Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Timnas Indonesia Butuh Jendral Lapangan Tengah di Piala AFF 2024 - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Bola

Timnas Indonesia Butuh Jendral Lapangan Tengah di Piala AFF 2024

KOMPAS.com – Timnas Indonesia lupa cara finis saat ditahan Laos di babak kedua Grup B Piala AFF 2024.

Read More : Barcelona Cari Suksesor Lewandowski, Penyerang Newcastle Jadi Opsi

Tim memainkan permainan dengan sistem menyerang secara keseluruhan, namun tidak diimbangi dengan pertahanan yang baik, pertandingan berakhir dengan skor 3-3.

Penilaian ini dilakukan oleh pengamat sepak bola Gita Suwondo.

Meski mengapresiasi tekad pelatih Shin Tae-yong yang menyusun strategi bertahan, namun strategi tersebut memiliki kelemahan besar.

Makanya Raihan Hanan dipasangkan dengan Arkhan Fikri. Lalu Doni Tri pindah ke kiri, Pratama Arhan ke kanan. Kakang Rudianto juga bek yang terserang. kata Kompas.com.

Baca Juga: Jadwal Vietnam Vs Indonesia di Piala AFF 2024, Peluang Garuda Dongkrak Status FIFA

Namun dalam komposisi ini, tidak ada pemain yang mendominasi lini tengah. Jenderal tengah mampu menyesuaikan diri saat Indonesia menyerang dan bertahan.

Menurutnya, Raihan Hanan dan Arkhan Fikri kerap terlambat turun karena terlalu berlebihan dalam membela lawan.

Situasi ini menciptakan ruang kosong di tengah yang dimanfaatkan Laos dengan hati-hati.

Situasi tersebut cocok untuk Laos yang terkenal ahli dalam menyerang.

Read More : Prediksi Starting Port FC Vs Persib, Tanpa Dimas Drajad, DDS Tidak Fit

“Kalau pakai 3-4-3 seperti itu, tidak akan ada satu pun pemain yang bisa bertahan ya, kemampuan Raihan dan Arkhan Fikri ada untuk menyerang, jadi kita di tengah lubang. Kata Gita Suwondo” Alasan mengapa Laos mencetak dua gol adalah karena cara dia memanfaatkan kelemahannya di lini tengah kami.”

Baca Juga: Kapten Laos berharap bisa melaju ke semifinal setelah menahan Indonesia

Selain itu, Doni Tri Pamungkas dkk menguasai 67% bola, namun kerap melakukan kesalahan yang membuat Laos bisa mencuri keunggulan.

Selama pertandingan, Laos mendapat dua tendangan bebas, dan keduanya menjadi gol. Setiap gol yang tercipta dimulai dari game plan dan kombinasi.

Berbeda dengan Indonesia, meski punya tembakan lebih baik, ketiga gol yang dicetak seluruhnya bermula dari tendangan bebas.

Defisit tersebut juga diperkuat dengan buruknya konsentrasi pemain di lini belakang.

Menurut Gita Suwondo, gol ketiga yang dicetak Laos tidak akan terjadi jika para pemainnya disiplin dan konsentrasi mengantisipasi level lawan.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *