Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Asal-usul Rp 1 Triliun di Rumah Zarof Ricar Belum Terungkap, Pengamat: Kejagung Harus Berani - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Internasional

Asal-usul Rp 1 Triliun di Rumah Zarof Ricar Belum Terungkap, Pengamat: Kejagung Harus Berani

JAKARTA, KOMPAS.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) dinilai lamban mengusut tuntas kasus mafia peradilan yang melibatkan Zarof Ricar, mantan Kepala Pusdiklat MA.

Masih belum diketahui asal muasal ditemukannya uang tunai dan emas senilai Rp1 triliun dari rumah Zarof Ricar.

Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai penanganan kasus ini memerlukan keberanian khusus karena berpotensi mengungkap jaringan luas berbagai pihak, termasuk pejabat tinggi dan aparat penegak hukum.

“Dengan menyita rumah Sarof yang penuh uang dan emas, maka seluruh perkara pengadilan yang ditanganinya bisa dibuka,” kata Abdul Fickar kepada Kompas.com, Kamis (19/12/2024).

Baca juga: Apa yang Baru dari Investigasi Kasus Zarof Ricar dan Arus Keluar Rp 1 Triliun?

Fikar mendorong Kejaksaan Agung tegas dan transparan mengusut kasus tersebut.

Dia menegaskan, Kejaksaan Agung harus berani mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk pejabat Kejaksaan yang berperan dalam kasus ini.

“Harusnya Jaksa Agung berani mengungkap semuanya. Jika ada jaksa yang terlibat, jangan ragu mengambil tindakan. “Mafia peradilan ini bukanlah khayalan belaka, dan kasus Zarof ini bisa menjadi titik awal untuk membersihkan sistem peradilan kita,” tegasnya.

Menurut Ficar, lambannya penyidikan mungkin karena Kejaksaan Agung menyelesaikan kasus yang ditangani Zarof.

Namun, dia mengingatkan, proses tersebut tidak boleh ditunda-tunda.

“Hari ini adalah zaman pemurnian. Jangan takut untuk menerima sesuatu dan berkembang. “Jika sistem tidak dibersihkan, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan terus menurun,” ujarnya.

Baca juga: Anggota DPR Minta Bukti Balik Asal Usul Uang Rp 1 Triliun Zarof Rica

Zarof keadilan sebagai “bank” mafia.

Abdul Fickar menjelaskan, posisi strategis Zarof sebagai mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Peradilan (Balitbang Diklat Kumdil) MA memberinya jaringan luas dengan hakim di berbagai tingkatan.

Dia menyimpulkan bahwa hal ini digunakan untuk memfasilitasi suap, negosiasi peradilan dan manajemen kasus.

“Zarof populer di kalangan juri. Hampir semua wasit yang mengikuti latihan saat itu pasti mengenalnya. “Ini menjadikannya menarik bagi orang-orang yang ingin menyelesaikan masalah hukum dengan cara yang salah,” ujarnya.

Fikar juga menduga banyak petinggi atau bangsawan yang memanfaatkan jasa Saroff untuk mengatur kasusnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *