Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

WhatsApp Digratiskan dan Tanpa Iklan, Uangnya dari Mana? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Tekno

WhatsApp Digratiskan dan Tanpa Iklan, Uangnya dari Mana?

KOMPAS.com – Beberapa pengembang aplikasi atau perusahaan teknologi yang membuat aplikasi kerap mendapatkan uang dengan memasang iklan di aplikasinya. Cara ini sering digunakan untuk alat gratis.

Read More : Video di YouTube Shorts Kini Bisa sampai 3 Menit, Mirip TikTok

Untuk aplikasi berbayar, pengembang sering kali menawarkan layanan berlangganan untuk membuka berbagai fitur premium di aplikasi. 

Namun, aplikasi chat populer di Meta Platform yaitu WhatsApp tidak menggunakan kedua metode ini.

WhatsApp sejak dibeli oleh Facebook Inc. (sebelum berganti nama menjadi Meta), tidak termasuk iklan atau layanan berbayar.

Baca Juga: Pendiri WhatsApp: Lamaran Pekerjaan Saya Ditolak Facebook

Lalu bagaimana Meta mendapatkan uang dan keuntungan dari WhatsApp?

Dalam laporan yang dimuat kantor berita BBC, Vice President Business Messaging Meta Nikila Srinivasan mengatakan WhatsApp masih menghasilkan uang, namun bukan dari konsumen melainkan dari pelanggan bisnis (perusahaan). 

Saat ini, pelanggan bisnis membayar mahal untuk mengakses beberapa fitur yang tersedia di WhatsApp Business.

Hal ini tentunya untuk bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan dari WhatsApp dan menjaga komunikasi yang lebih baik antara pelanggan dan perusahaan. 

Visi kami adalah ketika konsumen dan pelaku bisnis bisa berkomunikasi dengan baik dan semuanya dilakukan dengan baik di WhatsApp, maka kedua belah pihak akan merasa puas, kata Nikila, dikutip BBC KompasTekno, Selasa (29/10/2024).

Read More : Apple Rilis Invites, Aplikasi Undangan yang Terintegrasi dengan Apple Intelligence

Nikila mencontohkan perusahaan India yang menawarkan layanan pemesanan atau pengambilan tiket angkutan langsung melalui WhatsApp. 

Perusahaan telah membayar sejumlah uang kepada WhatsApp untuk menyediakan layanan dan fitur membeli tiket tanpa keluar dari aplikasi WhatsApp. 

Hal ini sebenarnya memungkinkan pengguna untuk membeli tiket transportasi, misalnya kereta api, dan juga memungkinkan perusahaan untuk mengangkut penumpang dari dalam aplikasi WhatsApp.

“Dengan simulasi seperti ini, kita bisa melakukan interaksi berbeda di halaman chat bisnis tanpa keluar dari aplikasi WhatsApp. Jika pengguna ingin kembali mengobrol dengan kerabatnya, mereka bisa langsung beralih ke halaman chat lain dengan mudah,” jelas Nikila.

Pelanggan bisnis yang ingin mengetahui lebih jauh berbagai fitur WhatsApp Business lainnya dapat mengunjungi tautan berikut. Anda dapat melihat harga yang ditawarkan WhatsApp untuk masing-masing layanan lainnya tersebut pada tautan berikut. 

Baca Juga: Wacana Shortcut Meta Karyawan Facebook, Instagram dan WhatsApp telah beriklan di WhatsApp sejak 2018.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *