turunkan Tim ke Semarang, Cek Kasus Siswa SMK Tewas Ditembak Polisi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Farid Junadi, Plt Irjen Kementerian HAM, mengatakan tim lapangan merupakan kantor wilayah Kementerian HAM. Ia mengatakan, tim mendatangi rumah dan sekolah siswa SMK.
“Prosesnya Menkumham sudah menghubungi Kanwil dan Kanwil sudah menanganinya. Kantor wilayah mengunjungi berbagai departemen. Dan saya berharap Kanwil kembali melakukan pengecekan untuk melihat apa lagi yang perlu diperhatikan,” kata Farid usai jumpa media di Kuningan City, Jakarta, Kamis (12/5/2024).
Baca Juga: Rangkuman Komnas HAM: Penembakan Polisi terhadap Siswa SMK di Kota Semarang Memenuhi Unsur Pelanggaran HAM
Farid mengatakan, terkait hasil penyidikan Kanwil, Kementerian HAM akan mengeluarkan instruksi terkait kasus tersebut.
“Oleh karena itu, kami mengkaji ulang apa saja temuan yang dilaporkan kantor wilayah tersebut. Selanjutnya kami akan mencoba membahasnya. dan yang akan kami perkenalkan nanti,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalias Pikai mengatakan, siswa SMKN 4 Semarang GR yang ditembak polisi merupakan siswa yang baik.
Dia mengatakan GR bukan bagian dari kelompok pemogokan.
“Pejabat saya telah memberi tahu saya tentang masalah ini. Dan pelajar yang tertembak itu bukan kelompok, ya (mereka) pelajar yang baik,” kata Pikai di Istana Kepresidenan. Jakarta Pusat Senin (2/12/2024)
Pikai mengaku masih perlu diyakinkan dan ingin kasus tersebut diselesaikan secara adil.
Baca Juga: Hasil Otopsi Terungkap Di Jenazah Siswa SMK 4 Semarang Ada Sisa Tembakan yang Ditembak Polisi.
Lebih lanjut dia mengatakan, Kementerian Hak Asasi Manusia tidak terlibat langsung dalam penanganan kasus Semarang ini.
“Kalau saya ingat benar, saya belum menerima laporannya. Dan kami yakin proses ini harus diselesaikan. Karena menyangkut keadilan publik,” ujarnya.
“Saya tidak menangani kasus. Kementerian kami tidak terlibat dalam kasus. Tugas kami adalah sebagai menteri eksekutif,” kata Phikai.
Keluarga siswi SMKN 4 Semarang, Gamma, yang sebelumnya menjadi korban penembakan polisi, secara sepihak menolak anggapan polisi bahwa Gamma terlibat gangster dan tawuran.
Peristiwa penembakan itu terjadi pada Minggu (24/11/2024) sekitar pukul 12.30 WIB saat Gamma diangkut ke RS Kariyad Semarang oleh pengantar barang yang disebut-sebut sebagai musuhnya.
Baca Juga: Alasan Polda Jateng Bersiap Kembalikan Peristiwa Polisi Tembak Siswa Tengah Malam di SMKN 4 Semarang
Artikel Kementerian HAM Turunkan Tim ke Semarang, Cek Kasus Siswa SMK Tewas Ditembak Polisi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Kapolrestabes Semarang Sebut Anggotanya Lihat Rombongan Pemotor Kejar-kejaran Sebelum Menembaknya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Pengejaran terjadi sebelum Aipda Robig tertangkap kamera keamanan sedang berhenti dan menembaki seorang siswa yang diidentifikasi berinisial GR alias Gamma, 17, di SMK Negeri 4 Semarang.
“Dalam kejadian tersebut ada kendaraan yang dikejar oleh kendaraan lain yang pengejarnya membawa senjata tajam. Ini yang disaksikan oleh anggota (Robig) dan kemudian ingin dikejar,” kata Irwan dalam rapat kerja dengan Komite III. DPR, Selasa (3/12/2024).
Baca juga: AJI Semarang Kecam Jurnalis yang Diduga Mengintimidasi Keluarga Korban Penembakan Polisi
Irvan yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan, Robig berusaha mengikuti rombongan sepeda motor yang mengejar pengemudi lainnya.
Namun saat pengejarnya melihat Aipda Robig berhenti, ia berbalik dan berjalan menuju gang sekitar lokasi kejadian.
Namun orang yang dikejar masuk ke dalam gang sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. (Robig) berniat mengikuti dan mengejar rombongan yang membawa pisau salat. Pengejar kembali berbelok ke kanan, lalu kembali mengejar pria sepeda motor yang membawa pisau tersebut, ” kata Irwan.
Namun Irwan tak menjelaskan secara detail tindakan Aipda Robig dan langsung melepaskan tembakan ke arah pengendara motor tersebut sebelum melanjutkan pengejaran.
Baca Juga: Kapolrestabes Semarang Minta Maaf, Akui Anggotanya Sembarangan Tembak Siswa SMK
“Dalam kejadian tersebut, posisi almarhum (Gama) berada di sepeda motor pertama (kanan),” kata Irwan.
Sekadar informasi, GR ditembak mati oleh Aipda Robig Zaenudin pada Minggu (24/11/2024) dini hari. Polisi melaporkan bahwa pelaku perkelahian adalah G.R.
Namun hal tersebut ditolak oleh pihak keluarga dan pihak sekolah. Mereka mengatakan GR adalah siswa yang berprestasi dan tidak memiliki masalah.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan GR yang ditembak mati polisi adalah murid yang baik. Katanya GR bukan bagian dari kelompok tempur.
“Staf saya lapor ke saya dan pelajar yang tertembak itu bukan kelompok ya, mereka pelajar yang baik,” kata Pigai di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/02/2024).
Pigay mengaku masih perlu yakin dan ingin kasus ini diselesaikan secara adil. Selain itu, kata dia, Kementerian Hak Asasi Manusia tidak terlibat langsung dalam penanganan kasus di Semarang.
Baca Juga: DPR Panggil Kapolresta Semarang Terkait Penembakan Pelajar, Polda Jateng Tolak Komentar
“Kalau tidak salah, laporan yang saya terima belum sampai. Dan kami menilai proses ini harus diselesaikan karena menyangkut keadilan masyarakat,” ujarnya.
Pigai berkata: “Saya tidak menangani kasus, kementerian kami tidak ada hubungannya dengan masalah peradilan. Tugas kami adalah Kementerian Penegakan Hukum.” Dengarkan berita terkini dan berita kami diambil langsung dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Kapolrestabes Semarang Sebut Anggotanya Lihat Rombongan Pemotor Kejar-kejaran Sebelum Menembaknya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Polda Jateng Tegaskan Aipda Robig yang Tembak Siswa SMK 4 Semarang Langgar Aturan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>“Terdakwa melanggar Percorp Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Senjata Api dan kami telah mengajukan banding atas hukuman Pasal 1 PPRI Nomor 13 Tahun 2003 dan Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Kepolisian, Kata RI, kata Aris. Gedung DPR, Selasa (12/3/2024).
Berdasarkan hasil tes, Aipda Robig melakukan hal tersebut karena mengira dirinya terjebak dalam rombongan mobil yang saling mengikuti, kata Aris.
GR alias Gama (17), siswi SMK Negeri 4 Semarang yang berada di salah satu bus rombongan, tertembak.
Baca Juga: Kapolrestabes Semarang Usai Insiden Penembakan Siswa SD: Saya Siap Evaluasi, Siap Terima Konsekuensi
Terdakwa pelaku (Robig) mengatakan hal itu karena saat pulang ke rumah menemukan mobil di jalan, kata Aris di Gedung DPR RI, Selasa (3/12/2024).
Terduga pelaku diserang binatang, dan akhirnya terduga pelaku menunggu kedatangan ketiganya. Kurang lebih ada penembakan seperti itu,” imbuhnya.
Selain itu, Satuan Propam Polda Jateng juga menilai penembakan yang dilakukan Robig tidak ada kaitannya dengan upaya melerai konflik.
“Akibat penembakan yang dilakukan pelaku ada satu orang yang meninggal, sehingga penembakan yang dilakukan pelaku tidak berdampak pada bubarnya konflik,” kata Aris.
Sekadar informasi, GR ditembak oleh Aipda Robig Zaenudin pada Minggu pagi (24/11/2024). Polisi mengatakan G.R. memulai perkelahian.
Baca Juga: Kapolrestabes Semarang Sebut Anggotanya Lihat Sekelompok Pengendara Mengejarnya Sebelum Ditembak
Namun hal tersebut ditolak oleh pihak keluarga dan pihak sekolah. Mereka bilang GR adalah murid yang serius dan tidak pernah menimbulkan masalah.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan, siswa SMKN 4 Semarang GR yang tewas ditembak polisi merupakan siswa yang baik. Katanya GR Brawl bukan bagian dari tim.
“Staf saya bilang, pelajar yang ditembak itu bukan geng, ya (mereka) pelajar yang baik,” kata Pigai di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2024).
Pigai mengatakan, hal itu perlu dibuktikan dan kasusnya harus diselesaikan dengan baik. Selain itu, kata dia, Kementerian Hak Asasi Manusia tidak terlibat langsung dalam penanganan kasus Semarang.
“Kecuali saya salah, laporan yang masuk ke saya tidak datang. Dan terkait dengan keadilan masyarakat, kami yakin proses ini akan berakhir,” ujarnya.
“Saya tidak menangani kasus, urusan kami tidak ada hubungannya dengan kasus pengadilan. Tugas kami adalah menjadi perdana menteri,” kata Pigai. Dengarkan berita dan pilihan berita kami di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk bergabung dengan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Polda Jateng Tegaskan Aipda Robig yang Tembak Siswa SMK 4 Semarang Langgar Aturan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Polda Jateng Segera Tetapkan Aipda Robig Tersangka Kasus Penembakan Siswa SMK 4 Semarang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal itu disampaikan Wakil Direktorat III Jatanras Polda Jawa Tengah AKBP Helmi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DRP RI pada Selasa (3/12/2024) di Kompleks Parlemen, Senayan.
Bareskrim Polda Jateng akan menetapkan tersangka setelah melakukan olah TKP dan mendapat keterangan ahli. Helmi mengatakan, tersangka baru-baru ini ditempatkan di PATS (Penempatan Khusus) Divisi Propam Polda Jateng.
Ia mengatakan timnya menemukan jenazah Gama.
Baca juga: Rapat DRP, Kapolsek Semarang Ipada Rabig Adong perlihatkan video penembakan pelajar
Berdasarkan pemeriksaan, ditemukan sebutir peluru di perut korban.
“Saat eksekusi, ditemukan proyektil di bawah usus. “Senjatanya kami kirimkan ke Labfour dengan BB (barang bukti) yang diamankan Divisi Propam Polda Jateng,” ujarnya.
Kemudian, hari ini kami akan mendapatkan informasi dari dokter forensik dan laboratorium forensik tentang senjata dan proyektil yang kami kirimkan kemarin. Setelah itu, rencananya kami akan memeriksa TKP untuk mengungkap peristiwa yang terjadi malam ini, ujarnya.
Terakhir, dia juga menyebut telah memeriksa 11 orang saksi untuk mengusut kasus tersebut.
Baca juga: Sidang Etik Polisi Pelajar Penembak Semarang Ditunda Hingga Besok
Berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan penyidik, disimpulkan Gama meninggal akibat luka tembak.
Ia menambahkan, “Kami telah melakukan otopsi pada Jumat pekan lalu, yang membuktikan bahwa Gama meninggal akibat proses penembakan tersebut.” Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Polda Jateng Segera Tetapkan Aipda Robig Tersangka Kasus Penembakan Siswa SMK 4 Semarang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Buntut Kasus Penembakan Siswa SMK 4 Semarang, Kapolrestabes: Saya Siap Dievaluasi, Saya Siap Menerima Konsekuensi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Brigadir R mengumumkan GR meninggal karena luka tembak.
Irwan mengatakan pada Selasa (3/12/2024) pada Rapat III Komisi Korea Utara RI di Jakarta, “Saya siap dievaluasi dalam bahasa apapun dan siap menerima konsekuensi dari peristiwa ini.”
Irwan pun turut berduka cita atas meninggalnya anggota GR karena tidak profesional.
Ia pun meminta maaf kepada keluarga GR dan masyarakat Semarang atas kejadian tersebut.
Baca juga: Kapolrestabes Semarang mengaku melihat sekelompok pengikutnya mengendarai sepeda motor sebelum menembak anggotanya
Kapolres Semarang mengaku anggotanya ceroboh saat menggunakan senjata api (senpi).
“Saya juga bertanggung jawab penuh atas ketidakpedulian anggota saya Brigadir R terhadap prinsip penggunaan kekuatan, kecerobohan penilaian situasi, kecerobohan penggunaan senjata api, serta tindakannya yang berlebihan dan tidak perlu,” ujarnya. .
Seperti diketahui, GR tewas usai ditembak Brigadir R. Peristiwa naas itu terjadi pada Minggu sekitar pukul 01.00 dini hari di kawasan pemukiman Paramount, Semarang Barat.
Penulisnya adalah Brigadir R. Dia menembak dan melukai tiga orang: GR, C, dan A.
GR dikabarkan meninggal karena luka tembak. Korban C dan A selamat dengan luka tembak.
Baca Juga: AJI Semarang Kecam Jurnalis yang Lakukan Intimidasi Keluarga Korban Tembakan Polisi.
Polisi menjelaskan, terjadi perkelahian antara geng “Tanggul Pojok” dan geng “Seroja”. Polisi menyebut korban GR merupakan anggota komplotan Tanggul Pojok.
Penulis R melihat perkelahian dalam perjalanan pulang dan akhirnya mencoba untuk putus. Namun karena remaja tersebut berkelahi, R melakukan aksi berupa dua kali tembakan.
Namun, pihak sekolah menganggap kecil kemungkinan GR berkelahi. GR disebut-sebut sebagai siswa berprestasi dan anggota aktif Paskibra SMKN 4 Semarang.
Setelah kehilangan ibunya, ia tinggal bersama neneknya di Kembagarum, Semarang Barat. Ayahnya tinggal di Sragen, Jawa Tengah.
Sekolah menggambarkan GR sebagai siswa teladan dengan nilai bagus dan kepribadian positif.
Wakil Direktur Kemahasiswaan SMKN 4 Semarang Agus Riswantini mengatakan, pihaknya masih mencari klarifikasi mengenai kronologi kejadian tersebut.
“Korbannya adalah siswa yang berprestasi. “Kami menunggu informasi resmi dari pihak keluarga dan pihak kepolisian,” kata Agus. Dengarkan berita terbaru dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com, pilih saluran berita favorit Anda: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Buntut Kasus Penembakan Siswa SMK 4 Semarang, Kapolrestabes: Saya Siap Dievaluasi, Saya Siap Menerima Konsekuensi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Beda Kronologi Kapolrestabes dan Polda Jateng soal Penembakan Siswa SMK 4 Semarang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Awalnya, Kapolrestabes Semarang Kompol Irwan Anwar mengaku Aipda Robig sedang mengejar sebuah sepeda motor, disusul tiga sepeda motor lainnya yang membawa senjata tajam.
“Ada mobil lain yang mengejar mobil dan pengejarnya membawa senjata tajam. Nah, itu yang disaksikan anggota dan rencananya akan dilanjutkan nanti, kata Irwan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2024).
Baca juga: Kapolres Semarang Minta Anak Buahnya Tak Lindungi Diri Jika Ada Serangan Gamma.
Irwan kemudian menjelaskan, sepeda motor tersebut masuk ke dalam gang. Setelah itu, Aipda Robig kembali mengejar rombongan tiga sepeda motor lainnya yang membawa senjata tajam.
Dia mengatakan Gamma berada di salah satu dari tiga sepeda motor tersebut.
“Almahrum Gamma, di posisi kedua sepeda motor, di tengah rekor ini yang kami terima dari lokasi kejadian di Alfamart,” jelasnya.
Namun, Kepala Propam Polda Jateng Kompol Aris Supriyono justru memberikan pernyataan berbeda.
Menurut Aris, Aipda Robig menembak Gamma karena salah satu dari tiga sepeda motor melaju ke arahnya.
Baca Juga: Pernyataan Berubah, Polda Jateng Kini Sebut Aipda Robig Beri Peringatan Sebelum Menembak Pelajar di Semarang.
Aipda Robig kemudian bergerak ke depan rombongan dan menunggu korban lewat. Saat mereka berpapasan, Aipda Robig melepaskan tembakan.
“Terduga pelanggar ditembak, dan akhirnya terduga pelanggar menunggu ketiga pria itu kembali, kurang lebih, dan terjadilah baku tembak,” ujarnya. Dengarkan berita dan highlight terbaru kami langsung dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Beda Kronologi Kapolrestabes dan Polda Jateng soal Penembakan Siswa SMK 4 Semarang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>