Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Akhirnya, Pendiri Telegram Buka Suara Setelah Ditangkap di Perancis - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Property

Akhirnya, Pendiri Telegram Buka Suara Setelah Ditangkap di Perancis

KOMPAS.com – Pada 25 Agustus, pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, tiba-tiba ditangkap pihak berwenang setelah mendarat dengan jet pribadinya di Bandara Le Bourget, Prancis. Dia ditangkap dengan tuduhan mengizinkan aktivitas kriminal di Telegram.

Durov baru-baru ini mengunggah pernyataan pertamanya usai ditangkap melalui akun Telegram pribadinya. Di dalamnya, ia mengklaim bahwa Telegram bukanlah “surga kejahatan” seperti yang diklaim.

Dia menilai penahanannya merupakan kesalahan prosedur. Durov menuduh penangkapannya atas kejahatan yang dilakukan oleh pihak ketiga di platform Telegram sebagai hal yang “menakjubkan” dan “menyesatkan”.

Baca juga: CEO Telegram Pavel Durov Dilarang Tinggalkan Prancis, Harus Lapor ke Polisi

“Jika negara tidak menyukai layanan Internet, tindakan hukum harus diambil terhadap layanan tersebut,” kata Durov, seraya menambahkan bahwa tidak ada inovator yang mau membangun sesuatu yang baru jika mereka bisa diserang secara pribadi jika ada orang yang menyalahgunakannya.

“Menggunakan undang-undang pra-ponsel pintar untuk menahan CEO atas kejahatan yang dilakukan oleh pihak ketiga pada platform yang mereka kendalikan adalah pendekatan yang salah,” tambah miliarder kelahiran Rusia, yang juga warga negara Prancis.

Durov telah membuka penyelidikan resmi oleh otoritas Prancis atas dugaan bahwa ia membiarkan kejahatan terjadi di Telegram, termasuk perdagangan narkoba, penipuan, dan pornografi anak.

Layanan Telegram yang memungkinkan terbentuknya grup dengan anggota hingga 200.000 orang, sebelumnya banyak dikritik karena diduga memfasilitasi penyebaran misinformasi dan radikalisme.

Baca juga: Selain Pavel Durov, 4 CEO perusahaan teknologi ini juga ditangkap

Di Inggris misalnya, Telegram belakangan ini mendapat sorotan karena menjadi tempat berkumpulnya kelompok sayap kanan ekstrem yang bertanggung jawab atas kerusuhan di beberapa kota pada Agustus tahun lalu.

Seperti dihimpun KompasTekno dari BBC, Jumat (13/9/2024), Durov mengaku Telegram tidak menganggur. Menurutnya, Telegram menghapus jutaan konten dan saluran berbahaya setiap hari.

Namun, tampaknya hal tersebut belum cukup. Pakar keamanan siber percaya bahwa moderasi Telegram terhadap konten ekstremis dan ilegal masih lebih lemah dibandingkan dengan media sosial dan perusahaan perpesanan lainnya. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *