Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Australia Dukung Resolusi PBB untuk Gencatan Senjata di Gaza dan Operasi UNRWA - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Global

Australia Dukung Resolusi PBB untuk Gencatan Senjata di Gaza dan Operasi UNRWA

SYDNEY, KOMPAS.com – Australia mendukung dua resolusi penting pada sidang darurat Majelis Umum PBB (PBB) pada Kamis (12/12/2024). Resolusi pertama menyerukan gencatan senjata segera, tanpa syarat dan permanen di Gaza, sedangkan resolusi kedua menyerukan Israel untuk mencabut larangan terhadap Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Dalam sebuah langkah yang dipuji oleh masyarakat sipil namun dikutuk oleh kelompok Yahudi di Australia, pemerintah Australia memberikan suara menentang sebagian besar negara anggota PBB – kecuali Amerika Serikat dan Israel, yang memberikan suara menentang kedua resolusi tersebut.

Keputusan ini diterima oleh 158 negara, 9 negara menolak secara bulat, dan 13 negara tidak menyetujuinya. Resolusi ini menuntut penghentian perang tanpa syarat, pembebasan semua sandera, pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan dan perlindungan penuh terhadap penduduk sipil.

Baca Juga: Pro dan Kontra Media Sosial yang Diberikan kepada Anak di Bawah 16 Tahun di Australia

Menurut The Guardian, keputusan tersebut menyerukan Israel untuk mencabut larangan terhadap UNRWA, yang diberlakukan oleh Knesset pada Oktober 2024. 

Resolusi ini disetujui dengan 159 suara mendukung, 9 suara menentang, dan 11 suara abstain.

Pemerintah Israel sebelumnya menuduh beberapa staf UNRWA memiliki hubungan dengan Hamas. Sebagai tanggapan, PBB mengusir 9 pegawai yang dicurigai melakukan serangan 7 Oktober terhadap Israel.

Duta Besar Australia untuk PBB, James Larsen, mengatakan meskipun Australia tidak menyetujui seluruh aspek resolusi tersebut, dukungan tersebut menunjukkan komitmen Australia terhadap bantuan kemanusiaan dan solusi perdamaian di kawasan. 

Larsen juga menekankan pentingnya akuntabilitas kepada UNRWA.

Menteri Luar Negeri Penny Wong membela keputusan ini di tengah kritik dari Israel. 

“Ingin melindungi masyarakat dan mendukung solusi dua negara bukanlah anti-Semit,” kata Wong.

Dukungan terhadap resolusi tersebut diterima dari organisasi seperti Oxfam dan Dewan Pembangunan Internasional Australia.

Baca juga: Pemerkosaan Lebih dari 60 Gadis, Pekerja Penitipan Anak di Australia Divonis Penjara Seumur Hidup

Beberapa kelompok, termasuk Dewan Kepemimpinan Yahudi Australia, menyebut tindakan tersebut “memalukan” bagi negara tersebut.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengecam keputusan Australia sebagai “sikap anti-Israel” dan menuduh Australia berkontribusi terhadap peristiwa ilegal di Melbourne.

Tindakan ini akan semakin memperburuk hubungan diplomatik antara Australia dan Israel, terutama setelah Australia baru-baru ini mendukung resolusi PBB untuk mengakhiri pemukiman ilegal Israel di wilayah Palestina.

Baca juga: Australia mulai melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial

Dengan mendukung keputusan ini, Australia menegaskan kembali posisinya dalam memajukan penghormatan terhadap hukum internasional di Timur Tengah, sekaligus menghadapi kritik domestik dan internasional.

  Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran media favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *