Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Apakah Bisa Terjadi Pandemi Baru? Ini Kata Ahli... - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Apakah Bisa Terjadi Pandemi Baru? Ini Kata Ahli…

KOMPAS.com – Bencana penyakit yang serius terjadi dari waktu ke waktu.

Diambil dari National Library of Medicine (NLM), istilah “epidemi” pertama kali digunakan pada tahun 1666 untuk menggambarkan suatu penyakit yang menyebar di suatu negara.

Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MHA, DTM&H, DTCE, FIRS mengatakan kecil kemungkinannya terjadi epidemi baru.

Kita semua tahu bahwa pandemi baru akan datang. Ada dua hal yang tidak kita ketahui, kita tidak tahu kapan wabah itu datang, dan kita tidak tahu penyakit apa yang akan menimbulkan wabah baru,” kata Profesor Tajandra Online dan Kompas.com.

Baca juga: Antisipasi Pandemi Penyakit Zoonosis, G20 Kenapa Harus Ada Pandemi Baru?

Menurut ilmu pengetahuan, epidemi baru dapat terjadi karena virus dan bakteri berevolusi, sehingga mengarah pada terciptanya varietas baru dengan tingkat keparahan atau infeksi yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

“Tapi tentu wabahnya akan kembali lagi. Saya tidak bilang begitu, itu yang dikatakan semua ahli,” jelasnya.

Pemimpin proyek senior Platform Pertahanan Infeksi Lintas Udara (AIDP) menyatakan bahwa wabah penyakit sering kali disebabkan oleh inovasi baru.

Misalnya saja Covid-19. Virus corona sudah ada sebelumnya, namun virus corona penyebab Covid-19 berbeda dengan virus corona sebelumnya, ujarnya.

Dikutip dalam Pediatric Infectious Disease Journal, virus corona baru dikenali melalui penelitian ilmiah pada tahun 1960-an, namun penyakit yang disebabkan oleh mewabahnya virus ini berbeda.

Perubahan iklim bisa menjadi faktor risiko epidemi baru, kata Profesor Tjandra.

“Tentunya kebiasaan merokok, perubahan iklim, sistem imun, semua itu bisa meningkatkan risiko penularan,” ujarnya.

Menurut studi National Library of Medicine, perubahan iklim akan berdampak besar pada penularan penyakit zoonosis (dari hewan ke manusia) dengan mempengaruhi lingkungan vektor.

Iklim mempunyai dampak langsung terhadap kesehatan melalui berbagai dampak perubahan iklim, kualitas udara, kenaikan permukaan laut, dan proses produksi pangan serta sumber daya air.

Ada banyak faktor lain yang dapat meningkatkan epidemi baru di masa depan, termasuk peningkatan penggunaan lahan akibat pertumbuhan penduduk.

Hal ini meningkatkan kontak antara hewan dan manusia sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit zoonosis.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *