Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

7 Rekomendasi Pemberian MPASI Menurut WHO, Apa Saja? - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

7 Rekomendasi Pemberian MPASI Menurut WHO, Apa Saja?

KOMPAS.com – Bagi sebagian orang tua, memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) bisa menjadi hal yang menyenangkan sekaligus menantang.

Para ayah dan ibu tentunya ingin berusaha dan memberikan menu makanan yang terbaik untuk buah hatinya, baik dari segi gizi, rasa, maupun penampilannya.

Oleh karena itu, dalam hal ini orang tua dapat mengikuti anjuran atau anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).​

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah membuat tujuh rekomendasi global mengenai praktik pemberian MPASI, kata Alissa Pries, penasihat regional UNICEF untuk Asia Timur dan Pasifik.

Baca Juga: Pedoman Pemberian Jajanan pada Anak Saat MPASI oleh IDAI

Pertama, ia menjelaskan inti dari pemberian MPASI adalah asupan ASI. Oleh karena itu, selain pemberian MPASI, pemberian ASI juga harus tetap dilakukan hingga anak berusia dua tahun ke atas untuk memenuhi asupan energi dan gizinya.

Hal ini didasarkan pada bukti bahwa ASI tetap memberikan nutrisi dan energi yang dibutuhkan anak hingga dua tahun, tulis Alyssa di Antara, Rabu (23 Oktober 2024).

Kedua, bayi yang mengonsumsi susu selain ASI dapat mengonsumsi susu formula dan susu hewani saat berusia 6-11 bulan. Namun, pada usia 12-23 bulan, hanya susu hewani yang boleh diberikan, dan susu formula atau susu bayi selanjutnya tidak dianjurkan.

Ketiga, bayi harus mulai mendapat MPASI pada usia 180 hari atau 6 bulan dengan masih mendapat ASI. Alyssa menjelaskan, penundaan pemberian MPASI dapat berisiko mengganggu proses tumbuh kembang anak.

Rekomendasi MPASI yang keempat adalah bayi usia 6-23 bulan sebaiknya mendapat berbagai bentuk MPASI. Ia menekankan tiga jenis pangan sebagai sumber energi dan zat gizi, yakni asupan harian pangan hewani seperti daging, ikan, atau telur.

Berikan juga buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari serta makan kacang-kacangan sebanyak-banyaknya, terutama jika sumber makanan hewani pada makanan bayi terbatas.

Baca juga: Apakah MPASI bisa diberi rasa? Simak apa yang dikatakan para ahli di bawah ini…

Tips selanjutnya adalah menghindari makanan dan minuman tidak sehat, seperti yang mengandung gula, garam, dan lemak trans.

Alyssa mengatakan konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat dikaitkan dengan risiko malnutrisi, kelebihan berat badan, dan pola makan tidak sehat.

“Ada bukti bahwa produk-produk tersebut terkait dengan gizi buruk, kelebihan berat badan, dan dapat memengaruhi preferensi rasa, sehingga berujung pada pola makan tidak sehat dalam jangka panjang,” jelasnya.

Keenam, apabila makanan yang tidak difortifikasi tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi, bayi usia 6-23 bulan dapat memperolehnya dari suplemen atau makanan yang difortifikasi.

“Konsumsi makanan tambahan dengan biji-bijian yang diperkaya meningkatkan penanda status zat besi, termasuk peningkatan kinerja mental dan motorik, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi biji-bijian yang diperkaya,” kata Alyssa.

Ketujuh, anak usia 6-23 bulan harus menerapkan pemberian makan responsif, yaitu metode pemberian makan yang mendorong anak untuk makan secara mandiri.

Hal ini dirancang untuk merespons secara fisiologis dan perkembangan, mendorong anak untuk mengontrol diri saat makan, dan mendukung fungsi kognitif emosional dan perkembangan sosial kognitif. Dengarkan berita terkini dan pilihan terbaik kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda dan kunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *