Live score

sekolah ternak

Slot Gacor

slot777

toto slot

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

NEWS INDONESIA Tanggapi Adanya Kekerasan di Pesantren, Wapres Ma'ruf: Dia Bukan Santri - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

NEWS INDONESIA Tanggapi Adanya Kekerasan di Pesantren, Wapres Ma’ruf: Dia Bukan Santri

BOGOR, KOMPAS.com – Wakil Presiden Indonesia (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan sekolah Islam (Ponpes) merupakan lembaga pendidikan yang berperan mendidik anak berperilaku baik.

Read More : Mensos Gus Ipul: Anggaran KND Dipangkas Jadi Rp 3 Miliar

Hal itu diungkapkan Wapres saat menjawab pertanyaan wartawan soal banyaknya kasus kekerasan yang terjadi di pesantren, saat Ma’ruf ikut dalam aksi KLB di Pondok Pesantren Darul Amin di Rawa Gede, Kabupaten Bogor, Barat. Jawa. , Minggu (13/10/2024).

Ma’ruf mengatakan jika ada anak yang mengalami kasus kekerasan di pesantren, berbeda dengan nilai pembelajaran di pesantren.

“Bukan santri, tidak ada yang namanya santri, maksudnya kepraktisan,” kata Wapres.

Baca juga: Cegah Kekerasan di Pesantren, Wapres Minta Pengawasan Diperkuat

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MU) ini menilai, perlu adanya pengawasan ketat di seluruh pesantren untuk mencegah kekerasan.

Padahal, kata Ma’ruf, kekerasan tidak boleh terjadi di lembaga pendidikan yang fokus pada penciptaan kebudayaan.

Read More : Prabowo Setuju Beri Pengampunan untuk Puluhan Ribu Napi

Namun Wakil Presiden memerintahkan pembentukan Dewan Wali untuk mengawasi lingkungan pendidikan Islam.

Orang kedua di Indonesia berpendapat bahwa Majelis Kiai dapat menyelenggarakan pengelolaan pendidikan di pesantren berdasarkan standar teknis.

Baca Juga: Wapres Dorong Pelestarian Ekosistem Kopi Robusta di Gunung Pakuan

“Kami meminta semacam Dewan Keamanan untuk menyelidikinya,” kata Ma’ruf Amin. Dengarkan berita terkini dan pilihan berita kami langsung di ponsel Anda. Pilih story favorit Anda untuk mendapatkan Channel WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *