Artikel Stadion Kanjuruhan Diresmikan, Arema FC Selangkah Lagi Pulang Kampung pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Upacara pelantikan berfokus pada stadion Gelora Delta Sidoarjo pada hari Senin (17.07.2017).
Lima stadion terlibat dalam program renovasi, dipimpin oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Bangunan Publik (PUPR).
Perintah ini adalah stadion Joko Samudrudro Gréz, Stadion Surajaia Lamongan, Stadion Pameling Pameling Pamecan, Stadion Kanjuruhan Malang dan Gelora Delta Sidoarjo.
Peningkatan stadion ini adalah bagian dari transformasi sepak bola Indonesia setelah Kanjaruhan pada Oktober 2022.
Pada upacara pelantikan, banyak stadion akhir akan direnovasi, termasuk Kanjpuan.
Baca lebih lanjut: Presiden dan Serangan 17 Stadion Stadium FIFA, Erick Thohir mengkonfirmasi impian besar di Piala Dunia
Yusrinal Fitriandi, Direktur Jenderal Areme FC, menyambut pembukaan stadion 17.
Dia mengklaim bahwa ini telah membuka Arma FC, yang segera kembali ke kandang, Stadion Kanjpuan, Kabupaten Malang.
“ARMA FC senang bahwa Stadion Kanjaruhan akhirnya bisa terbuka, yang terlambat selama dua bulan,” kata seorang pria yang biasanya disebut Kompas.com.
“Sebagai kandidat klub dan klub yang mengunjungi Stadion Kanjaruhan, ini berarti bahwa ARMA FC semakin dekat ke kandang.”
“Apa yang direncanakan untuk proses penyerahan, yang kami yakini dapat dilanjutkan segera,” tambahnya.
Namun demikian, ia menyadari bahwa masih ada banyak hal yang harus diselesaikan sebelum klub benar -benar dapat menggunakan 21.603 stadion duduk.
“Kami kembali berkomunikasi dengan kejuaraan yang terkait dengan penilaian ulang kursi polisi nasional dan pemerintah wilayah Malang yang terkait dengan proses penyewaan.”
“Jadi masih ada hal -hal yang perlu kita ikuti segera,” kata Ilustrinal Fitriandi.
Baca lebih lanjut: Bupati Malang memberikan kembalinya AMAA FC ke Stadion Kanjaruhan
Dia berharap tidak akan ada hambatan yang signifikan setelah menggunakan stadion setelah non-alinalk.
Artikel Stadion Kanjuruhan Diresmikan, Arema FC Selangkah Lagi Pulang Kampung pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Stadion Kanjuruhan Selesai Renovasi, Upaya untuk Menjaga Sejarah pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Proyek renovasi besar-besaran ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Status stadion saat ini menunggu proses pengalihan ke Pemerintahan Bupati Malang.
Prosesnya diharapkan selesai dalam waktu satu bulan.
“Saya mendapat informasi dari kontraktor dan pengelola pusat inovasi, sedang dalam proses penyerahan ke Pemerintah.”
“Kami berharap proses ini bisa selesai dalam waktu singkat,” kata Menteri Pembangunan RI Dody Hanggodo dalam rekaman yang diperoleh Kompas.com.
“Kami berharap ini bisa selesai dalam waktu seminggu, dua minggu, atau paling lama sebulan,” imbuhnya.
Baca juga: Menteri Pembangunan Pastikan Selesai Renovasi Saat Peninjauan Stadion Kanjuruhan
Fasilitas di Stadion Kanjuruhan semakin modern, dilengkapi dengan jalur evakuasi cepat yang memungkinkan penonton keluar dalam waktu tujuh menit.
Hal ini menunjukkan komitmen terhadap proses inovasi yang memperhatikan aspek keamanan, mengambil pembelajaran dari tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022.
“Stadion ini tahan gempa dan sangat cocok. Insya Allah bisa digunakan 30-40 tahun ke depan, kata pria Surabaya Doddy Hanggodo.
Standnya juga didesain untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada penonton, dengan total kapasitas 21.603 kursi.
Rinciannya, terdapat 108 kursi VVIP, 2.465 kursi VIP, 134 kursi media, dan 16 kursi khusus penyandang disabilitas.
Selain itu, pada renovasi kali ini, gerbang ke-13 tetap dipertahankan untuk mengenang para korban tragedi Kanjuruhan.
“Kami menghargai nyawa manusia. Gerbang 13 tetap dijaga, begitu pula warna stadion yang punya arti khusus,” kata Doddy Hanggodo.
Baca juga: Renovasi Stadion Kanjuruhan Selesai 99,5%, Ditargetkan Selesai 31 Desember 2024.
Dalam proses renovasinya, Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang menarik perhatian karena biayanya yang besar, hingga Rp 357,8 miliar.
Namun Doddy Hanggodo menegaskan, nilai sejarah yang terkandung di dalamnya jauh lebih berharga.
Artikel Stadion Kanjuruhan Selesai Renovasi, Upaya untuk Menjaga Sejarah pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Persebaya Vs Arema FC, Memori Tragedi Kanjuruhan Jadi Motivasi Joel Cornelli pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Kemenangan ini ingin kami persembahkan untuk Aremania pada laga bertajuk Derby Jawa Timur yang akan dimainkan pada Sabtu sore di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya (7/12/2024).
Seperti diketahui, pertemuan dengan Persebaya mengingatkan kita pada Bencana Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022.
Saat itu, kedua klub sedang melakoni pertandingan di Stadion Kanjuruhan pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023. Antusiasme Aremania cukup tinggi usai melihat kemenangan klub berjuluk Singo Gila itu.
Sayangnya, malam itu berakhir tragis akibat insiden gas air mata usai pertandingan yang menewaskan 135 orang.
Baca juga: Arema FC Menang Tegas Momen Pembuktian Perubahan
Dengan kebangkitan yang lambat, Arema FC berambisi untuk mengantarkan korban dengan mengalahkan Persebaya.
Sayangnya, hal tersebut belum terealisasi hingga saat ini. Dalam tiga laga terakhirnya melawan Persebaya, tim tersebut masih kalah telak dengan skor 0-1, 3-1, dan 0-1.
Karena itulah Joel Cornelli bertekad membawa Arema FC mengalahkan Persebaya untuk mewujudkan harapan tersebut.
Baca juga: Hasil Arema FC – Kalah 3-0 Sama Poin dari Singo Gila, Persija dan PSM
“Tentu saja, ini terjadi dua tahun lalu dan merupakan tragedi bagi kami semua,” kata pelatih asal Brasil itu.
Jadi bagi kami pertandingan ini adalah pertandingan terpenting musim ini, karena dalam pertandingan itu kami harus memberikan penghormatan kepada sosok yang telah memberikan segalanya untuk Arema, ujarnya.
Tentu saja ini pertandingan yang sangat emosional. Saya yakin para pemain akan melakukan segalanya demi Aremania dan masyarakat yang menjadi korban dua tahun lalu, ujarnya.
Baca juga: Klasemen Liga 1: Persebaya Surabaya Kuasai Puncak
Apalagi Arema FC punya modal berharga untuk menghadapi Persebaya. Kami bilang Setiawan dan kawan-kawan berada dalam posisi bagus untuk menang. Tim dengan rekor tiga kemenangan beruntun adalah Barito Putera (3-1), Madura United (4-2), dan Persita Tangerang (3-0).
Joel Cornelli yakin laga melawan klub bernama Bajul Ijo kali ini akan membuahkan hasil berbeda.
“Kami kalah di laga terakhir, tapi itu masa lalu. Jadi yang terpenting para pemain memahami pentingnya pertandingan ini dan kami siap menghadapi tim kuat seperti Persebaya,” kata Joel Cornelli.
Persebaya berada di puncak klasemen Liga 1 2024-2025 dengan 27 poin.
Bajul Ijo pun meraih tiga kemenangan berturut-turut dengan menang 1-0 melawan PSIS, kemudian mengalahkan Persija 2-1 dan terakhir memenangi Derby Suramadu 2-1 melawan Madura United. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Persebaya Vs Arema FC, Memori Tragedi Kanjuruhan Jadi Motivasi Joel Cornelli pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Refleksi 2 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keadilan yang Masih Jadi Tanya untuk 135 Korban pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dua tahun pasca tragedi 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, keadilan masih jauh bagi keluarga korban.
Meski perhatian masyarakat terhadap tragedi ini mulai berkurang, namun perjuangan pihak yang kalah tidak boleh berhenti.
Komentator olahraga Anton Sanjoyo mengungkapkan kekecewaannya terhadap penanganan tragedi Kanjuruhan.
Menurutnya, tragedi ini belum menemukan solusi yang adil, apalagi karena belum adanya kemauan politik yang kuat untuk mengusut tragedi tersebut secara mendalam.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Dua Tahun Berlalu, Arema FC dan Aremania Gelar Tahlil untuk 135 Korban
Ia menduga sejak awal ada kecenderungan untuk melindungi PSSI daripada fokus pada hak-hak korban.
Anton Sanjoyo kepada Kompas.com, Selasa (24/09/2024) “Sejak Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 saat itu, PSSI sangat protektif agar tidak terkena sanksi.”
Ia mengatakan, sikap tersebut memberikan sinyal buruk tentang keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022, Sabtu kemarin (10/10/2022) usai laga pekan ke-13 Liga 1 2022-2023 2022-2023 antara Arema FC kontra Persebaya di Stadion Kepanjen, Kanjuruhan.
Kepanikan pun terjadi ketika aparat keamanan menembakkan gas air mata ke tribun penonton. Hal ini menyebabkan penonton berkumpul, mengakibatkan banyak kematian.
Banyak pihak menuding tindakan yang mereka anggap sebagai tindakan nekat yang dilakukan aparat keamanan dan manajemen.
Namun hingga saat ini penyelesaian tragedi Kanjur Khan masih belum memuaskan penonton.
Baca Juga: Petugas Keamanan FIFA untuk Suporter Tanpa Tiket di GBK: Ingat Kanjuruhan
Anton Sanjoyo mengklaim kasus yang seharusnya memakan korban 135 jiwa itu ditangani “sewenang-wenang” tanpa memperhatikan keadilan.
“Ini hukumannya, menurut saya tidak ada keadilan,” kata pria berkacamata itu.
Dua tahun telah berlalu, jawabnya pesimis. Namun, dia menegaskan tragedi ini tidak boleh dilupakan.
Artikel Refleksi 2 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keadilan yang Masih Jadi Tanya untuk 135 Korban pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Progres Renovasi Stadion Kanjuruhan, Masuki Tahap “Finishing” pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Vino Tegu Pramudia, Project Manager Renovasi Stadion Conjuruhan PT Wasquita Karia (Persero), menjelaskan, stadion baru yang mendapat sentuhan pembenahan ini telah memenuhi sertifikasi FIFA.
Rerumputan mengubah banyak aspek stadion, mulai dari tribun, pintu masuk, dan keluar Ada pula pembangunan Museum Tragedi Kanjuruhan
Baca Juga: Komitmen Arema FC Kepada Keluarga dan Suporter Korban Kecelakaan Kanjuruhan
Sekarang tinggal finishing, pasang rangka akhir, pasang penutup atap, cat tribun, dan pasang jok di tanah, kata Vino Tegu Pramudia.
Untuk tribun stadion, fitur ketinggian telah ditingkatkan Kursi juga telah ditambahkan
“Luas gerbangnya juga besar, dan ketinggian anak tangganya tidak terlalu curam.” Karena kita kasih posisi mendaratnya supaya huruf Z seperti turun, kata Vino Tegu Pramudia.
Kemajuan proses rehabilitasi ini menjadi angin segar bagi Arema FC yang berharap bisa kembali bermain di kandang sendiri
Seperti diketahui, klub bernama Singo Idan menjadi tim keliling pasca tragedi Conjuruhan dua tahun lalu sehingga harus bertahan di luar Malang.
Selama beberapa bulan setelah tragedi Conjurohan yang terjadi pada 1 Oktober 2022, kawasan tersebut tidak boleh digunakan untuk melindungi barang bukti.
Setelah itu, Stadion Kanjuruhan direnovasi. Arema FC pun mudik dan memanfaatkan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Sedangkan pada Ligue 1 2024-2025, Singo Idan akan menggunakan stadion tak jauh dari Kota Malang, Stadion Zelora Soprizadi di Kota Blitter, hingga Desember 2024.
Baca Juga: Tragedi Conjurohan Dua Tahun, Arema FC dan Armenia Minta Tanggung Jawab 135 Korban.
Untuk itu, General Manager Arema FC Yusurinal Fitriandi menyambut baik kabar renovasi Stadion Kanjuruhan yang memasuki tahap akhir.
“Ini adalah awal yang baik,” katanya. Kesempatan ini akan kami gunakan untuk menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia sudah berubah menjadi lebih baik, ujarnya.
Yusurinal Fitriandi mengatakan, saat Arema FC kembali ke Stadion Conjuruhan, kisah tragis kecelakaan dua tahun lalu yang memakan 135 korban jiwa dan ratusan luka-luka tidak boleh dilupakan.
Ketika Shingo Idan kembali ke Kanjuruhan dia ingin diterjemahkan sebagai penghormatan kepada korban.
Kami ingin menjadikan momen ini sebagai titik balik sepakbola Indonesia. “Kita semua harus belajar dari tragedi ini dan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi sepak bola,” kata pria yang akrab disapa Inal itu.
Manajemen Arema FC juga akan berkoordinasi dengan berbagai tim untuk meningkatkan tingkat keamanan dan kenyamanan suporter selama menyaksikan Singo Edan.
Kami mengajak semua pihak, termasuk keluarga korban, Armenia, pemerintah, federasi dan operator liga, untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang aman dan menyenangkan. Dengarkan berita terkini dan pilihan berita kami di ponsel Anda https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.
Artikel Progres Renovasi Stadion Kanjuruhan, Masuki Tahap “Finishing” pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Dua Tahun Tragedi Kanjuruhan, Arema FC dan Aremania Gelar Tahlil untuk 135 Korban pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Acara yang digelar pada 1 Oktober 2024 ini merupakan penghormatan terhadap 135 korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022.
Kegiatan doa bersama Arema FC rencananya juga akan dihadiri oleh perwakilan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI.
General Manager Arema FC Yusrinal Firiandi menjelaskan, acara ini selain mengenang para korban, juga bertujuan menjadi momentum kebangkitan sepak bola Indonesia.
Menurutnya, tragedi kelam ini patut dijadikan pembelajaran penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam sepak bola nasional.
“Kami ingin menjadikan momen ini sebagai titik balik sepakbola Indonesia. Kita semua harus belajar dari tragedi ini dan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan sepakbola yang lebih aman dan bermartabat,” kata pria yang akrab disapa Inal itu.
Baca juga: Klasemen Liga 1: PSIS dan PSS Kalah, Arema FC dan Malut Masuk 10 Besar
Selain tahlil dan doa bersama yang digelar Arema FC, acara “Munajat Akbar” Presidium Arema juga digelar bersama keluarga korban di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Selasa sore (1/10/2024).
Semoga acara ini dapat mempererat semangat persatuan dan solidaritas antar pecinta sepak bola tanah air.
“Kami berharap dengan kegiatan seperti ini semakin kuat semangat persatuan dan solidaritas seluruh pecinta sepak bola tanah air. Kita harus terus berjuang bersama untuk mewujudkan sepak bola Indonesia yang lebih baik,” kata Yusrinal Firiandi.
Sebagai klub yang terkena dampak langsung Tragedi Kanjuruhan, Arema FC menyatakan komitmennya untuk terus belajar dari kejadian pahit tersebut.
Yusrinal Firiandi mengatakan setiap elemen sepak bola, termasuk klub, mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga keselamatan dan keamanan penonton.
Baca Juga: Hasil PSIS Lawan Arema FC 1-2, Comeback Gila Hadapi 10 Lawan Singo
Berencana kembali beraksi di Stadion Kanjuruhan pada akhir tahun ini, Arema FC siap bersinergi dengan berbagai pihak dalam menerapkan standar keamanan yang lebih ketat.
“Kami mengajak semua pihak termasuk keluarga korban, Armenia, pemerintah, federasi, dan operator liga untuk bersatu dan berkomitmen menciptakan lingkungan sepak bola yang aman dan nyaman. Kerja sama yang erat menjadi kunci untuk menghindari tragedi serupa terulang kembali,” katanya. kata Inal.
Ia menegaskan kembalinya Arema FC ke Stadion Kanjuruhan akan menjadi kesuksesan baru bagi klub dan sepak bola Indonesia.
Momen ini akan melambangkan kemajuan sepakbola Indonesia.
Momentum ini akan kita manfaatkan untuk menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia telah berubah menjadi lebih baik, pungkas Yusrinal Fitriandi. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses Saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Dua Tahun Tragedi Kanjuruhan, Arema FC dan Aremania Gelar Tahlil untuk 135 Korban pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Komitmen Arema FC Terhadap Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan dan Suporter pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>KOMPAS.com – Kemarin Selasa (1/10/2024) merupakan peringatan dua tahun Lomba Kanjuruhan di Gerbang 13 Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Kehadiran pimpinan Arema FC di peringatan dua tahun tragedi tersebut menunjukkan komitmen klub dalam menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan korban dan suporter.
Mereka juga ingin kemalangan menjadi pelajaran berharga untuk masa depan yang lebih baik.
Direktur Utama Arema FC Munif Bagaskara Wakid mengatakan penting untuk membangun hubungan yang lebih baik antara klub, keluarga korban, dan suporter.
Ia berharap tragedi Kanjuruhan menjadi pembelajaran bagi semua pihak dan membuka jalan komunikasi yang lebih baik ke depannya.
Baca Juga: Dua Tahun Pasca Tragedi Kanjuruhan, Perwakilan PT LIB Audiensi dengan Keluarga Korban
Selain itu, manajemen Arema FC akan melibatkan keluarga korban bencana Kanjuruhan dalam program yang akan dikembangkan manajemen tim.
Munif Bagaskara Wahid: “Mungkin akan ada pengurus lain yang bisa kita diskusikan lebih lanjut.” Saya harap kita bisa membuat program bersama-sama,” ujarnya.
“Dengan begitu, klub tidak terbebani oleh suporter dan mengurus dirinya sendiri.”
“Yang terpenting adalah kita akan tetap berhubungan di masa depan.” Kami juga sudah membicarakan bagaimana kami akan saling berkomunikasi antar pimpinan masing-masing organisasi ke depan,” ujarnya.
Kami juga membuka pintu di kantor untuk menyambut mereka,” ujarnya.
Acara doa bersama untuk mengenang korban meninggal dalam kejadian tragis tersebut menjadi momen penting bagi Arema FC.
“Alhamdulillah saya bisa ikut. Acaranya nyaman, kami berdoa dengan khusyuk. Apalagi saat hujan, suasana nyaman dan santai. Insya Allah ini pertanda baik bahwa doa kami terkabul dan doa sampai kepada para korban dan mereka. keluarga. Beliau memberi kekuatan, Insya Allah korbannya Husnul Hatima, ujarnya.
Baca Juga: Peringatan 2 Tahun Bencana Hujan, Alam Semesta Menangis
Selain itu, Munif Bagaskara Wahid yang sempat berbincang dengan beberapa keluarga korban juga bersyukur tidak ada pengaduan.
“Alhamdulillah tidak ada keluhan sama sekali. Mereka hanya menginginkan komunikasi yang lebih baik, dan menurut saya itu adalah hal yang positif. “Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, jangan sampai tragedi seperti ini terulang kembali,” ujarnya. Dengarkan berita dan pembaruan terkini kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran perpesanan favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Komitmen Arema FC Terhadap Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan dan Suporter pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel NEWS INDONESIA Dua Tahun Tragedi Kanjuruhan, Perwakilan PT LIB Audiensi dengan Keluarga Korban pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Dua tahun pasca tragedi Kanjuruhan ada dua acara doa bersama yang pertama digelar pada Senin malam (30/9/2024) di Stadion Curva Sud Kanjuruhan.
Doa bersama juga digelar pada Selasa sore (1/10/2024) di Gerbang 13 Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Tragedi Kanjuruhan menjadi kisah memilukan dalam sejarah sepak bola Tanah Air yang terjadi pasca laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).
Baca Juga: HUT ke-2 Tragedi Gerimis Kanjuruhan, Semesta Menangis
Sebanyak 135 nyawa melayang akibat tragedi Kanjuruhan. Manajer Media dan Humas PT Liga Indonesia Baru (LIB), Hanif Marjuni kini berupaya mengatur audiensi dengan keluarga korban tragedi Kanjuruhan.
“Tadi saya komunikasi dengan Presidium Aremania Uta dan juga ada audiensi dengan keluarga korban. Kemudian pimpinan meminta saya datang dan berkomunikasi dengan teman-teman Aremania dan keluarga korban, ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya akan menjalin komunikasi lebih intens dengan Presidium Aremania Uta dan juga dengan keluarga korban.
Namun untuk detail komunikasi yang akan dilakukan LIB, ia mengaku masih menunggu arahan dari Direktur Jenderal LIB, Ferry Paulus.
“Prinsip dasarnya kalau kita jalin komunikasi lebih awal, komunikasinya lebih runtut ya? Lebih spesifiknya, apa yang akan terjadi di masa depan? Kita harus menunggu instruksi dari manajemen dulu, kata Hanif Marjuni.
Baca juga: Refleksi 2 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keadilan Masih Jadi Pertanyaan Bagi 135 Korban
Presidium Aremania Uta akan melengkapi upaya PT LIB yang menggelar audiensi dengan keluarga korban tragedi Kanjuruhan.
Intinya adalah komunikasi dan silaturahmi dengan keluarga korban, dan kita bekerja sama dengan Presidium Aremania. Jadi tidak secara langsung, kata Hanif Marjuni. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih yang Anda suka. saluran berita favorit untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel NEWS INDONESIA Dua Tahun Tragedi Kanjuruhan, Perwakilan PT LIB Audiensi dengan Keluarga Korban pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel GLOBAL NEWS Dua Tahun Tragedi Kanjuruhan, Kontras Nilai Negara Abai dalam Upaya Usut Tuntas pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Selasa 1 Oktober 2024 menandai dua tahun tragedi Kanjurohan, peristiwa kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Tragedi Kanjurohan terjadi pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjurohan usai laga Ligue 1 antara Arima FC kontra Persabaya. Sebanyak 135 suporter Arima FC tewas dalam tragedi tersebut.
Situasi semakin tidak terkendali setelah petugas keamanan menggunakan gas air mata untuk mencegah suporter memasuki stadion usai laga Arima FC kontra Persebaya yang berakhir dengan skor 2-3 untuk tim tamu.
Baca juga: Dua Tahun Setelah Tragedi Kanjerwani, Keadilan Masih Diragukan Bagi 135 Korban
Kepanikan menyebar ke seluruh tribun penonton saat banyak penonton bergegas keluar menuju Stadion Kanjurohan.
Tragedi mengerikan ini tidak lepas dari banyaknya faktor yang menyoroti betapa tidak profesionalnya penyelenggaraan sepak bola di Indonesia, demikian bunyi pernyataan Contras (Komisi Orang Hilang dan Kejahatan dengan Kekerasan) pada 1 Oktober 2024.
“Karena infrastruktur yang sebenarnya kurang/layak untuk menyelenggarakan kompetisi besar, manajemen kompetisi kurang siap dan pengawasan terhadap peserta juga ketat, yang pada akhirnya menyebabkan kapasitas di dalam stadion kelebihan beban.”
“Dan faktor yang membuat banyak orang khawatir adalah mekanisme keselamatan yang tidak proporsional dan penerapannya yang buruk, yang justru membuat situasi semakin tidak menguntungkan.”
Baca juga: Dua Tahun Pasca Tragedi Kanjurohan, Arima FC dan Armenia Gelar Pemakaman 135 Korban
Contras yakin, bahkan setelah dua tahun tragedi Kanjurwan terjadi, negara belum mampu menyelidiki sepenuhnya insiden memilukan tersebut.
“Kurangnya keseriusan dan keengganan mengusut tuntas membuat negara gagal memberikan rasa keadilan kepada korban,” tulis Kontras.
“Belum ada kemajuan signifikan yang dicapai dalam memberikan rasa keadilan kepada para korban. Meskipun Presiden Joko Widodo telah berjanji bahwa insiden ini akan diselidiki secara transparan dan mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut akan dihukum setimpal.”
Tampaknya pernyataan ini hanya sekedar formalitas untuk mengakhiri kesedihan keluarga, tanpa ada kewajiban untuk memenuhi janji tersebut.
Contras menilai upaya melakukan investigasi menyeluruh terhadap tragedi Kanjurohan terhambat oleh penolakan polisi atas laporan korban, serta upaya menghilangkan bukti melalui rekonstruksi stadion tragedi Kanjurohan.
Selain membantah laporan tersebut, Kontra juga menyoroti penghapusan laporan hubungan Model B dengan Devi Athik Yolfatri dan Rizal Pritama Putra.
Polisi menilai pasca eksekusi kasus tersebut, pasal yang dilaporkan terkait tindak pidana pembunuhan dan pembunuhan tingkat satu tidak dipenuhi.
Baca juga: Petugas Keamanan FIFA di GBK tentang Suporter Tanpa Tiket: Ingat Kanjurohan
Artikel GLOBAL NEWS Dua Tahun Tragedi Kanjuruhan, Kontras Nilai Negara Abai dalam Upaya Usut Tuntas pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>