Jakarta, Compass.com – Menteri Luar Negeri (Menteri Luar Negeri) mengatakan Indonesia berkomitmen penuh untuk menanggapi krisis iklim global. Tujuan emisi karbon nol termasuk.
Menurut sikap iklim Indonesia terhadap krisis global, Sugger mengatakan ini.
“Presiden Prarovo menegaskan bahwa Indonesia memiliki komitmen penuh untuk krisis iklim global dan mencoba melakukan nol emisi karbon,” kata Sujio pada hari Jumat (10/10/2012).
Salah satu upaya yang telah dicapai Indonesia adalah pengembangan pasar karbon.
BACA JUGA: Terima kasih kepada Duta Besar Saya, Sugio Asing Menteri
“Indonesia juga telah diselesaikan (dalam perjalanan) tujuan pencapaian pembangunan berkelanjutan (SDG), termasuk masalah lingkungan dan transisi karir energi.”
Berbicara tentang masalah iklim mengatakan Indonesia mengasumsikan bahwa tanggung jawab perubahan negara tidak dapat dikalahkan di antara negara -negara maju dan negara -negara berkembang.
“Kami mengembangkan negara -negara berkembang dan memberdayakan negara -negara berkembang dalam masalah ini,” kata Sujio.
Dibandingkan dengan negara -negara maju, batas -batas negara berkembang secara ekonomi menangani masalah potensi dan iklim mereka.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami konsep tanggung jawab bersama, yang berarti bahwa semua negara memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengatasi masalah iklim global.
Namun, negara memiliki kemampuan dan tanggung jawab yang berbeda untuk mengatasi masalah global ini.
Baca juga: Menteri Luar Negeri Damai Dikirim ke Peace Militer 5. Negara -negara mengirim mereka ke ponsel Anda dan pilihan kami dalam berita. Pilih saluran saluran dasar utama Anda dengan compas.com saluran whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029vppbedbbedbpzjzrk13h3h3d. Pastikan Anda menginstal aplikasi WhatsApp.