Artikel Kiper Jepang Zion Suzuki Dilirik Bayern, Diproyeksikan Jadi Penerus Neuer pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Suzuki pindah ke Liga Italia musim panas lalu untuk membela Parma. Ia direkrut Parma dari klub Liga Belgia Sint-Truden.
Permainan kiper berusia 22 tahun tersebut sejauh ini cukup memuaskan.
Suzuki sukses menjadi pilihan utama gawang Parma.
Dia memulai 18 pertandingan Serie A, bermain 1605 menit.
Baca juga: Hasil Venesia – Parma. Dengan waktu tersisa 5 menit, tim asuhan Jay Idze terpuruk
Pemain ini telah mencetak 29 gol dalam 16 pertandingan bersama timnas Jepang.
Suzuki telah mencatatkan tiga clean sheet di kejuaraan Italia musim ini.
Namun statistik tersebut bisa dimaklumi mengingat bek Parma itu bukanlah yang terkuat di kejuaraan Italia.
Di tangan pelatih Fabio Peccia, Parma juga bermain ofensif sehingga pertahanan tim kerap kecolongan dari musuh.
Tak heran jika Zion Suzuki cukup sibuk mengawal gawang tim berjuluk I Crociati tersebut.
Baca juga: Inter – Parma 3:1. Kiper asal Jepang itu melewatkan gol aneh Dimarco.
Dia rata-rata melakukan 3,2 tekel per game.
Di antara kiper Serie A yang menjadi pilihan utama di timnya, statistik Suzuki terbilang cukup impresif.
Rata-rata penyelamatannya berada di urutan kedua setelah Filip Stankovic (Venice/3.8), Vanja Milinkovic-Savic (Torino/3.4) dan Vladimir Falcone (Lecce/3.3).
Suzuki yang membantu Jepang mengalahkan Indonesia 4-0 pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 15 November lalu disebut-sebut menjadi incaran beberapa klub papan atas Eropa.
Salah satu klub yang berminat dengan Suzuki adalah raksasa Liga Jerman Bayern Munich.
Artikel Kiper Jepang Zion Suzuki Dilirik Bayern, Diproyeksikan Jadi Penerus Neuer pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Hasil Inter Vs Parma 3-1: Kiper Jepang Kebobolan Gol “Aneh” Dimarco pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Sebanyak empat gol tercipta pada laga pekan ke-15 Liga Italia 2024-2025 antara Inter dan Parma di Stadio Giuseppe Meazza, Jumat (6/12/2024) atau Sabtu (7/12/2024) dini hari WIB.
Seluruh gol yang dicetak pada laga ini dibukukan oleh pemain tuan rumah Inter asal Milan.
Inter asuhan Simone Inzaghi mengamankan kemenangan 3-1 berkat gol Federico Dimarco (40′), Nicola Barello (53′) dan Markus Thuram (66′).
Sebaliknya, Parma hanya berhasil memperkecil skor karena bek Inter Matteo Darmian melakukan gol bunuh diri pada menit ke-81.
Baca Juga: Inter Juara Gran Gala del Calcio 2024, Lautaro Pemain Terbaik Italia
Jalan Inter meraih kemenangan atas Parma dibuka oleh gol “aneh” yang dilakukan bek kiri Federik Dimarco.
Tekel yang dilakukan bek asal Italia itu terbilang janggal karena dilakukan dengan ayunan kaki kanan.
Hingga saat ini, Dimarko dikenal dengan kekuatan tendangan kaki kirinya. Mengutip data Sky Sport Italia, dari total 19 gol Dimarco di Serie A, hanya tiga yang dicetak menggunakan kaki kanannya.
Gawang Parma yang dijaga kiper asal Jepang, Tsion Suzuki, terguncang setelah Dimarco memanfaatkan umpan bagus Henrikh Mkhitaryan.
Dimarco melepaskan tembakan kaki kanan ke arah tiang jauh gawang Parma. Bek tengah yang pernah bermain untuk FC Sion itu langsung menyundul bola ke sudut kanan gawang Suzuki.
Inter memimpin 1-0 hingga akhir babak pertama. Selepas jeda, juara bertahan Liga Italia itu berhasil membangun keunggulan.
Baca Juga: Edoardo Bove Pingsan, Toldo Soroti Persatuan Pemain Fiorentina dan Inter
Sebuah assist hebat dari Mkhitaryan menjadi penentu gol Nicola Barella. Umpan panjang pemain Armenia dari tengah lapangan membuat Barela berada dalam posisi ideal untuk melepaskan tembakan.
Barella lalu dengan tenang menyarangkan bola dari sisi kanan gawang Parma. Hasilnya 2-0 untuk keunggulan Inter.
Il Nerazzurri (Hitam Biru) semakin tak terkejar ketika Markus Thuram (66′) alias si Tikus berhasil meneruskan sepak pojok Jan Aurel Bisek.
Parma yang mengancam Inter di babak pertama melalui tembakan Matteo Cancellieri baru bisa mencetak gol pada menit ke-80 pertandingan.
Artikel Hasil Inter Vs Parma 3-1: Kiper Jepang Kebobolan Gol “Aneh” Dimarco pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Timnas Indonesia Vs Jepang: Lemparan Arhan Jadi Ancaman Kiper Parma pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Laga Timnas Indonesia vs Jepang Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Tengah di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (15/11/2024) pukul 19.00 WIB.
Pertemuan dengan timnas Indonesia membawa kembali kenangan bagi Zion Suzuki untuk Piala Asia 2023 di Qatar pada Januari 2024.
Saat itu, timnas Jepang yang dimainkan oleh Jian Suzuki berhasil mengalahkan Indonesia. Namun pada menit 90+1, tendangan Sandy Walsh meleset dari sasaran Jeon Suzuki.
Baca Juga: Indonesia vs Jepang: Saat Sandy Walsh Kenang Lemparan Elkann dan Arhan
Gol Sandy Walsh diawali dengan lemparan jauh ke dalam Arhan yang pertama. Sandy Walsh sukses melakukan tekel terhadap bola liar hasil sapuan tak tuntas Takumi Minamino atas lemparan Arhan.
Timnas Jepang mengakhiri laga dengan kemenangan 3-1 atas Indonesia pada laga terakhir Grup D Piala Asia 2023.
Kemiripannya dengan Januari adalah mereka punya pemain yang lebih banyak melempar, kata Jeon Suzuki seperti dikutip media Jepang Gekisaka.
Dibandingkan Januari lalu, Timnas Indonesia sudah banyak berubah dengan kedatangan beberapa pemain anyar seperti Maarten Paes, Jay Idges, Ragnar Oratmangoen, dan yang terbaru Kevin Dix.
Meski demikian, menurut Jeon Suzuki, nama Arhan masih menempati urutan pertama dalam daftar timnas Indonesia besutan Shin Tae-yong.
Baca Juga: Timnas Indonesia Vs Jepang, Alasan Suporter Berperan Besar di GBK
Prathama Arhan kerap mengandalkan Shin Tae-yong untuk melakukan lemparan jauh, skema yang menginspirasi gol tunggal Thom Hae untuk timnas Indonesia saat mereka kalah 1-2 di markas China pada Oktober lalu.
Bagi seorang kiper, mempertahankan bola mati adalah kuncinya. Demikian penjelasan Zeon Suzuki.
Menurut saya, lemparan-lemparan yang lebih berbahaya bukan dari situasi pertama, melainkan dari bola kedua yang menciptakan peluang bagi lawan, kata kiper yang bermain 11 kali bersama Parma di Serie A 2024-2025 musim ini.
“Penting untuk menentukan posisi awal yang tepat dan memutuskan apakah saya harus meraih bola atau tidak,” kata Gian Suzuki Simak beritanya langsung di ponsel Anda, Berita Pilih saluran WhatsApp Kompas.com: https://www . com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.
Artikel Timnas Indonesia Vs Jepang: Lemparan Arhan Jadi Ancaman Kiper Parma pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Artikel Hasil Venezia Vs Parma: Bobol Kiper Jepang dalam 5 Menit, Tim Jay Idzes Tumbang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>Gol cepat tersebut terjadi pada laga pekan ke-12 Serie A 2024-2025 Serie A 2024-25 2024-25 antara Venezia kontra Parma di Stadio Pier Luigi Penzo (11 September 2024).
Bek Timnas Indonesia Jay Izjes menjadi starter sebagai starter pada laga melawan Parma. Dia bekerja dengan Antonio Candela dan Michael Swoboda untuk membangun Venesia.
Tuan rumah Venesia berhasil membuka keunggulan melalui gol pemain “Juventus” Nick Nicolosi Caviglia (menit ke-5).
Namun tim tandang Parma berhasil bangkit berkat pertahanan kiper Jepang Shion Suzuki.
Parma mengamankan tiga poin setelah sukses menavigasi ombak berkat gol Emanuele Valeri (17′) dan Ange-Joan Boni (68′).
Kekalahan tersebut tentu tidak membantu upaya Venesia untuk lepas dari zona degradasi. Tim berjuluk Il Lagunari itu kini berada di zona merah karena hanya mengumpulkan 8 poin dari 12 pertandingan.
Baca Juga: Indonesia Vs Jepang, STY Puji Penampilan Rizki Ridho-Jay Idze
Memang benar, tuan rumah mengawali pertandingan dengan baik. Venezia berhasil menjegal kiper Parma asal Jepang, Sion Suzuki, pada menit kelima.
Umpan silang kaki kiri Hans Nicolussi Caviglia membawa Venesia unggul cepat.
Pergerakan pribadi apik Gaetano Oristanio di sisi kanan serangan Venesia menempatkannya di depan gawang.
Oristanio, pemain yang berlatih di akademi Inter Milan, berlari sendirian dan menghindari banyak staf Parma.
Ia menyelesaikan pergerakannya dengan umpan silang ke arah kotak penalti. Servis Oristanio ditangani oleh Nicollussi Caviglia dari dada.
Baca Juga: Inter vs Venesia: Jay Idzes membatasi Thuram, memuji gerakan agresifnya
Nicolosi Caviglia menuntaskan serangan dengan tembakan diagonal yang tak mampu dijangkau Sion Suzuki.
Parma kemudian membalasnya dengan clean sheet yang seimbang pada menit ke-17 babak pertama. Tembakan kaki kiri Emanuele Valeri dari luar kotak penalti.
Tendangan Valeri mengarah ke sudut kanan bawah gawang Venesia, berhasil diselamatkan oleh Filip Stankovic, yang tak lain diselamatkan oleh putra Lazio sekaligus legenda Inter, Dejan Stankovic.
Artikel Hasil Venezia Vs Parma: Bobol Kiper Jepang dalam 5 Menit, Tim Jay Idzes Tumbang pertama kali tampil pada SP NEWS GLOBAL INDONESIA.
]]>