Artikel Kemlu: 83 WNI Masih Tinggal di Lebanon meski Siaga Satu pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Hal itu disampaikan Judha saat menjelaskan perkembangan penanganan WNI di Lebanon yang masih menjadi zona konflik, saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Senin (12/2/2024).
“Sampai saat ini sudah dilakukan 7 gelombang evakuasi dari wilayah Lebanon. Total WNI yang masih berada di sini sebanyak 89 orang,” kata Judha, Senin, di Gedung DPR Indonesia.
Baca juga: Israel Serang Hizbullah di Perbatasan Suriah-Lebanon di Tengah Gencatan Senjata
Menurut Judha, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut saat ini menetapkan status siaga 1 untuk Lebanon.
Namun WNI tersebut memutuskan untuk tinggal di Lebanon atas kemauannya sendiri.
“83 WNI di Lebanon, atas pilihannya, tetap tinggal di sana,” kata Judha.
Israel telah melakukan serangan terhadap situs militer di Iran sebagai tanggapan atas serangan rudal Iran terhadap Israel sejak Oktober 2024. Ini adalah bentrokan terbaru dalam konflik yang berkembang antara kedua negara yang mempunyai senjata lengkap.
Menurut Reuters, beberapa jam setelah serangan itu, tentara Israel mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan itu dan mencapai tujuannya, sambil memperingatkan Iran untuk tidak menanggapinya.
Baca juga: Hizbullah Klaim ‘Kemenangan Ilahi’ Melawan Israel dan Janji Gencatan Senjata dengan Tentara Lebanon
Pada saat yang sama, kantor berita semi-resmi Iran mengatakan Iran akan merespons tindakan Israel secara proporsional.
Media Iran melaporkan beberapa ledakan selama beberapa jam di ibu kota dan pangkalan militer di dekatnya, yang dimulai tak lama setelah pukul 02:00 (22:30 GMT pada hari Jumat, 25 Oktober 2024).
Sebelum fajar, siaran publik Israel mengonfirmasi bahwa tiga gelombang serangan telah dilakukan dan operasi telah selesai.
Iran juga mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil menangkis serangan Israel terhadap sasaran militer di provinsi Teheran, Khuzestan dan Ilam, dengan kerusakan terbatas di beberapa daerah. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Kemlu: 83 WNI Masih Tinggal di Lebanon meski Siaga Satu pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel GLOBAL NEWS Cerita WNI Dievakuasi dari Lebanon, Trauma Dengar Suara Bom pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Biasanya dari jam 12 malam sampai pagi, kalau dengar bom, saya tidak bisa tidur,” kata Rina Mardiani tentang jurnalis Halbert Caniago, dilansir BBC News. Indonesia, Selasa (15 Oktober 2024).
Seorang perempuan berusia 33 tahun asal Sumatera Barat beserta kedua putranya Muhammad Muhalhal (6) dan Ahmad Muhalhal (4) mendarat di Bandara Internasional Minangkabau pada pukul 08.05 WIB pada Selasa (15 Oktober 2024).
Baca Juga: Setahun Perang di Gaza, Kisah WNI yang Jadi Relawan Dokter MER-C
“Suami saya masih di Lebanon,” katanya. “Hanya saya dan anak-anak yang kembali ke Indonesia.”
Setelah menempuh perjalanan jauh dari Lebanon menuju Indonesia, Lina kembali menginjakkan kaki di tanah Minangkabau setelah dievakuasi pemerintah Indonesia pada awal Oktober 2024. “Evakuasi menurut negara”
Rina menuturkan, dirinya, kedua anaknya, dan sejumlah WNI lainnya dievakuasi melalui jalur darat ke tiga negara.
“Dari Lebanon ke Suriah dengan bus dan ke Yordania dengan bus. Dari Yordania ke Jakarta dengan pesawat,” jelas Rina.
Selama perjalanan, Lina selalu mengkhawatirkan suaminya, Mustafa Muhalhal, 45, yang memilih tinggal di Lebanon bersama keluarganya.
“Dia dari sana.” kata Rina.
Hingga saat ini, Lina terus berkomunikasi dengan suaminya, namun situasi yang semakin memanas antara Israel dan Hizbullah membuatnya khawatir dengan nasib suaminya.
“Seminggu lalu, kawasan Golan dekat rumah saya juga dibom,” ujarnya. Trauma mendengar ledakan itu
Sebelum mereka dievakuasi dan dikembalikan ke Indonesia, Rina mengatakan, situasi di wilayah tempat mereka tinggal tidak seberbahaya wilayah lain di Beirut dan Lebanon Selatan.
Namun ketika serangan udara Israel di Lebanon selatan semakin intensif sejak awal Oktober, Lina mengaku kerap dikejutkan oleh suara ledakan bom.
“Saya trauma ketika mendengar bom itu. Kalau mendengar suara bom, biasanya saya tidak bisa tidur dari jam 12 sampai pagi.
Pengeboman tersebut merupakan trauma yang dialami Lina dan kedua anaknya.
Artikel GLOBAL NEWS Cerita WNI Dievakuasi dari Lebanon, Trauma Dengar Suara Bom pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>