Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

Dokter Jelaskan Gejala Khas Batuk Rejan yang Awalnya Mirip Flu Biasa - SP NEWS GLOBAL INDONESIA

SP NEWS GLOBAL INDONESIA

Berita Seputar Global Indonesia

Kesehatan

Dokter Jelaskan Gejala Khas Batuk Rejan yang Awalnya Mirip Flu Biasa

KOMPAS.com – Batuk rejan merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis, namun bisa juga disebabkan oleh bakteri Bordetella parapertussis.

Read More : Bisakah Kita Meningkatkan Peluang Hidup Panjang Umur?

Batuk rejan seringkali diawali dengan gejala yang mirip dengan flu biasa, seperti pilek, demam ringan, dan bersin.

Namun seiring berjalannya waktu, batuk ini menimbulkan gejala yang khas, lebih parah, dan bertahan lama.

Baca juga: Apa Itu Batuk Rejan? Berikut penjelasannya…

Pakar penyakit dalam dari Universitas Indonesia prof. Dr dr Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH menjelaskan, batuk rejan memiliki dua fase utama yaitu catarrhal dan paroxysmal yang masing-masing memiliki ciri berbeda.

“Pada tahap awal atau fase catarrhal, gejalanya biasanya berlangsung 1-2 minggu, antara lain demam ringan, pilek, hidung tersumbat, mata berair, dan batuk ringan, terutama pada malam hari,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com. , Senin (23/12/2024).

Namun jika pengobatan tidak segera dimulai, batuk rejan akan memasuki stadium lanjut atau fase paroksismal yang berlangsung selama 1-6 minggu.

Prof. Ari mengatakan, pada fase ini gejalanya bisa bertambah parah dengan ciri khas berupa batuk kuat terus menerus disertai suara “rejan” saat menarik napas dalam.

Gejala lainnya antara lain nyeri dada saat batuk, kelelahan, muntah setelah batuk, dan kesulitan bernapas. Pada kasus yang parah, wajah korban bisa tampak kemerahan atau kebiruan saat batuk,” tambah dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Read More : Apa yang Harus Dilakukan untuk Menurunkan Gula Darah Setelah Makan?

Dengan memahami tahapan dan tanda-tanda khas batuk rejan, diharapkan masyarakat dapat segera mencari pertolongan medis untuk mencegah komplikasi serius.

Baca juga: Apa Gejala Batuk Malam Hari? Berikut daftar 5… Bagaimana cara mencegah batuk rejan?

Prof. Ari mengingatkan masyarakat untuk selalu mengonsumsi buah dan sayur untuk memperkuat pertahanan imun tubuh agar tidak mudah terserang penyakit, termasuk batuk rejan.

Lebih lanjut, Prof. Ari menganjurkan untuk mengonsumsi vitamin yang mengandung multivitamin dan mineral.

Bagi yang ingin berlibur, Prof. Ari menyarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter dan menyiapkan pakaian hangat, seperti jaket untuk bepergian ke tempat dingin. Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *