Artikel Rusun Pasar Jumat Direvitalisasi Jadi Kawasan TOD pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Aktivasi tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2025, kata Triono Unosmono, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR.
“Rencana tahun ini masih digarap, mudah-mudahan tahun depan bisa kita laksanakan. Kita masih siapkan kajian modelnya seperti apa, sampai kita lihat bagaimana reaksi pasarnya, tahun depan kita akan lelang.” Kantor BP Tapera, Menara Mandiri II, Jakarta pada workshop TOD bersama kata JHF.
Workshop ini juga dihadiri oleh Japan Housing Finance Agency (JHF) yang sebelumnya bekerja sama dengan Kementerian PUPR dan BP Tapera.
“Jadi kami sedang menyiapkan konsep TOD yang akan membantu penelitian Jepang. Jadi nanti kita buka pasarnya, investornya bisa dari mana saja, tapi Jepang bantu risetnya,” lanjut Yonki.
Sementara itu, dilansir dari situs resmi Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan, Direktur Pelaksana Pembiayaan Perumahan Hariobekti Martoyedo mengatakan, rencana pemerintah pusat mengembangkan kawasan pasar Jumat merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan melalui penyediaan perumahan. perumahan yang terjangkau.
Baca Juga: Perumahan TOD untuk MBR, Kerjasama BP Tapera dan Jepang.
Selain mengurangi backlog perumahan, program perumahan terjangkau juga menjadi salah satu prioritas pemerintahan baru dengan program perumahan 3 juta, khususnya di perkotaan, kata Hario.
Kebangkitan Rusun Pasar Jumat ini merupakan bagian dari revitalisasi kawasan Pasar Jumat yang meliputi rehabilitasi apartemen/condo terjangkau, pembangunan unit komersial, perbaikan/rekonstruksi kolam retensi, ruang terbuka hijau, peningkatan jalan dan fasilitas TOD. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Rusun Pasar Jumat Direvitalisasi Jadi Kawasan TOD pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Antisipasi Perpindahan Ibu Kota, Jababeka Siapkan Konsep TOD City pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Melalui gerakan tersebut, Jakarta telah benar-benar menjadi pusat perekonomian Indonesia, sehingga wilayah sekitarnya, khususnya kawasan timur Jakarta, mempunyai potensi besar untuk menjadi kota metropolitan berikutnya.
Suatu kota dapat disebut kota metropolitan apabila memenuhi beberapa aspek dan syarat.
Baca juga: MRT Jakarta Tandatangani Kerja Sama Pengembangan TOD Senilai Rp 11 Triliun
Mulai dari infrastruktur yang maju dan cepat, jumlah penduduk yang besar, pusat perekonomian, peradaban yang beragam, perkembangan teknologi, hingga pusat kebudayaan dan pendidikan.
PT Jababeka Tbk, salah satu pengembang yang mengantisipasi perubahan tersebut, mempersiapkan kota Jababeka agar lebih adaptif terhadap dinamika kota Sukabumi.
Melalui kota Jababeka yang dirintis pada tahun 1989, perusahaan ini mengawali transformasi dengan menerapkan konsep Transit Oriented Development City (TOD City) yang dilengkapi dengan berbagai infrastruktur.
Di antaranya Jalan Layang Jakarta-Cikampek Elevated atau Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ), Tol Becakayu, Tol Sunter-Pulo Gebang, Tol Cikampek Selatan/Cikampek II, dan Jalan Lingkar Jakarta/JORR 2.
Selain itu, juga ada rencana pembangunan MRT Fase III Cikarang-Balaraja dan LRT Jakarta-Cikarang.
Baca Juga: MRT Jakarta Gabung PGN, Jajaki Potensi Bisnis Gas Bumi di Kawasan TOD
Senior General Manager Corporate Marketing Jababeka Residence Ferry Thahir mengatakan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Kota Jababeka yang pesat dan menjanjikan, jumlah penduduk di kawasan ini juga terus meningkat.
Alasan utamanya adalah tersedianya lapangan kerja, karena sebagian besar penduduk Kota Jababeka adalah pekerja di daerah tersebut.
“Kota ini sendiri didominasi oleh perusahaan multinasional sehingga banyak pekerja migran yang memilih tinggal dan menetap di sini,” kata Ferry dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Sabtu (18/5/2024).
Tercatat hingga saat ini, Kota Jababeka telah memiliki lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional dari 30 negara dengan ekspatriat asal Korea, Jepang, China, dan Taiwan.
Supermarket Harta Karun
Untuk memenuhi aspek menjadi kota metropolitan, PT Jababeka Tbk melalui unit bisnisnya yaitu Jababeka Residence aktif meluncurkan berbagai hunian seperti Golf Villas, Kraton Residence dan The Oscar.
Sementara untuk proyek komersial, ada Hollywood Boulevard Signature dan Sudirman Boulevard yang merupakan kawasan komersial dengan puluhan tenant.
Baca Juga: Menhub Tawarkan Singapura Bangun TOD MRT Jakarta
Artikel Antisipasi Perpindahan Ibu Kota, Jababeka Siapkan Konsep TOD City pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel NEWS INDONESIA Apakah Apartemen Berkonsep TOD Lebih Diminati Masyarakat? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Jika tinggal di apartemen berkonsep TOD, penghuninya bisa dengan mudah mengakses transportasi umum.
Namun benarkah apartemen berkonsep TOD lebih populer di kalangan masyarakat Indonesia?
Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI), Bambang Ekajaya menegaskan, masyarakat yang tinggal di apartemen umumnya menginginkan kepraktisan dan efisiensi.
Konsep TOD cocok banget untuk pasar seperti ini, ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (16/7/2024).
Bambang punya alasan, integrasi apartemen TOD akan memudahkan penghuninya menuju tempat kerja, tempat usaha, dan tempat lainnya.
Baca juga: Masa berlaku apartemen SHM akan habis? Berikut cara mengonfigurasi ekstensi
Sehingga memungkinkan mereka untuk tidak membutuhkan atau mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
“Dan hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mengoptimalkan transportasi umum dan mengurangi kemacetan,” tambah Bambang.
Namun ada beberapa faktor yang menghambat penjualan apartemen, termasuk yang berkonsep TOD, di antaranya: Harga apartemen yang relatif mahal bagi sebagian besar calon konsumen. Standar hidup apartemen terkadang menghalangi orang untuk tinggal di sana. Sering terjadi masalah dalam pengelolaan apartemen. Persatuan Pemilik Rumah Susun dan Tetangga (P3SRS)
Selain itu juga adanya penerapan Iuran Pengelolaan Lingkungan Hidup (IPL) dan DC yang membuat masyarakat merasa mahal setiap bulannya, pungkas Bambang. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel NEWS INDONESIA Apakah Apartemen Berkonsep TOD Lebih Diminati Masyarakat? pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>