Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Daftar Penyakit dengan Gejala Hilang Indra Penciuman - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Daftar Penyakit dengan Gejala Hilang Indra Penciuman

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 mengajarkan kita bahwa hilangnya indera penciuman bukan hanya akibat tidak bisa menikmati makanan, tapi merupakan gejala penyakit yang lebih serius.

Menurut penelitian terbaru, hilangnya indera penciuman (juga dikenal sebagai disfungsi penciuman) dikaitkan dengan setidaknya 139 masalah kesehatan.

Kondisi medis utama yang ditanggung meliputi: penyakit Alzheimer, kecemasan, gangguan bipolar, depresi, kanker otak, long COVID, menopause, gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan paparan logam berat.

Penyebab hilangnya penciuman

Peradangan bisa memicu sejumlah penyakit dengan gejala anosmia.

“Hilangnya penciuman dikombinasikan dengan peningkatan tingkat peradangan kronis telah terbukti meningkatkan risiko penyakit,” kata pemimpin peneliti Michael Leon, Ph.D., profesor emeritus neurobiologi dan perilaku di University of California, Irvine.

Baca juga: Mengapa indera penciuman menurun seiring bertambahnya usia?

Alasan pasti mengapa peradangan ini mempengaruhi otak masih belum jelas, namun hilangnya indra penciuman merupakan tanda kuat untuk segera mencari pertolongan medis.

“Baunya seperti burung kenari di tambang batu bara, pertanda bahaya sudah dekat. Itu pertanda ada sesuatu yang salah dengan otak Anda,” kata pakar penciuman Zara M. Patel, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Faktanya, hilangnya penciuman tidak selalu berarti penyakit serius. Terkadang bisa disebabkan oleh infeksi sinus, polusi udara, atau asap rokok.

“Tetapi dalam beberapa kasus, masalah otak bisa menjadi penyebabnya,” kata peneliti Dr. Qu Teresa Tian.

Ia menjelaskan, hubungan antara hilangnya penciuman, gangguan mood, dan penyakit otak akibat penuaan seperti Alzheimer disebabkan oleh kerusakan otak.

Baca Juga: 10 Manfaat Menonton Film untuk Kesehatan Mental untuk Meningkatkan Mood

Koneksi dengan emosi

Hilangnya penciuman juga seringkali merupakan gejala awal gangguan mood seperti kecemasan dan depresi. Hal ini terjadi karena sistem penciuman terhubung langsung dengan area otak yang bertanggung jawab atas perasaan senang dan emosi.

Oleh karena itu, gangguan psikologis seringkali disertai dengan gejala berkurangnya fungsi penciuman. Dengarkan berita terkini dan tips utama kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita pilihan Anda dan kunjungi saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *