Artikel Video Tikus Bersarang di Ruang Mesin Mobil Gara-gara Jarang Digunakan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Kamis (2/1/2025) X menyukai video yang diunggah akun @Auto___Revo. Rekaman itu memperlihatkan bagian mesin mobil Honda yang berubah menjadi sarang tikus. Dalam keterangan yang diunggah juga dijelaskan bahwa mobil tersebut sudah lama tidak digunakan sehingga menjadi sarang tikus.
“Sudah lama tidak digunakan, tapi sudah menjadi rumah tikus,” tulis unggahan tersebut pada caption postingannya.
Baca Juga: Daftar Mobil SUV Bekas Mulai Rp 200 Jutaan
Stephen Ardino, pemilik Jawa Seat di Grand Galaxy Bekasi, mengatakan ruang mesin adalah rumah bagi makhluk gelap seperti tikus dan kecoa. Jadi sarang tikus???? pic.twitter.com/vqyQdwD8CM — REVO (@Auto___Revo) 2 Januari 2025
“Tikus dan kecoa habitatnya gelap, jadi nongkrong banget di ruang mesin. Kalau hujan di luar dingin, tapi yang pasti di ruang mesin hangat, udara bebasnya tidak banyak,” kata Stephen.
Menurut Stephen, cara paling efektif untuk mencegah tikus masuk ke ruang mesin atau kabin adalah dengan menggunakan kapur barus. Bau kapur barus diyakini bisa membuat tikus gelisah saat berada di tempat.
“Tikus suka tinggal di rongga mesin mobil yang biasanya terbuat dari plastik. Karena setrika terlalu panas untuk mereka. “Setiap mobil berbeda-beda, biasanya antara throttle bodynya,” kata Stephen.
“Di sana bisa diberikan kapur barus yang berbentuk bulat, karena kapur barus tumbuh dan lama kelamaan tikus tidak menyukai baunya sehingga akan hilang dengan sendirinya,” imbuhnya.
Sementara itu, Mandor Nissan Bintaro Ibrahim menambahkan, pemilik kendaraan sebaiknya menyiapkan ruang garasi agar tidak menjadi tempat yang nyaman bagi tikus.
“Kalau sudah bersih dan terang, bisa biasakan memanaskan mobil di malam hari saat tikus ingin masuk ke ruang mesin,” kata Ibrahim.
Baca Juga: Bus Baru PO Pushpa Jaya Pakai Karoseri Buatan Karaseri Laksa
Ibrahim mengatakan, memanaskan mobil pada malam hari sangat efektif berdasarkan pengalaman pribadinya.
Awalnya menurut saya memanaskan mobil tidak cukup efektif untuk mengusir tikus, namun kebiasaan memanaskan mobil pada jam 10 pagi membuat tikus tidak bisa kembali ke kompartemen mesin sebelum tidur. Ibrahim. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Video Tikus Bersarang di Ruang Mesin Mobil Gara-gara Jarang Digunakan pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Tips Mengusir Tikus yang Bersarang di Mesin Mobil pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Tikus bisa menjadi ancaman serius karena tidak hanya mengotori ruang mesin, namun juga merusak komponen kelistrikan kendaraan. Seperti yang Anda ketahui, tikus suka menggigit setiap bagian yang ditemuinya, termasuk kabel mobil.
Jika kabel tergigit dan putus, dapat menyebabkan kerusakan dan mengakibatkan korsleting yang berbahaya.
Baca juga: Taksi Xanh SM Diluncurkan di Jakarta Menggunakan Trem VinFast
Untuk mencegah semua kemungkinan tersebut, ada upaya preventif yang bisa dilakukan pemilik mobil.
Stefaan Ardino, pemilik Java Seat di Grand Galaxy Bekasi mengatakan, ruang mesin selalu menjadi incaran hewan yang selalu hidup dalam kegelapan, seperti tikus dan monyet.
“Tikus dan kecoa tempat tinggalnya gelap, jadi pas di ruang mesin. Kalau hujan, suhu di luar dingin, tapi di dalam ruang mesin lebih hangat, tidak ada angin,” kata Stefaan kepada Kompas.com di Senin (16/12/2024).
Menurut Stefaan, cara yang dinilai paling efektif mencegah tikus masuk ke ruang mesin atau kabin adalah penggunaan kapur barus. Bau kapur barus diyakini membuat tikus tidak nyaman saat berada di kawasan tersebut.
Baca Juga: Resmi, kendaraan hybrid akan mendapat insentif PPnBM 3%.
“Tikus suka tinggal di rongga mesin mobil yang biasanya terbuat dari plastik. Karena baja terlalu panas bagi mereka. Throttle body tiap mobil berbeda-beda,” kata Stefanaan.
“Di situlah bisa diberi kapur barus lingkaran karena kapur barus tumbuh dan akhirnya menjadi tikus,” ujarnya karena tidak suka dengan baunya. Dengarkan berita terkini dan informasi pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Tips Mengusir Tikus yang Bersarang di Mesin Mobil pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Musim Hujan, Masyarakat Diminta Waspada Leptospirosis pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>“Pada awal Januari hingga November 2024, kami mencatat tujuh kasus leptospirosis dengan satu kematian,” kata Endang Sri Rahaju, Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian, Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta di Yogyakarta. Rabu (4/12/2024) melalui Antara.
Menurut Endang, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta belum mencatat adanya kasus penyakit yang ditularkan melalui urin tikus pada musim hujan ini.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Leptospirosis, Penyebab dan Gejalanya
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) karena agen penyakit seperti tikus pembawa bakteri Leptospira berpeluang berkembang biak pada musim hujan.
Masyarakat dapat menerapkan PHBS dengan selalu mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas di daerah yang berisiko penularan leptospirosis, ujarnya.
Menurut dia, genangan air sehabis hujan bisa saja terkontaminasi urin tikus sehingga menjadi faktor risiko paparan bakteri Leptospira.
Kotoran hewan, terutama sisa makanan keluarga, yang menumpuk bersama genangan air di lingkungan juga dapat menarik perhatian tikus pembawa bakteri Leptospira.
Prinsipnya, jika masyarakat melakukan PHBS maka kasus leptospirosis bisa dikendalikan, kata Endang.
Baca juga: Apa Saja Gejala Leptospirosis? Berikut 9 daftarnya
Berdasarkan hasil survei tikus yang dilakukan pada awal tahun 2024, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menemukan tikus di salah satu kecamatan positif bakteri Leptospira.
Lana Unwan, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data serta Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menjelaskan, penyakit leptospirosis dapat menular melalui urin tikus yang terinfeksi bakteri Leptospira.
Bakteri masuk melalui luka lecet pada kulit atau selaput lendir, kontak dengan genangan air sungai, limbah, lumpur yang terkontaminasi urin tikus. gejala
Ia mencontohkan beberapa gejala tubuh yang terjangkit leptospirosis, antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot terutama di betis, paha, mata kuning, merah dan perih, serta diare.
Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut dan melakukan pekerjaan yang berisiko terpapar urin tikus, Lana meminta agar Anda segera menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan atau puskesmas terdekat.
“Sejauh ini (kasus leptopirosis) masih aman terkendali. Namun masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mencegah leptospirosis,” kata Lana. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Musim Hujan, Masyarakat Diminta Waspada Leptospirosis pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel GLOBAL NEWS Selain Bahan Kosmetik, Minyak Zaitun Bagus untuk Taman Rumah! pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Tak hanya lemon, minyak pada buah zaitun juga memiliki manfaat yang sama.
Selain manfaat kesehatan dan kecantikannya, minyak zaitun juga bisa dimanfaatkan di taman Anda.
Baca juga: Tips Membuat Taman Kecil di Rumah
Menurut The Spruce, minyak zaitun memberikan tiga manfaat ini untuk taman Anda.
1. Mencegah nyamuk
Tempat paling umum di sekitar rumah yang menjadi tempat ditemukannya hama seperti nyamuk adalah di taman.
Pekarangan rumah berisiko didatangi nyamuk, karena seringkali terdapat air mancur atau genangan air yang disukai hewan tersebut.
Tak hanya kolam renang, ember pun kerap diletakkan di taman untuk menampung air hujan sebelum menggenang atau masuk ke dalam rumah.
Baca Juga: Lawan Stres Dengan 5 Ide Dekorasi Teras Keren
Untuk mencegah nyamuk di sekitar taman Anda, tuangkan sedikit minyak zaitun ke dalam ember untuk mencegah perkembangbiakan hewan tersebut.
2. Lindungi peralatan berkebun
Minyak zaitun juga dapat memberikan perlindungan tambahan pada peralatan berkebun seperti penanam, sekop, atau tang.
Caranya, cukup olesi semua peralatan berkebun Anda, baik yang terbuat dari kayu, besi, atau baja.
Dengan cara ini, peralatan berkebun Anda tidak akan rapuh dan terlindungi dari karat sehingga dapat bertahan lebih lama.
3. Mempromosikan budidaya tanaman pangan
Manfaat lain dari minyak zaitun adalah mempercepat pertumbuhan tanaman di rumah Anda. Terutama tanaman pakis atau palem.
Caranya, Anda hanya perlu menyiapkan minyak zaitun dan satu sendok makan, lalu tambahkan sekitar dua sendok makan dan gunakan minyak zaitun pada akar tanaman sebulan sekali.
Dengan cara ini tanaman Anda akan tumbuh dengan baik dan indah. Dengarkan berita terkini dan pilihan utama kami di ponsel Anda. Pilih berita favorit Anda dan kunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel GLOBAL NEWS Selain Bahan Kosmetik, Minyak Zaitun Bagus untuk Taman Rumah! pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>