Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Usai Rezimnya Jatuh, Bashar Al Assad Keluarkan Pernyataan Pertamanya - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Usai Rezimnya Jatuh, Bashar Al Assad Keluarkan Pernyataan Pertamanya

DAMASCUS, Kompas.com – Mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad membuat pernyataan pertamanya sejak pemberontak menggulingkan rezimnya di Suriah.

Read More : Dana Kompensasi Apartheid Rp 1,8 Triliun Tak Jelas Kegunaannya

Dalam postingannya di media sosial, ia mengklaim bahwa Rusia berencana melawan pasukan pemberontak sebelum menggulingkan Assad.

Ini adalah komentar publik pertamanya di saluran Telegram Presiden Suriah sejak jatuhnya rezimnya lebih dari seminggu yang lalu.

Baca juga: PBB mendesak para pemimpin HTS membuat transisi politik di Suriah kredibel dan komprehensif

Pernyataan itu menyebutkan dia meninggalkan Damaskus menuju Rusia pada 8 Desember 2024, atau sehari setelah jatuhnya kota tersebut.

“Selama kejadian ini, saya tidak berpikir untuk mengundurkan diri atau mencari perlindungan,” ujarnya, seperti dikutip Sky News, Senin (16/12/2024).

“Yang bisa saya lakukan hanyalah melanjutkan perjuangan melawan serangan teroris,” kata Assad ketika dia meninggalkan ibu kota Suriah setelah serangan kilat oleh pasukan anti-rezim di seluruh negeri yang secara tiba-tiba mengakhiri kekuasaannya selama 24 tahun.

Dia mengaku berada di Damaskus untuk bertugas sampai pasukan pemberontak jatuh di ibu kota dan kemudian dibawa oleh militer Rusia ke pangkalan Moskow di provinsi pesisir Latakia.

Assad juga mengklaim bahwa dia berencana untuk melanjutkan perang melawan pemberontak di Suriah.

Namun setelah pasukannya dihancurkan sepenuhnya oleh serbuan pemberontak, pesawat tak berawak menyerang bandara tempat dia menginap.

Baca juga: Israel Tembakkan 61 Rudal ke Suriah, HTS Tak Tertarik dengan Konflik

“Karena tidak ada kemungkinan jalan keluar dari pangkalan itu, Moskow telah meminta komando pangkalan untuk mengatur evakuasi darurat ke Rusia pada Minggu malam, 8 Desember,” tambahnya.

Keberadaannya, bersama istrinya Asma dan ketiga anak mereka, awalnya tidak diketahui sampai Rusia mengatakan dia telah meninggalkan Suriah setelah melakukan pembicaraan dengan kelompok pemberontak.

Read More : Komunikasi Publik Prabowo dan Diskursus Masyarakat Digital

Assad juga mengklaim bahwa dia tidak mencari posisi apa pun untuk keuntungan pribadi, melainkan melihat dirinya sebagai penjaga proyek nasional yang didukung oleh keyakinan rakyat Suriah.

Sementara itu, pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang menggulingkan Assad dari kekuasaan dan mengakhiri kekuasaan keluarganya selama lebih dari 50 tahun, berjanji akan memberikan keadilan bagi Assad dan kerabatnya.

Assad, saudaranya Maher dan dua jenderal militer juga dicari di Perancis, di mana pihak berwenang mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional tahun lalu.

Yaitu, atas dugaan keterlibatannya dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk serangan kimia tahun 2013 di pinggiran kota Damaskus yang dikuasai pemberontak.

Menurut perkiraan PBB, lebih dari 300.000 warga sipil tewas dalam perang saudara yang dimulai di Suriah dari tahun 2011 hingga akhir Maret 2021.

Pada tahun 2021, para peneliti memperkirakan 250.000 kombatan lainnya telah tewas dalam 10 tahun pertama konflik.

Baca juga: Seorang Guru dan Siswa Tewas dalam Penembakan di Sekolah, Gadisnya Bunuh Diri

Menurut kelompok hak asasi manusia, pemerintahan Assad telah melembagakan penyiksaan.

Sementara itu, kompleks penjara Sednaya milik Assad disebut sebagai “rumah jagal” di mana para penjaga melakukan hukuman gantung dan eksekusi massal, menurut Amnesty International 2017 dan berita langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *