Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Alternatif Penguatan APBN Tanpa Kenaikan PPN Jadi 12 Persen, Simak Saran PKB! - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Nasional

Alternatif Penguatan APBN Tanpa Kenaikan PPN Jadi 12 Persen, Simak Saran PKB!

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dita Indah Sari menekankan pentingnya mencari alternatif lain untuk meningkatkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) daripada menaikkan pajak pertambahan nilai. (PPN) hingga 12 persen. Menurutnya, cara ini lebih cerdas dan dampaknya paling kecil terhadap masyarakat.

“PKB ini bertujuan untuk merangsang gagasan opsi jangka pendek lainnya yang jika diterapkan tidak akan berdampak seluas PPN,” kata Dita dalam siaran pers, Kamis (21/11/2024).

Baca juga: Kemenkeu: PPN 12 persen akan membiayai kesejahteraan sosial dan subsidi

Dita memberikan sejumlah contoh konkrit alternatif yang bisa diambil.

Menurut dia, pemerintah harus memikirkan peningkatan pendapatan negara dengan melakukan harmonisasi royalti dan bagi hasil hasil pertambangan, khususnya barang-barang yang harganya stabil di pasar dunia.

“Contohnya, bea keluar atas barang bernilai baik lainnya dan bea masuk atas barang mewah. Hal ini dapat menghasilkan pendapatan tanpa mempengaruhi daya beli masyarakat yang saat ini sedang terpuruk, ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (TAC) No. 7 Tahun 2021 memberikan keleluasaan bagi pemerintah dalam mengatur PPN.

Oleh karena itu, kenaikan menjadi 12 persen masih bisa ditarik jika dianggap dapat mengganggu stabilitas perekonomian dalam negeri.

Baca juga: Pemodelan Ekspektasi Dampak Kenaikan PPN 12 Persen

Jadi keputusannya saat ini ada di tangan Presiden, ujarnya mengacu pada Presiden Prabowo Subianto yang bisa mengatur prosesnya melalui Peraturan Pemerintah (PP).

Di sisi lain, Dita mengingatkan pentingnya aparat penegak hukum dalam menekan kebocoran anggaran.

Ia menegaskan, semangat tersebut patut diterapkan mengingat hal itu sudah berulang kali disampaikan oleh Prabowo dalam arah kebijakan pemerintahannya.

“Penambangan ilegal, penangkapan ikan ilegal, pembalakan liar, impor ilegal dengan penghindaran cukai, dan penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi termasuk permasalahan yang menghancurkan potensi pendapatan negara yang mencapai ratusan triliun,” imbuhnya.

Dengan langkah strategis dan disiplin yang ketat, Dita yakin negara bisa mengoptimalkan pendapatannya tanpa membebani masyarakat dengan kenaikan pajak. Dengarkan berita terbaru dan highlight kami langsung dari ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *