Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Takut Berlebihan pada Virus HMPV Cerminkan Dampak Pandemi - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Takut Berlebihan pada Virus HMPV Cerminkan Dampak Pandemi

 

Read More : Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut, Sangat Menular, Ini Cara Mencegahnya

KOMPAS.com – Mewabahnya penyakit metapneumovirus (HMV) di China telah menimbulkan kekhawatiran dunia dan menjadi perbincangan berbagai media.

Namun pakar kesehatan memperingatkan bahwa MPV adalah bagian dari lonjakan virus flu musiman dan tidak ada alasan untuk khawatir.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mengimbau masyarakat tidak panik karena virus HMPV bukanlah virus baru.

Budi mengatakan HMPV berbeda dengan virus Covid-19. Virus Covid-19 pertama kali ditemukan merupakan virus jenis baru, sedangkan HMPV merupakan virus lama yang sifatnya mirip flu.

Sistem kekebalan tubuh manusia sudah lama mengenal virus HMPV, sehingga dapat merespons penyakit ini dengan baik.

Sejak Desember 2024, Tiongkok melaporkan peningkatan infeksi saluran pernafasan, termasuk HMPV, yang telah menjadi masalah global.

Baca juga: Menkes: HMPV Sudah Ada di Indonesia, Tapi Masyarakat Jangan Panik

Video di media sosial yang menunjukkan rumah sakit yang penuh sesak telah memicu spekulasi akan adanya wabah global lainnya.

Namun, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning, penyakit pernapasan di Tiongkok tampaknya lebih buruk dan jarang terjadi pada musim ini dibandingkan tahun lalu.

Pakar dan pejabat kesehatan di Amerika Serikat juga memberikan penilaian serupa, dengan mengatakan bahwa situasi di Tiongkok tampaknya bukan situasi yang unik. Mengapa para ahli tidak peduli?

Read More : Pakar: Infeksi HMPV Merupakan Penyakit Musiman dengan Tingkat Kematian Rendah

Topik perbincangan seputar HMPV di media menunjukkan bagaimana persepsi risiko penyakit menular berubah pasca Covid-19, terutama ketika foto orang sakit di Tiongkok tersebar di media sosial.

Bakteri yang dulunya terkenal di kalangan ahli penyakit menular, namun belum diketahui masyarakat umum, kini menarik banyak perhatian. Banyak media juga menanggapinya secara kritis.

Baca juga: Mengenal Virus Flu dan Kemampuannya Menyebabkan Wabah

Seorang pakar penyakit menular di Johns Hopkins Center for Health Security, Dr. Amesh Adalja mengatakan kepanikan yang terjadi setiap kali muncul penyakit baru terjadi setelah Covid-19.

“Setelah pandemi Covid-19, ada kecenderungan untuk menganggap semua penyakit menular sebagai keadaan darurat, padahal sebenarnya tidak,” ujarnya, seperti dikutip Washington Post.

Baca juga: Penyakit Menular yang Mungkin Menjadi Masalah Besar di Tahun 2025

Kekhawatiran terhadap HMPV mengingatkan kita pada kepanikan musim dingin lalu atas kasus pneumonia pada anak-anak di China yang disebabkan oleh virus Mycoplasma pneumoniae yang telah menyebar ke berbagai negara. Kepanikan menambah seruan larangan perjalanan.

Kevin Griffis, juru bicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), mengatakan lembaga tersebut terus memantau wabah di Tiongkok tetapi tidak menganggapnya sebagai hal baru. Banyak pasien dirawat karena infeksi influenza A.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *