Artikel Danpuspomal Sebut Kasus Pembunuhan Wanita di Sorong Rumit, Ini Alasannya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Jakarta, Kompas.com Komandan Pusat Polisi Militer Militer (Danpusspomal) Laksamana Tennist telah menunjukkan bahwa pembunuhan seorang wanita telanjang di Sorong, Papua barat daya, akan lebih sulit.
Ini karena kurangnya saksi dalam kasus ini.
Saat ini, seorang prajurit militer -Marist (AL), yang memiliki inisial, diragukan jika terjadi pembunuhan.
“Kesempatan (Sorong) akan lebih sulit. Mengapa? Karena pelaku sendirian dan tidak ada saksi lain. Saksi hanya beberapa yang ditunjukkan sebelum membunuh.” -Said Wednesday (15.15.2025).
Baca Juga: Tentara Angkatan Laut telah diidentifikasi oleh Soron oleh wanita yang diduga pembunuh
Dia sendiri menambahkan bahwa polisi militer Sorong masih dalam proses mengumpulkan bukti yang cukup dan menyelesaikan saksi.
Dia telah mengkonfirmasi bahwa proses ini membutuhkan waktu yang tidak pasti.
“Jadi harap dicatat bahwa kepemimpinan Angkatan Laut telah memerintahkan seri kami, terutama polisi militer, untuk istirahat. Mengapa? Mengapa itu tidak terjadi lagi dengan orang lain,” katanya.
Dia kemudian mengungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TnaMad Muhammad Ali, yang dalam hal ini memperhatikan.
Menurut Ksali, tidak ada cara lain selain para penculik tentara yang dikonfirmasi dalam pembunuhan itu.
“Tn. -N Xal telah meminta kami untuk mengambil tindakan yang solid.
Baca Juga: KSAL Commands Firma Bantuan Tentara yang Membunuh Wanita di Sorong
Dia sendiri menambahkan bahwa tersangka ditangkap di Soron dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan.
Pagi -pagi sekali di pagi hari, tubuh seorang wanita ditemukan dengan tongkat, yang memiliki banyak luka luka pada rasul, maladum, sorong.
Korban ditemukan pada seorang anak telanjang, dan insiden itu diumumkan oleh polisi Sorong barat.
Periksa berita di ponsel kami secara langsung tentang pilihan kami. Pilih akses ke saluran utama di whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029vafbpbpzjzrk13ho3d. Pastikan Anda menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Danpuspomal Sebut Kasus Pembunuhan Wanita di Sorong Rumit, Ini Alasannya pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel NEWS INDONESIA Taklukkan Jarak, Sorong ke Kudus, demi Wujudkan Impian Bulu Tangkis pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Demi mewujudkan mimpinya menjadi pebulu tangkis kelas dunia, La Ode Muhammad Ahsan siap berangkat dari Sorong, Papua Barat menuju Kudus, Jawa Tengah untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2024.
La Ode Muhammad Ahsan merupakan salah satu kontestan kategori KU11 Audisi Umum PB Djarum Tahun 2024 yang digelar Selasa (10/9/2024) hingga Sabtu (14/9/2024) di GOR Djarum Jati, Kudus, Tengah. . Jawa.
Padahal, dengan niat sebaik-baiknya untuk audit, La Ode Muhammad Ahsan datang ke Qudus tiga bulan sebelum audit.
Lihat lebih banyak lagi Audisi Djarum: Lumpien dan Samarinda siap menghabiskan seluruh hidup mereka mengejar impian mereka
Hal ini ia lakukan atas saran orang tua atau keluarganya agar memiliki pengalaman yang lebih baik dalam berkompetisi.
Selama di Kudus, La Ode Muhammad Ahsan bergabung dengan PB Juara Kudus untuk berlatih dan mempersiapkan Audisi Umum PB Djarum Tahun 2024.
La Ode Muhammad Ahsan saat ditemui di GOR Djarum Jati Kudus, Jumat (13/9/2024) “Perjalanan saya dari Sorong Papua, saya naik pesawat ke Jati, lalu naik bus ke Kudus, perjalanan memakan waktu sekitar 14 jam” . ).
“Saya ditemani oleh orang tua dan adik saya,” kata Aksani, sapaan akrabnya.
Baca Juga: General Inspeksi PB Djarum 2024 Berbeda, Inovasi Pebulu Tangkis Terbaik
Ahsan pun membeberkan motivasi atau alasannya mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2024 meski harus menempuh perjalanan jauh.
Ia mengaku ingin mencontoh mantan pebulutangkis putra Indonesia yang juga jebolan PB Djarum 2024, Kevin Sanjaya Sukamuljo.
“Karena saya melihat Kevin Sanjaya menang, saya ingin mengikuti jejak Kevin Sanjaya,” kata Ahsan.
Ia pun mengaku menghormati dan menyukai permainan pebulu tangkis Tanah Air Anthony Sinisuka Ginting.
Baca Juga: Kevin Sanjaya Ucapkan Terima Kasih Usai Resmi Dilantik Masuk Hall of Fame PB Djarum
“Di tunggal putra, saya suka Anthony Ginting,” ujarnya.
Setelah tiga bulan berada di Kudus, tanpa orang tuanya, Ahsan mengaku sangat merindukan orang tuanya. Ia masih mempunyai kewajiban untuk melanjutkan sekolahnya.
“Saya rindu sekali, tapi sudah terbiasa. Saya masih sekolah online,” kata Ahsani, yang kini berusia 10 tahun.
Artikel NEWS INDONESIA Taklukkan Jarak, Sorong ke Kudus, demi Wujudkan Impian Bulu Tangkis pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>