Artikel Profil Rachmat Pambudy, Guru Besar IPB yang Menjabat Menteri PPN di Kabinet Merah Putih pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Nama Rachmat Pambudy diperkenalkan oleh Prabowo Subianto saat menjadi calon presiden (capres) pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 sebagai salah satu dari sekian banyak pakar pemenangan Indonesia dalam konferensi nasional bertema “Meraih Kekuatan Kemerdekaan”. , Makanan dan Air” di wilayah Semarang Jawa Tengah pada tanggal 15 Februari 2019.
Diambil dari Antarinews, Rachmat Pambudy kala itu diperkenalkan sebagai pakar di bidang pangan.
Lantas, siapakah Rachmat Pambudy?
Baca juga: Susunan Lengkap Kabinet Merah Putih Rancangan Prabowo
Lahir di Yogyakarta pada 23 Desember 1956, ia menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) saat Prabowo Subianto menjabat presiden pada 2006.
Terakhir, pada tahun 2015 diangkat menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina HKTI, dan pada tahun 2016 diangkat menjadi Dewan Pakar Komite Pengawasan dan Pemeriksaan Pertanian Indonesia (KP3I).
Dari pemberitaan Antaranews pada Mei 2007, Rachmat Pambudy juga pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat (PP) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU).
Baca Juga: Rachmat Pambudy Diangkat Kepala Bappenas oleh Prabowo
Di bidang pendidikan, pria doktor Penyuluhan Pembangunan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini tercatat sebagai dosen senior di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEM) IPB.
Kini Gerindra ini menjadi guru besar politik di Fakultas Ekonomi Manajemen IPB University.
Selain menjabat sebagai pegawai dan guru IPB dilansir Antaranews, Rachmat Pambudy juga merambah dunia usaha dengan bekerja sebagai komisaris independen di PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) Tbk sejak tahun 2018.
NSS adalah salah satu produsen minyak sawit terkemuka di Indonesia, yang mengelola perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Menteri Perencanaan Nasional Rachmat Pambudy, Guru Besar IPB Tertarik Agrobisnis
Di pemerintahan, Rachmat Pambudy rupanya pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pertanian Kementerian Pertanian pada tahun 2004 di bawah Menteri Pertanian Bungaran Saragih (Mentan).
Namanya diambil dari nama Kabinet Indonesia Bersatu II yang diangkat oleh Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhyono (SBY). juga disarankan dalam volumenya.
Namun sayang, Rachmat Pambudy gagal masuk kabinet karena Partai Gerindra memutuskan tidak bergabung dengan pemerintahan SBY pada 2009-2014.
Baca juga: Daftar 56 Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo
Dari segi properti, penelusuran Kompas.com di elhkpn.kpk.go.id menemukan Daftar Properti Daerah (LHKPN) atas nama Rachmat Pambudy.
Namun asal usul organisasi dan kedudukannya tidak dijelaskan secara jelas. Situs resminya hanya menyebutkan bahwa LHKPN dilaporkan pada 22 Juli 2003 dan bersifat sementara.
Selain itu, total harta kekayaan atas nama Rachmat Pambudy tercatat sebesar Rp12.025.292.540.
Namun sayangnya LHKPN tidak bisa dibuka. Demikian pula, selalu gagal saat Anda mencoba mendownloadnya.
Baca Juga: Rachmat Pambudy Prabowo Diangkat menjadi Kepala Bappenas. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Profil Rachmat Pambudy, Guru Besar IPB yang Menjabat Menteri PPN di Kabinet Merah Putih pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Profil dan Harta Iftitah Sulaiman, Menteri Transmigrasi pada Kabinet Merah Putih pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Maklum, pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, kementerian tersebut terpisah dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Miskin, dan Pemukiman Kembali.
Lalu siapakah Iftita Suleiman?
Politikus Partai Demokrat itu terungkap merupakan asisten Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyong (SBY) dan memiliki hubungan dekat dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Halimurti Yudhoyong (AHY).
Baca juga: Susunan Lengkap Kabinet Merah Putih yang Disusun Prabowo
Pria kelahiran Pandeglang, Provinsi Banten, 10 Maret 1977 ini rupanya sudah lama berkarier di Tentara Nasional Indonesia (AD) hingga mencapai pangkat Letkol.
Iftitah Sulaiman juga merupakan lulusan Akademi Militer berprestasi tahun 1999 dan penerima Penghargaan Bintang Adhi Makayasa dari Presiden Republik Indonesia.
Melansir Antaranews, Iftita melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer India. Dua tahun kemudian, ia lulus dalam bidang ilmu pertahanan dari Universitas Indore, India.
Pada tahun 2016, Iftitah menerima gelar Magister Kepemimpinan dan Manajemen dari Webster University.
Baca Juga: Profil dan Aset Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Vihaji
Semasa berkarir di TNI Angkatan Darat, Iftita merupakan ahli di bidang kavaleri. Pada tahun 2006, ia juga dikirim ke pasukan penjaga perdamaian Lebanon dan menjadi instruktur TNI internasional pertama di Australia.
Namun pada tahun 2019, Iftitah akhirnya memutuskan pensiun dan membangun perusahaan sendiri.
Ia paling dikenal sebagai CEO Romeo Strategic Consulting, sebuah konsultan kebijakan, komunikasi dan manajemen krisis.
Sementara di bidang politik, nama Iftitah Sulaiman masuk dalam Grup 8, yakni kelompok persiapan penetapan calon wakil presiden (Cavapres) mendampingi Anies Baswedan maju pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Baca juga: Daftar 56 Wakil Menteri di Kabinet Merah Putih Prabowo
Kelompok 8 beranggotakan perwakilan tiga partai (partai) pendukung Aliansi Perubahan Anies Baswedan, yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Ifititah Sulaiman berada di Grup 8 bersama Sekretaris Jenderal (Sekretaris) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya.
Namun setelah diketahui Anis Baswedan dan Nasdem secara sepihak mencalonkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jenderal Muhaymin Iskandar sebagai cawapres Anis Baswedan, Partai Demokrat akhirnya mundur dari Aliansi Perubahan.
Soal pendanaan, nama Iftitah Sulaiman tidak ditemukan dalam direktori pencarian di elhkpn.kpk.go.id.
Baca juga: Yandri Susanto, Menteri Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal Profil dan Aset Dengarkan berita terhangat dan berita pilihan kami di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Profil dan Harta Iftitah Sulaiman, Menteri Transmigrasi pada Kabinet Merah Putih pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Profil dan Harta AHY, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Kementerian Koordinator merupakan kementerian koordinator baru yang dibentuk oleh Prabowo dan membawahi Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Permukiman.
Diketahui, AHY sebelumnya ditugaskan sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada pemerintahan sebelumnya.
Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri ATR di Istana Negara Jakarta pada 21 Februari 2024.
Saat itu, AHY menggantikan Hadi Tjahjant yang ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
Baca juga: Susunan Lengkap Kabinet Merah Putih Bentukan Prabowo
Bagaimana kelanjutan karir politik AHY dengan latar belakang militer?
AHY memutuskan untuk meninggalkan dunia militer yang ia rintis selama 16 tahun dan memulai karir politiknya pada September 2016.
Saat itu, seseorang dengan pangkat terakhir mayor dicalonkan untuk mencalonkan diri pada pemilihan Ketua Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.
Bersama Sylviana Murni saat itu, AHY mencalonkan diri sebagai Gubernur (Cagub) DKI Jakarta.
Namun pasangan AHY-Silvi harus menelan kekalahan karena hanya mendapat suara 17,06 persen di Pilkada DKI Jakarta 2017.
Baca juga: Prabowo Tunjuk AHY Sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Daerah,
Setelah AHY tak mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI, ia melanjutkan karir politiknya di Partai Demokrat. Ia diangkat menjadi Ketua Kelompok Kerja Gabungan Partai Demokrat pada Pilkada Serentak 2018 dan Pilkada 2019.
Namun saat itu, perolehan suara Partai Demokrat dibandingkan pemilu 2014 menurun dari 10,9 persen atau 12.728.913 suara menjadi 10.876.507 suara atau 7,77 persen.
AHY kemudian terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat masa jabatan 2020-2025 menggantikan ayahnya pada Kongres ke-5 Partai Demokrat yang digelar pada Maret 2020.
Pria kelahiran Bandung, 10 Agustus 1978 ini memang pernah terdaftar sebagai calon anggota RI di DLR.
Baca juga: Daftar 56 Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo
Seberapa besar kekayaan pria yang kuliah di Nanyang Technological University dan Harvard University, sebagai Ketua Partai Demokrat sekaligus menteri ini?
Artikel Profil dan Harta AHY, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Profil dan Harta Kekayaan Mensesneg Prasetyo Hadi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Prasetyo Hadi merupakan salah satu orang kepercayaan Prabowo. Sejak tahun 2008 menjabat sebagai Ketua Organisasi, Staf Pembinaan dan Keanggotaan pada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
Kutipan dari halaman resmi kelompok Gerindra: Prasetyo Hadi lulus dari SMA Taruna Nusantara pada tahun 1998.
Pria kelahiran Ngawi, 28 Oktober 1979 ini melanjutkan studi S1 bidang konservasi sumber daya hutan di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1999 hingga 2006.
Kemudian pada tahun 2008, Prasetyo Hadi memutuskan bergabung dengan Partai Gerindra.
Baca juga: Tepatnya Susunan Kabinet Merah Putih Bentukan Prabowo
Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, Prasetyo Hadi dilantik menjadi anggota DPR periode 2019-2024 melalui perwakilan sementara (PAW) pada 1 September 2020.
Harry Poernomo yang saat itu mengundurkan diri digantikan oleh Prasetyo Hadi. Terpilihnya ia karena penghitungan suara di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah VI menempatkannya di peringkat kedua pada pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019.
Di DPR RI, Prasetyo Hadi dimutasi ke Komisi II yang membidangi urusan internal pemerintahan, otonomi daerah, reformasi birokrasi, pemilu, pertanahan, dan reforma agraria.
Selain politik, Prasetyo Hadi juga tercatat sebagai komisaris di PT. Direktur Utama Indonesia Strategic Center dan PT sejak tahun 2014 hingga sekarang. Tusen Hutami Lestari 2016-sekarang.
Baca juga: Prasetyo Hadi Ditunjuk Prasetyo Hadi Sebagai Mensesneg di Kabinet Kekayaan Merah Putih
Berdasarkan situs elhkpn.kpk.go.id, total kekayaan Prasetyo Hadi sebesar Rp7.109.000.000,- berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada 24 April 2024 untuk laporan berkala tahun 2023.
Aset tersebut berupa properti yang berlokasi di Kota Bogor, kabarnya bernilai Rp 3.300.000.000.
Kemudian tiga unit mobil dan dua unit sepeda motor disebut-sebut diproduksi sendiri dengan rincian: Mobil Toyota Fortuner Jeep 2014 senilai Rp 265.000.000, Mobil Toyota Alphard S 2012 senilai Rp 325.000.000, Mobil Toyota Fortuner Jeep 2016 senilai Rp 355.000, 200 unit sepeda motor Honda GL 2013 senilai Rp 10.500.000. Sepeda motor Honda N (110A) C AT tahun 2011 senilai Rp 3.500.000.
Selain itu, kas dan setara kas berjumlah Rp 2.850.000.000. Oleh karena itu, karena Wihaji tidak melaporkan surat utang apa pun, maka total asetnya tercatat sebesar Rp 7.109.000.000.
Baca Juga: DPR menunjuk Prasetyo Hadi menggantikan Harry Poernomo dari Gerindra. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung dari ponsel Anda. Untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com, pilih saluran berita pilihan Anda: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstall.
Artikel Profil dan Harta Kekayaan Mensesneg Prasetyo Hadi pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>