Artikel Tol Semarang-Demak Pakai Bambu, AHY Puji Karya Anak Bangsa pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Pada acara tersebut, Menteri AHY menyoroti penggunaan 7,5 juta batang bambu sebagai landasan proyek sepanjang 6,2 km ini.
Menurutnya, hal ini merupakan perkembangan baru dalam konstruksi karya anak nasional Indonesia.
“Nah yang menarik dan patut menjadi inspirasi bagi kita semua adalah penggunaan metode tikar bambu. Ini tugas membangun anak bangsa,” ujarnya.
Baca juga: Ini Progres Pembangunan Tol Semarang-Demak tahap I
AHY menjelaskan, penggunaan bambu dalam pembangunan jembatan ini sangat istimewa, karena dipersiapkan dengan teknik khusus.
“Kenapa istimewa? Karena menggunakan bambu yang disusun dengan cara tertentu, tiang-tiang, dan bambu sebanyak 13 lapis ke atas dan kalau dilihat ruangnya sangat luas,” imbuhnya.
Pembangunan tol Semarang-Demak disebut-sebut juga merupakan pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga kerja karena membutuhkan banyak tenaga kerja.
“Tadi saya juga menyapa dan berbincang dengan beberapa pekerja yang sedang mengerjakan pengikatan bambu dengan tali nilon 8 mm dengan cara mereka sendiri. Katanya, ini pekerjaan yang membutuhkan ketelitian,” ujarnya.
Tol Semarang-Demak merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Keputusan Presiden No. 109 Tahun 2020.
Baca juga: Tahun 2026, Palembang-Betung akan tersambung jalan tol
Proyek ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan dan banjir yang sering terjadi di Semarang dan Demak.
Proyek Jalan Tol Semarang-Demak ditargetkan selesai pada April 2027 dan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Jawa Tengah. Dengarkan berita terbaik dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk masuk ke saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Tol Semarang-Demak Pakai Bambu, AHY Puji Karya Anak Bangsa pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Begini Progres Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Proyek tersebut merupakan bagian penting dari pembangunan infrastruktur nasional, khususnya di wilayah pesisir utara Jawa Tengah.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Daerah Agus Harimurthy Yudhoyono (Menko AHY) mengatakan, pembangunan Tol Semarang Temak merupakan bagian dari paket pembangunan pit laut.
“Pembangunannya terdiri dari Seksi 1 dan Seksi 2. Seksi 2 telah selesai 100 persen dan akan beroperasi dan ditugaskan pada tahun 2023,” jelas AHY.
Baca Juga: Sebentar Lagi Harga Koto Kambar Pekanbaru-XIII Akan Naik
Semarang dan Temak disebut-sebut menjadi dua kota dengan potensi perekonomian luar biasa di Provinsi Jawa Tengah.
Namun kedua kota ini memiliki kepadatan sosial dan kebutuhan sosial yang perlu didukung secara berkelanjutan. Salah satunya dengan hadirnya pos bea cukai.
“Dalam kondisi normal, tanpa adanya plasa tol ini dan dengan yang sudah ada, akan memakan waktu sekitar 30 menit pada jam normal dan 60 menit pada saat lalu lintas padat. Tapi di stasiun tol, Insya Allah hanya 10 menit,” kata Menteri Koordinator A.H.I.
Tol Semarang-Demak memiliki total panjang 26,95 kilometer dan terbagi dalam dua seksi pengembangan.
Seksi I merupakan ruas Tol Kalikawe-Saung sepanjang 10,64 kilometer yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.
Nantinya, Seksi II yakni Seksi Seung-Temak sepanjang 16,31 kilometer diresmikan Presiden Joko Widodo dan beroperasi sejak 25 Februari 2023.
Untuk Tahap I, proyek pembangunannya akan dibagi menjadi tiga paket dengan total nilai kontrak Rp10,8 triliun dan ditargetkan selesai pada tahun 2027.
Baca juga: Ini Bocoran Investor Swasta yang Ingin Masuk Tol Bangkok
Progres pekerjaan masing-masing paket, Paket 1A, yang dikerjakan Hudama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG) telah mencapai 47,16 persen.
Nantinya, Paket 1B yang dilaksanakan oleh Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya (WIKA) dan China Road and Bridge Corporation (CRBC) mencapai 28,70 persen, disusul Paket 1C oleh Ati Karya dan Sinohydro sebesar 20,83 persen.
Diketahui, Jalan Tol Semarang-Demak merupakan bagian dari Rencana Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2020.
Proyek ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan lalu lintas yang parah dan banjir ROB di Semarang dan Demak. Dengarkan berita terbaru dan pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Begini Progres Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel 10 Juta Bambu Digunakan sebagai Matras Tol “Atas Laut” Semarang-Demak pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Bambu dikumpulkan dan disusun sedemikian rupa untuk memaksimalkan daya dukung sublapisan sebagai suatu sistem yang tersusun di lokasi konstruksi.
Sebab, ruas sepanjang 10,64 km itu berada di atas permukaan laut. Berbeda dengan Seongdamak Seksi 2 yang panjangnya 16,31 km dan berada di darat.
Mengutip laman Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Senin (13/5/2024), Jalan Tol Semarang-Demak akan menyatu dengan jembatan laut, dimana struktur tanggul di atas laut akan dibuat 17 lapis perkuatan tebal. Kasur bambu.
Sebelumnya, Balai Bahan dan Instalasi Bangunan Departemen Teknik Permukiman dan Perumahan Direktorat Jenderal Cipta Karya telah melakukan uji kelayakan penggunaan material bambu.
Pengujian ini dilakukan untuk menyiapkan material bambu untuk digunakan sebagai matras guna mempercepat waktu konsolidasi pada tanah di lokasi pembangunan jalan Simrang-Dimaktal.
Baca juga: Pembangunan Seksi Pertama Hanya 9,25 Persen, Jalan Semarang-Demak Tal Terhubung Penuh pada 2027
Saat ini, pekerjaan konstruksi Blok 1B Semarang-Demak yang terletak kurang lebih 10 kilometer di atas permukaan laut ini menggunakan atap bambu sebagai pondasinya dan membutuhkan sekitar 10 juta batang bambu yang dianyam oleh 1.500 pekerja terampil.
Bambu tersebut berasal dari Wonogiri, Magelang dan Porvorejo dengan standar khusus yaitu bambu lurus, panjang 8 meter, dan diameter 8-10 cm.
Penggunaan kasur bambu tidak hanya berfungsi sebagai pondasi tetapi juga berkontribusi terhadap kelestarian ekosistem laut.
Bambu yang digunakan sebagai kasur nantinya akan tenggelam dan menjadi bagian dari terumbu sehingga menambah kekuatan struktur bawah air. Dengarkan berita terkini dan kumpulan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel 10 Juta Bambu Digunakan sebagai Matras Tol “Atas Laut” Semarang-Demak pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>