Artikel Praktik Arsitek Abal-abal dan Ilegal Perlu Dibasmi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Presiden Dewan Indonesia (DAI) Bambang Eryudhawan mengatakan, untuk memberikan penghargaan kepada para seniman, pelanggan harus memastikan memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) dari DAI dengan menilai karya berdasarkan standar intelektual.
Aturan ini penting, terutama ketika membangun gedung-gedung besar dan ruang publik.
“Untuk bangunan sederhana yang tidak mempengaruhi kehidupan warga tidak menjadi masalah,” kata Bambang dalam laporan yang diperoleh Kompas.com, Kamis (15/12/2022).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Arsitek India (IAI) Zakie Muttaqien mengatakan, warga negara dan arsitek dilindungi undang-undang (UU), karyanya, dan layanan perumahan sosialnya.
Baca Juga: 10 Perusahaan Terbaik Dunia 2022
“Sejak disahkannya UU Konstruksi dan Kebijakan Pemerintah (PP) 15/2021 diberi wewenang untuk membentuk kelompok ahli, salah satu tugasnya adalah mendaftarkan arsitek dengan data STRA. Ini wajib bagi para desainer,” katanya. Zaki.
Namun STRA hanya bertanggung jawab atas transaksi real estate, izin mendirikan bangunan, dan penjualan saja.
Saat ini, untuk memperoleh Surat Keterangan Dagang, pengrajin ahli harus memiliki Surat Keterangan Karya (SKK).
Tanggung jawab anggota SKK terhadap artis diatur dalam UU Jakon dan PP 14/2021.
Sementara itu, Presiden Dewan Indonesia Ketut Rana Wiarcha menilai pemerintah dan dewan arsitek telah mengambil langkah untuk memantau dan mencatat pergerakan arsitek di dalam negeri melalui pembentukan Komite Indonesia.
Selain itu, banyak arsitek asing yang mengerjakan proyek-proyek Indonesia harus dikelola untuk melindungi masyarakat dan kinerja properti.
“Banyak konsultan asing yang bekerja mencari pekerjaan di Indonesia. Untuk melindungi masyarakat dan desainer, pemerintah mempunyai komite desain, setelah mendapat persetujuan dari negara Asean, panitia Indonesia akan mencatat dan memantau pergerakan produsen di Asean,” dia menambahkan. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami di ponsel Anda. Pilih konten yang Anda suka untuk bergabung dengan Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Praktik Arsitek Abal-abal dan Ilegal Perlu Dibasmi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Digelar Maret 2023, Festival Arsitektur ARCH:ID Usung 3 Aspek Utama pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Berbagai penataan dilakukan untuk menyukseskan program internasional yang diselenggarakan setiap tahunnya ini.
Direktur Proyek ARCH:ID Firman Setia Herwando berharap program ini dapat menjadi wadah bagi para arsitek dan pemangku kepentingan lainnya untuk bertukar pikiran dan informasi.
Festival arsitektur terbesar di Indonesia ini memiliki tiga elemen utama: laut, sosial budaya, dan teknologi.
Ketiga aspek tersebut seringkali dikaitkan dengan jati diri keindonesiaan yang selama ini belum muncul dalam praktik sehari-hari para arsitek, kata Firman, Rabu (15/2/2023).
Baca Juga: Bergabung dengan empat negara ASEAN, Indonesia menempati posisi teratas tuan rumah Arch Festival
Paparan pendekatan, teknik dan pemikiran para ahli di bidang lain tentunya akan menambah kekayaan ilmu yang diperoleh.
Firman mengatakan, partisipasi para ahli arsitektur di bidang rekayasa iklim, arsitektur kelautan dan pesisir, bangunan dan konstruksi, serta arsitektur berbasis sosial budaya dapat memberikan perspektif berbeda terhadap industri arsitektur Indonesia.
Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada pengambil kebijakan mengenai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) jangka menengah dan panjang.
“Isu tanggap bencana juga akan kami hadirkan sebagai kontribusi positif Ikatan Arsitek Indonesia,” ujarnya.
Pameran dan festival konferensi arsitektur terbesar di Indonesia telah memasuki tahun ketiga.
Sebelumnya, festival tersebut ditunda hingga tahun 2021 karena wabah Covid-19.
Georgius Budi Yuliando, Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), menambahkan pameran ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi berbagai pelaku teknis di dunia konstruksi.
Program ini terselenggara berkat kerja sama yang erat antara Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Oleh karena itu, keempat negara ini akan menyelenggarakan acara serupa secara bergantian dari waktu ke waktu.
“Kolaborasi festival ini mencakup perguruan tinggi arsitektur, praktisi dan asosiasi profesi seperti IARKI, IAP, IALI, HDII, HTII dan GBCI,” pungkas Georgius. Dengarkan berita terkini dan pemilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Digelar Maret 2023, Festival Arsitektur ARCH:ID Usung 3 Aspek Utama pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>